Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pelatihan Dasar CPNS Tahap II Tahun 2026: Tanam Integritas Sejak Hari Pertama Masuk Kerja

Mirza Ahmad Muin • Rabu, 6 Mei 2026 | 10:49 WIB
Peserta CPNS Provinsi Kalbar mengikuti Latsar Tahap II Tahun 2026 di BPSDM Kalbar, Selasa (5/5). (ISTIMEWA)
Peserta CPNS Provinsi Kalbar mengikuti Latsar Tahap II Tahun 2026 di BPSDM Kalbar, Selasa (5/5). (ISTIMEWA)

CPNS harus memahami perannya sebagai pelayan masyarakat melalui Latsar, dengan menjunjung nilai BerAKHLAK, integritas, profesionalisme, serta komitmen pengabdian demi kemajuan daerah.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

SUASANA pagi di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kalimantan Barat, terasa berbeda. Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) duduk rapi dengan seragam putih-hitam yang seragam. Di wajah mereka, tergambar semangat sekaligus harap, sebuah babak baru pengabdian segera dimulai.

Di hadapan para peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahap II Tahun 2026 itu, Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, berdiri menyampaikan pesan yang tak sekadar seremonial. Baginya, menjadi CPNS bukan hanya tentang status dan kepastian karier, melainkan tentang tanggung jawab moral.

“Ketika memilih menjadi CPNS, itu berarti siap memikul tanggung jawab menjaga nama baik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya tegas.

Baca Juga: Sekda Tekankan Nilai BerAKHLAK, Latsar CPNS Tahap II Pemprov Kalbar Resmi Dibuka

Kalimat itu meluncur pelan, namun sarat makna. Ia mengingatkan, setiap individu yang lolos seleksi adalah sosok terpilih yang telah melewati proses panjang dan kompetitif. Predikat itu, menurutnya, harus dibarengi dengan komitmen untuk menjaga marwah pemerintah daerah.

Lebih jauh, Harisson menekankan hakikat Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat. Pelayanan, katanya, bukan sekadar prosedur administratif, melainkan sikap dan cara pandang.

“PNS itu pelayan masyarakat. Pelayanan harus dilakukan dengan sikap yang baik dan dari hati. Core dari eksistensi kita adalah pelayanan,” tuturnya.

Nilai dasar ASN BerAKHLAK menjadi fondasi yang ia ulangi berkali-kali. Bukan hanya dihafal, tetapi dihidupi dalam keseharian. Integritas, akuntabilitas, hingga orientasi pelayanan harus tercermin dalam setiap keputusan dan tindakan.

Tak hanya soal kinerja, ia juga menyinggung hal yang kerap dianggap sederhana, yakni penampilan. Menurut Harisson, kerapian bukan semata soal estetika, melainkan cerminan kesiapan dan penghormatan kepada masyarakat yang dilayani. Profesionalisme, katanya, terlihat dari hal-hal kecil yang konsisten dijaga.

Baca Juga: Bupati Landak Larang Pejabat ASN Bikin Konten Medsos Berlebihan Saat Pelantikan Eselon II dan III

Di sisi lain, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kalimantan Barat, Windy Prihastari, memandang Latsar sebagai gerbang pembentukan karakter ASN.

Ia menjelaskan, pelatihan dirancang dalam durasi panjang agar para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mengaktualisasikan nilai BerAKHLAK dalam praktik kerja sehari-hari.

“Pelatihan dasar ini diharapkan mampu mencetak aparatur yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan empati tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Bagi para CPNS yang hadir, Latsar bukan sekadar agenda wajib. Ia adalah ruang pembentukan jati diri, tempat nilai-nilai ditanamkan, disiplin ditempa, dan komitmen diuji. Dari aula itu, mereka diharapkan keluar bukan hanya sebagai pegawai negeri, tetapi sebagai pelayan publik yang siap menjadi motor penggerak kemajuan Kalimantan Barat.(*)

Editor : Hanif
#pelayan masyarakat #Latsar CPNS #kalbar #asn #sekda