Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Melihat Tawa yang Terus Tumbuh dari Kota Khatulistiwa: Tujuh Komika Lokal dan Tiga Komika Nasional Bikin Pecah Standupindo Tour

Idil Aqsa Akbary • Senin, 8 Juni 2026 | 10:13 WIB
Tiga komika Rizky Prasetya (kiri), Musdalifah Basri (tengah), dan Akim Bagil (kanan) memberikan keterangan kepada awak media usai tampil pada Standupindo Tour 2026, Sabtu (6/6). (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)
Tiga komika Rizky Prasetya (kiri), Musdalifah Basri (tengah), dan Akim Bagil (kanan) memberikan keterangan kepada awak media usai tampil pada Standupindo Tour 2026, Sabtu (6/6). (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)

Standupindo Tour 2026 di Kota Pontianak menjadi bukti tumbuhnya industri stand up comedy di Kalimantan Barat (Kalbar). Tak hanya menghadirkan komika nasional, kegiatan yang digelar Standupindo Pontianak itu juga menjadi wadah bagi komika lokal untuk berkembang, dan memperluas penonton di daerah.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

Gelak tawa bergemuruh di salah satu ballroom Hotel Ibis Pontianak, Sabtu (6/6) malam. Ratusan pasang mata tertuju ke atas panggung, menikmati setiap materi yang dilontarkan para komika. Bukan sekadar pertunjukan hiburan biasa, Standupindo Tour 2026 menjadi penanda bahwa industri stand up comedy di Kota Pontianak terus bertumbuh, dan menemukan penontonnya sendiri.

Pertunjukan dimulai sejak pukul 20.00 WIB. Sebelum para komika nasional naik ke atas panggung, tujuh komika lokal yang tergabung dalam Standupindo Pontianak terlebih dahulu menghangatkan suasana.

Rangga menjadi penampil pembuka, disusul Ridwan Anjali yang sukses mengundang tawa penonton lewat materi segarnya. Setelah itu, Fahmi, pria asal Kubu Raya yang berprofesi sebagai tukang tebas, tampil dengan gaya khasnya.

Baca Juga: DLH Pontianak Mulai Tebar Eco Enzym untuk Bersihkan Parit dan Kurangi Bau

Hanif kemudian mengambil alih panggung sambil memberikan sedikit gambaran mengenai gaya stand up para headliner malam itu. Kemudian, Aqmal hadir dengan persona guru ngaji, yang menjadi ciri khasnya. Sementara Arbaur membawakan komedi absurd, tentang salah satu kebiasaannya yang sering berbicara dengan diri sendiri.

Sesi komika lokal lalu ditutup dengan penampilan Jay Gepeng, sang legenda dengan karakter driver Shopee Food yang sudah akrab di kalangan penikmat stand up comedy Pontianak. Sepanjang penampilan para local heroes tersebut, gelak tawa penonton nyaris tak pernah berhenti.

Setelah penampilan para komika lokal, giliran tiga komika nasional yang menjadi daya tarik utama acara mengambil alih panggung. Akim Bagil menjadi penampil pertama. Komika sekaligus kreator konten yang dikenal dengan julukan “Mister Bean dari Bekasi” atau “The Prince of Cikunir” itu langsung mencuri perhatian sejak kemunculannya di atas panggung.

Gaya komedinya yang mengandalkan act out atau komedi fisik membuat suasana ruangan pecah berkali-kali. Hampir seluruh materi yang dibawakannya disampaikan melalui ekspresi tubuh, dan gerakan yang khas. Sesuatu yang jarang ditemui dalam pertunjukan stand up comedy pada umumnya.

Selama sekitar 10 hingga 15 menit, Akim berhasil membuat penonton larut dalam tawa. Pengalaman menyaksikan langsung penampilan komedi bergaya pantomim seperti itu terasa berbeda, dibanding hanya menonton melalui layar gawai atau televisi.

Baca Juga: Tak Sekadar Horor Komedi, Sekawan Limo 2 Tampil Lebih Dewasa

Setelah Akim, giliran Rizky Prasetya naik ke panggung. Juara pertama SUCI 11 Kompas TV tersebut menunjukkan kualitas yang membuat namanya dikenal luas di dunia stand up comedy Indonesia.

