Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

 Gelar Bimtek Powerful Public Speaking untuk ASN: Dari Mimbar ke Pelayanan, ASN Kalbar Diasah Berbicara

Idil Aqsa Akbary • Sabtu, 6 Juni 2026 | 10:44 WIB
Sekda Kalbar, Harisson bersama Kepala BPSDM Kemendagri, Sugeng Hariyono, Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, serta peserta Bimtek Powerful Public Speaking berfoto bersama usai pembukaan kegiatan, Kamis (4/6). (ISTIMEWA)
Sekda Kalbar, Harisson bersama Kepala BPSDM Kemendagri, Sugeng Hariyono, Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, serta peserta Bimtek Powerful Public Speaking berfoto bersama usai pembukaan kegiatan, Kamis (4/6). (ISTIMEWA)

Kalimantan Barat menjadi daerah pertama di Indonesia yang menggelar Bimtek Powerful Public Speaking bagi ASN. Langkah ini diyakini menjadi investasi SDM untuk memperkuat pelayanan publik, membangun kepercayaan masyarakat, sekaligus menarik peluang investasi daerah.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

SUASANA Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Barat, Kamis (4/6), terasa berbeda. Bukan pelatihan teknis pemerintahan yang menjadi perhatian utama hari itu, melainkan kemampuan berbicara di depan publik.

Di tengah tuntutan pelayanan yang semakin kompleks, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memilih jalur yang tak biasa. Melalui BPSDM, Kalbar menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menggelar Bimbingan Teknis Powerful Public Speaking bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Langkah tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negeri, Sugeng Hariyono. Baginya, kemampuan komunikasi kini menjadi kebutuhan mendasar bagi aparatur negara, bahkan sama pentingnya dengan kompetensi teknis yang dimiliki.

Baca Juga: Jelang Pelatihan Kepemimpinan Nasional ASN di Kalbar: Bersiap jadi Rumah Belajar Pengembangan Talenta Birokrasi

“Ini bagus. Setahu saya di Indonesia baru pertama kali. Kami juga memiliki komunitas BPSDM se-Indonesia, dan para kepala BPSDM turut mengapresiasi karena baru kali ini ada kegiatan seperti ini,” ujar Sugeng.

Menurutnya, pelayanan publik modern tidak lagi hanya mengandalkan prosedur dan administrasi. Aparatur dituntut mampu membangun kepercayaan melalui komunikasi yang efektif kepada masyarakat, pelaku usaha, akademisi, media hingga investor.

“Public speaking itu kemampuan ‘menjual’ dalam arti positif. Menjual layanan, memberikan keyakinan, dan membangun kepercayaan kepada siapa pun yang kita layani,” katanya.

Bagi Sugeng, kualitas komunikasi aparatur memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar penyampaian informasi. Kemampuan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah, yang pada akhirnya mendorong masuknya investasi dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menilai daerah dengan kapasitas fiskal kuat tidak selalu bertumpu pada kekayaan sumber daya alam. Banyak daerah berhasil berkembang karena ditopang kualitas sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan kreatif.

Baca Juga: BPSDM Kemenkum Buka PKN Tingkat II dan PKA 2026, Cetak Pemimpin Adaptif Hadapi Era Digital

“Kalau SDM berkualitas, indeks pembangunan manusianya meningkat, maka kreativitas dan produktivitas juga akan meningkat. Pada akhirnya akan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan asli daerah,” jelasnya.

Kalbar sendiri dinilai memiliki modal kuat untuk terus melangkah maju. Berdasarkan penilaian nasional tahun sebelumnya, provinsi ini berhasil masuk 10 besar pelayanan publik terbaik di Indonesia dan menempati peringkat keempat nasional. Sementara Kota Pontianak juga berhasil menembus jajaran 10 besar nasional.

Tak hanya itu, Kalbar juga dipercaya menjadi tuan rumah Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Momentum tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dan proyek perubahan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi ASN merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas.

“Sebagai ASN, tugas utama kita adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik, tentu harus didukung dengan kompetensi yang sesuai di bidang masing-masing,” katanya.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Sambut Kunjungan Menko Pangan RI, Perkuat Sinergi Kawal Program Strategis

Harisson mengingatkan bahwa profesionalisme aparatur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan pengetahuan. Cara berinteraksi, penampilan, sikap, hingga kemampuan menyampaikan pesan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun citra pelayanan pemerintah.

“Penampilan harus benar-benar baik, kemudian kompetensi dan ilmu yang dimiliki juga harus mumpuni sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” pesannya.

Melalui pelatihan tersebut, ASN dari berbagai perangkat daerah dibekali kemampuan berbicara di depan publik, membangun rasa percaya diri, memahami karakter audiens, hingga menyampaikan pesan secara efektif, persuasif, dan profesional.

Di era ketika kepercayaan publik menjadi salah satu aset terpenting pemerintah, Kalbar memilih memulainya dari hal yang sederhana namun mendasar: mengajarkan aparatur negara untuk berbicara lebih baik agar mampu melayani lebih baik. Sumber: BPSDM Kalbar. (*)

Editor : Hanif
#public speaking #kalbar #pelayanan publik #asn #bimtek