Tim sepak bola putri Miftah Khatulistiwa Pontianak mampu menjadi juara Sijang Accord Women Cup 2026. Keberhasilan merengkuh tropi di Lapangan Gabsis Sambas itu makin merona. Pasalnya skuad Miftah dihuni oleh pemain-pemain putri usia muda
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
Keberhasilan Tim Miftah Khatulistiwa Ladies Pontianak atas juara Sijang Accord Women Cup 2026 memang betul-betul mengejutkan. Tampil dengan skuad junior nyatanya penampilan di lapangan justru impresif dan konsisten.
Rengkuhan juara itu menjadi perhatian banyak pihak karena skuad Miftah diisi oleh pemain muda yang sebagian besar masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama.
Di partai final, Miftah Khatulistiwa Ladies tampil luar biasa dengan mengalahkan tuan rumah Sijang Accord FC dengan skor telak 4-0. Kemenangan tersebut dipersembahkan melalui dua gol Astrid Anggraini pada menit ke-40 dan 57, serta dua gol Zahara Aprilliya pada menit ke-48 dan 55.
Sebelumnya, pada babak semifinal, tim asal Pontianak itu juga menunjukkan superioritasnya dengan menumbangkan BMC Mensere melalui skor meyakinkan 5-0.
Astrid kembali menjadi bintang lapangan dengan dua golnya, sementara tiga gol lainnya dicetak oleh Zahara Aprilliya, Mutia Najla Raudhatunnisa, dan Nurlaini melalui titik penalti.
Pada fase grup Miftah Khatulistiwa mencatat kemenangan spektakuler 9-0 atas Gladiator FC Women. Produktivitas gol yang tinggi dan pertahanan yang solid membuat tim muda tersebut menjadi salah satu tim paling konsisten sepanjang turnamen.
Pelatih Kepala Miftah Khatulistiwa, Miftah Hurrahman, mengaku bangga dengan perjuangan para pemainnya yang mampu tampil percaya diri menghadapi lawan-lawan yang secara usia dan pengalaman jauh lebih matang.
"Anak-anak bermain luar biasa sepanjang turnamen. Mereka menghadapi pemain-pemain senior dengan keberanian, disiplin, dan semangat juang yang tinggi. Gelar ini menjadi hadiah atas kerja keras mereka selama latihan. Kami juga membiasakan pemain putri untuk berlatih dan bertanding melawan pemain laki-laki agar mendapatkan pengalaman dan pelajaran yang lebih berharga," ujarnya.
Menurut Miftah, metode pembinaan tersebut juga sejalan dengan masukan yang pernah diberikan pelatih Tim Nasional Putri Indonesia, Timo Scheunemann, saat tim Miftah Khatulistiwa berkesempatan berkunjung dan berdiskusi langsung di Malang pada tahun lalu.
Dia menambahkan, keberhasilan ini merupakan kelanjutan dari capaian pembinaan yang telah dirintis selama beberapa tahun terakhir.
"Pada tahun 2025 kami berhasil mengirim dua pemain, Nurlaini dan Qinar, untuk tampil pada Piala Pertiwi U-16 Seri Nasional di Kudus. Tahun ini kami berharap lebih banyak pemain yang bisa mengikuti jejak tersebut. Kami juga berharap ada perhatian dan dukungan dari berbagai stakeholder, termasuk pemerintah, agar prestasi anak-anak ini tidak berhenti begitu saja dan dapat terus berkembang ke level yang lebih tinggi," tambah pelatih berlisensi AFC C yang juga pernah mengikuti coaching course hasil kerja sama Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) dan PSSI tersebut.
Kesuksesan tim juga tidak lepas dari peran jajaran ofisial tim. Gelar juara Sijang Accord Women Cup 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan usia dini yang dilakukan secara terstruktur mampu menghasilkan pemain-pemain yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.(*)
Editor : Hanif