Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Festival Bakcang di Taman Alun Kapuas: Rayakan Harmoni Lewat Seribu Bakcang Gratis

Mirza Ahmad Muin • Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:51 WIB
Wali Kota Pontianak saat menghadiri Festival Bakcang di Taman Alun Kapuas. (ISTIMEWA)
Wali Kota Pontianak saat menghadiri Festival Bakcang di Taman Alun Kapuas. (ISTIMEWA)

Festival 1000 Bakcang di Taman Alun Kapuas bukan sekadar pesta kuliner. Seribu bakcang dibagikan gratis sebagai simbol persatuan, keberagaman budaya, dan harapan menjadikan bakcang ikon kuliner khas Pontianak.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

AROMA ketan dan daun bambu menyelimuti Taman Alun Kapuas, Jumat (19/6). Di tengah keramaian warga yang mengantre, seribu bakcang dibagikan secara gratis. Bagi sebagian orang, bakcang hanyalah makanan tradisional. Namun di Pontianak, ia menjelma menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memandang bakcang lebih dari sekadar kuliner khas masyarakat Tionghoa. Di dalam balutan daun bambu itu, ia melihat filosofi tentang berbagai unsur yang menyatu dan saling melengkapi, sebagaimana kehidupan masyarakat Pontianak yang dihuni beragam suku, budaya, dan agama.

“Filosofi bakcang ini menunjukkan adanya keberagaman dan kebersamaan untuk kita bersatu, sama-sama membangun kota kita,” ujarnya saat membuka Festival 1000 Bakcang Tahun 2026.

Baca Juga: Festival Hari Bakcang 2026 Pecah di Waterfront Sungai Kapuas, Tradisi yang Terus Mengalir

Bagi Edi, Pontianak memiliki kekuatan besar pada keberagamannya. Kota di tepian Sungai Kapuas itu menjadi rumah bagi berbagai etnis dari seluruh penjuru Indonesia, bahkan mancanegara. Keberagaman tersebut, menurutnya, bukan sekadar fakta sosial, melainkan identitas budaya yang harus terus dirawat.

Di bawah rindangnya pepohonan Alun Kapuas, warga dari berbagai latar belakang tampak berbaur menikmati suasana festival. Anak-anak, orang tua, hingga wisatawan saling bercengkerama sembari mencicipi bakcang yang dibagikan panitia.

“Pontianak sekarang ini merupakan salah satu kota budaya, karena penduduknya terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang ada di Indonesia, bahkan dari mancanegara,” katanya.

Edi kemudian menyinggung Sungai Kapuas yang selama ratusan tahun menjadi urat nadi kehidupan kota. Dari sungai itulah perdagangan, perjumpaan budaya, dan berbagai tradisi tumbuh hingga membentuk wajah Pontianak saat ini. Karena itu, berbagai perayaan budaya, termasuk Festival 1000 Bakcang, perlu terus didukung dan dikolaborasikan.

“Kegiatan budaya seperti ini patut kita dukung dan kolaborasikan menjadi bagian dari kegiatan yang memberi dampak positif untuk keharmonisan dan toleransi warga,” jelasnya.

Baca Juga: Resep Rahasia dan Cara Membuat Bakcang Pontianak dari Nenek 87 Tahun yang Pecahkan Rekor

Lebih jauh, ia melihat bakcang memiliki potensi besar sebagai ikon kuliner baru Kota Pontianak. Menurutnya, makanan berbahan dasar ketan dengan aneka isian tersebut tidak semestinya hanya muncul saat perayaan tertentu, tetapi bisa hadir setiap hari sebagai sajian khas yang diburu wisatawan.

“Bisa juga nanti bakcang ini menjadi salah satu ciri khas makanan Kota Pontianak. Kalau ada tamu dari luar, bakcang ini ada di Kota Pontianak, tidak hanya saat festival, tetapi setiap hari,” ungkapnya.

Gagasan itu bukan tanpa alasan. Pontianak selama ini dikenal sebagai kota kuliner yang selalu dirindukan para pengunjungnya. Banyak tamu dari luar daerah kembali datang hanya untuk menikmati ragam cita rasa yang sulit ditemukan di tempat lain.

“Teman-teman yang datang dari luar kota atau dari daerah ke Pontianak selalu rindu dengan kulinernya. Mereka datang ke Pontianak hanya ingin menikmati kuliner-kuliner yang ada,” tuturnya.

Ketika seribu bakcang dibagikan gratis di tepi Kapuas, yang dibagikan sesungguhnya bukan hanya makanan. Ada pesan tentang kebersamaan, toleransi, dan keyakinan bahwa perbedaan dapat dirajut menjadi kekuatan bersama.

Seperti isian bakcang yang beragam tetapi menyatu dalam satu bungkus, demikian pula Pontianak terus merawat keberagamannya menjadi identitas kota budaya yang hangat dan penuh rasa. (*)

Editor : Hanif
#kuliner khas #Festival Bakcang #keberagaman budaya #pontianak #harmoni