Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pembukaan PLB Temajuk Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Warga, Banyak Keluarga Menggantungkan Hidup dari Ramainya Wisata Pantai

Fahrozi PP • Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:15 WIB
Pantai Temajuk di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, menjadi tumpuan ekonomi bagi banyak warga melalui usaha kuliner, penyewaan perlengkapan wisata, hingga jasa lainnya.  (FAHROZI/PONTIANAK POST)
Pantai Temajuk di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, menjadi tumpuan ekonomi bagi banyak warga melalui usaha kuliner, penyewaan perlengkapan wisata, hingga jasa lainnya. (FAHROZI/PONTIANAK POST)

Pembukaan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk bukan sekadar membuka jalur perbatasan, tetapi juga membuka harapan baru bagi warga pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari ramainya wisata pantai.

FAHROZI, TemajukSambas

MENJELANG sore, deretan pantai di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, mulai dipenuhi pengunjung. Anak-anak berlarian di bibir pantai, sebagian wisatawan menikmati semilir angin sambil memandangi laut yang membentang hingga perbatasan Indonesia-Malaysia. Di sela keramaian itu, Yandi berdiri di bawah rindangnya pepohonan, menunggu wisatawan yang hendak menyewa ban pelampung.

Di sampingnya, ban-ban berbagai ukuran tersusun rapi di dalam mobil. Benda sederhana itulah yang menjadi salah satu sumber penghidupan bagi keluarganya. Setiap pengunjung yang ingin bermain air bisa menyewa ban dengan tarif Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, tergantung ukurannya.

Baca Juga: Berkeliling PLB Temajuk, