Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Menilik Everyone Kafe Mengusung Konsep Literasi: Menyeruput Kopi Sembari Menjelajah Dunia Lewat Buku

Mirza Ahmad Muin • Kamis, 25 Juni 2026 | 10:37 WIB
Rizal Hamka berfoto bersama koleksi bukunya di kafe Everyone. (HARYADI/PONTIANAKPOST)
Rizal Hamka berfoto bersama koleksi bukunya di kafe Everyone. (HARYADI/PONTIANAKPOST)

Di Kota Pontianak memang sudah tersemat dengan kota seribu warung kopi. Namun ketika berada di Kafe Everyone, justru menawarkan sensasi berbeda. Pengunjung tidak sekadar minum kopi. Di sana pengunjung juga bisa membaca seribuan koleksi buku sang pemilik. Di Everyone serasa di perpustakaan. Buku best seller banyak dan bisa dibaca gratis

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Ketika masuk ke pintu Kafe Everyone, mata sudah dipandangkan dengan ratusan koleksi buku. Mulai dari jenis buku fiksi, non-fiksi, perjalanan sejarah, ensiklopedia hingga buku ilmiah. Dari salah satu rak, buku Madilog Tan Malaka terpajang.

Begitu juga dengan seri buku Pramoedya Ananta Toer. Tak hanya itu saja. Seri-seri buku dengan pemikiran dan tangan penulis terkenal juga ada di sana. Pengunjung tinggal pilih. Mau baca buku apa saja. Gratis.

Baca Juga: ACC Gelar Educlass Literasi Keuangan di Universitas Tanjungpura

Pemilik Everyone, Rizal Hamka sudah 20 tahunan menggeluti dunia literasi. Dari kecintaannya membaca sejak masih sekolah, kini membuatnya ingin mewujudkan hobi membacanya didampingkan dengan usaha kafenya.

“Saya itu senang baca sejak sekolah. Bahkan dulu, majalah yang saya beli tingginya bisa melebihi tinggi badan saya,” kenang Rizal sapaan akrabnya.

Keberadaan koleksian berbagai jenis buku di kafenya ini baru beberapa bulan berjalan. Konsep kafe dengan menyajikan banyak seri buku, memang belum ada di Kota Pontianak. Bahkan mungkin di Kalimantan Barat.

Untuk saat ini, total terdapat seribuan judul buku di kafenya. Ke depan rencana penambahan koleksi buku akan dilakukan kembali. Targetnya sampai lima ribu jenis judul buku.

Baca Juga: Tren Kopi Street di Kota Khatulistiwa: Cara Anak Muda Merawat Tradisi Ngopi Tanpa Sekat

“Kalau bisa sepuluh ribu buku. Tetapi ruangannya tidak cukup,” ujar pegiat ekonomi kreatif itu.

Buku dari penulis lokal juga banyak menghiasi rak buku di kafenya. Agar memudahkan pengunjung, berbagai jenis buku juga akan dibuatkan rak-rak khusus. Dengan demikian, pembaca semakin mudah  menemukan buku yang ingin dibaca.

Impian Rizal  malah lebih gila. Dia ingin, ketika pengunjung datang dan mencari buku sudah di seperti toko buku digital. Pengunjung tinggal mengetik judul buku dan nama penulis, kemudian akan muncul buku yang dicarinya.

Baca Juga: Buku Ensiklopedia Bangunan Cagar Budaya Kalbar Diluncurkan, Upaya Rawat Memori Kolektif dan Kisah Sejarah

Semua buku ini kata dia bisa dibaca oleh semua pengunjung. Tetapi tidak bisa dibawa pulang. Sedangkan buku-buku yang belum dibuka, ketika pengunjung tertarik juga bisa dibeli. Rizal menambahkan ketika konsep kafe dengan menyandingkan dengan literasi ini berjalan, pengunjung justru bertambah. Bahkan hingga dua kali lipat.  

Syeti, pengunjung mengaku senang ketika berada di sana. Menurutnya, kafe ini tenang. Padahal pengunjungnya juga ramai. Kebanyakan mereka memang kesini untuk menikmati sajian menu nyaman sekaligus membaca buku. Beberapa juga banyak menjadikan tempat ini sebagai tempat diskusi.

Dia baru kali pertama ke sini. Tampaknya tempat ini ke depan akan menjadi salah satu tempat favorit. Sebabnya karena di sini surganya buku. Terdapat banyak buku kesukaannya.

“Saya dari siang di sini, saking asyiknya membaca tak terasa sudah hampir Isya,” tutupnya tersenyum.(*)

Editor : Hanif
#minum kopi #buku #kafe #Ensiklopedia #warung kopi