Sebanyak 206 anggota kontingen Kalimantan Barat bertolak ke Manokwari, Papua Barat, mengikuti Pesparawi Nasional XIV. Mereka membawa puji-pujian, semangat persaudaraan, dan harapan mengharumkan nama daerah di panggung nasional.
MARSITA RIANDINI, Pontianak
Suara-suara pujian dari berbagai penjuru Kalimantan Barat kini tengah bersiap menggema di tanah Papua. Sebanyak 206 anggota kontingen Kalimantan Barat resmi diberangkatkan menuju Manokwari untuk mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang berlangsung pada 18 hingga 28 Juni 2026.
Mereka bukan hanya membawa partitur lagu dan teknik vokal yang telah diasah berbulan-bulan, tetapi juga mengemban harapan besar untuk memperkenalkan wajah Kalimantan Barat yang kaya talenta, beriman, dan menjunjung tinggi persaudaraan.
Dari enam daerah, Kabupaten Mempawah, Kubu Raya, Sanggau, Sintang, Melawi, dan Kota Pontianak, para peserta datang dengan cerita dan mimpi yang sama. Sebanyak 166 penyanyi, 12 pelatih dan pianis, 22 official serta pendamping dari Biro Kesra dan Kantor Wilayah Kementerian Agama, ditambah enam personel kesehatan dan pendukung, akan mewakili Kalbar di panggung nasional.
Baca Juga: Musda LP3KD Kalbar Matangkan Persiapan Pesparani Nasional 2027
Pelepasan kontingen diwarnai pesan penuh makna dari Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Ia mengingatkan bahwa Pesparawi bukan semata perlombaan mengejar medali dan prestasi.
“Jadikan panggung Pesparawi Nasional di Manokwari sebagai bukti bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi seni dan talenta rohani yang luar biasa,” pesannya.
Bagi Norsan, setiap lantunan lagu gerejawi yang akan dibawakan peserta merupakan bentuk pelayanan dan kesaksian iman. Ajang ini menjadi ruang pembinaan mental dan spiritual sekaligus mempererat persaudaraan umat Kristiani dari seluruh Indonesia.
“Utamakan pelayanan dan puji-pujian kepada Tuhan di atas segalanya. Serahkan hasil akhirnya kepada para juri, karena yang terpenting adalah memberikan kesaksian dan pelayanan ibadah yang terbaik,” ujarnya.
Perjalanan menuju Manokwari sendiri tidak singkat. Kontingen diberangkatkan dalam dua sesi melalui Bandara Supadio Pontianak dengan transit di Balikpapan dan Makassar sebelum tiba di Papua Barat.
Baca Juga: Krisantus Kurniawan Beri Dukungan Penuh Persiapan Kontingen Kalbar Menuju Pesparawi Nasional XIV
Di balik perjalanan ribuan kilometer itu, para peserta juga mengemban misi sebagai duta budaya dan duta daerah. Gubernur meminta seluruh anggota kontingen menjaga sikap, kesehatan, dan kekompakan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
“Hormati adat istiadat dan budaya masyarakat setempat di Papua Barat. Ingatlah bahwa saudara-saudara sekalian membawa nama baik Kalimantan Barat di tingkat nasional,” tegasnya.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Kalimantan Barat, Frans Nazarius, menilai keikutsertaan Kalbar dalam Pesparawi Nasional XIV merupakan komitmen bersama pemerintah daerah dan gereja-gereja dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan berprestasi.
“Pesparawi Nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni budaya gerejawi, tetapi juga media pembinaan mental spiritual, penguatan karakter bangsa, pengembangan seni budaya, serta perwujudan persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis. Ia berharap seluruh peserta mampu menampilkan performa terbaik sekaligus menjaga semangat kebersamaan selama berada di Manokwari.
Baca Juga: Pesparawi 2025 Jadi Simbol Harmoni dan Toleransi di Kayong Utara
Ketika pesawat yang membawa rombongan lepas landas dari Pontianak, yang ikut terbang bukan hanya ratusan penyanyi dan pendamping. Di dalamnya ada doa, harapan, dan kebanggaan sebuah daerah yang ingin menunjukkan bahwa harmoni tidak hanya lahir dari nada-nada yang dinyanyikan, tetapi juga dari persatuan dan iman yang menyatukan seluruh anak bangsa. (*)
Editor : Hanif