Rizky membuka penampilannya dengan membahas kesan terhadap Kota Pontianak yang menurutnya memiliki cuaca sangat panas. Candaan itu langsung disambut gelak tawa penonton. Dengan pengalaman belasan tahun di dunia stand up comedy, materi yang dibawakan komedian asal Samarinda, Kalimantan Timur itu terasa matang.

Berbagai keresahan sosial dan politik yang dirasakannya juga dikemas menjadi komedi yang ringan namun tetap tajam. Tak heran jika sepanjang penampilannya, tawa dan tepuk tangan penonton nyaris tidak berhenti.

Malam itu juga menjadi momen spesial bagi Rizky. Sebab di saat yang sama, kompetisi SUCI telah melahirkan juara baru untuk musim ke-12, yang secara simbolis menandai berakhirnya statusnya sebagai juara bertahan.

Penampilan puncak kemudian ditutup oleh Musdalifah Basri. Komika perempuan asal Sulawesi Selatan tersebut tampil dengan materi yang banyak mengangkat cerita keluarga, dan pengalaman sehari-hari.

Baca Juga: Komika Sammy Notaslimboy Semprot Jawaban “Pokoknya Ada” Seskab Teddy, Desak Wartawan Cecar Jawaban Ngasal

Materi yang dibawakannya terasa dekat dengan kehidupan banyak orang. Penonton beberapa kali terlihat mengangguk sebelum akhirnya tertawa saat mendengar punchline yang dilontarkan. Dengan gaya penyampaian yang santai dan jujur, Musdalifah sukses menutup seni pertunjukan malam itu dengan meriah.

Usai acara, Musdalifah mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Pontianak. “Bagi aku ini pertama kali datang ke Pontianak, stand up di Pontianak, ketemu orang-orang Pontianak. Banyak tempat ngopi di sini. Terus teman-teman juga tadi ramai, ketawanya enak-enak. Nanti kita mau jalan-jalan,” ujarnya.

Ia berharap perkembangan stand up comedy di Pontianak terus berlanjut, dan bisa melahirkan lebih banyak talenta baru. “Saya harap di Pontianak semakin maju industri komedinya, dan lahir komika-komika baru, khususnya perempuan,” harap ibu dua anak tersebut.

Hal senada juga disampaikan Rizky Prasetya. Salah satu agenda yang ingin dilakukannya selama berada di Pontianak adalah menikmati budaya ngopi yang sudah menjadi identitas kota ini. “Ini kan kota seribu warung kopi. Kita mau nyobain ngopi di Asiang,” katanya.

Di balik kesuksesan Standupindo Tour, ada peran komunitas Standupindo Pontianak yang selama ini konsisten menghidupkan ekosistem stand up comedy di Kalbar. Berbagai kegiatan rutin terus digelar, mulai dari open mic, pertunjukan komunitas, hingga menghadirkan komika nasional ke Kota Pontianak.

Kehadiran komika nasional dinilai memberikan pengalaman berbeda bagi para penonton daerah yang selama ini lebih sering menikmati pertunjukan melalui televisi maupun platform digital.

Suci, salah seorang penonton yang hadir malam itu, mengaku sangat menikmati kesempatan menyaksikan langsung para komika nasional dari dekat. Menurutnya, pengalaman tersebut sulit didapatkan jika tidak ada komunitas lokal yang menjembataninya. “Biasanya kita cuma bisa melihat mereka di televisi atau media sosial. Jadi bisa nonton langsung seperti ini tentu sangat menarik,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di masa mendatang. “Semoga Standupindo Pontianak terus konsisten bisa menggelar acara seperti ini, dan semoga industri serta komunitasnya semakin berkembang. Mudah-mudahan juga nanti lahir komika nasional asal Pontianak atau Kalbar di masa depan,” harapnya.

Di tengah pesatnya perkembangan hiburan digital, gelak tawa yang memenuhi ruangan malam itu menjadi bukti bahwa panggung stand up comedy masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Dan dari Kota Khatulistiwa, mimpi untuk melahirkan komika-komika besar berikutnya akan terus tumbuh. (**)

 

Editor : Hanif
#Standupindo Tour 2026 #hiburan #kalbar #pontianak #stand up comedy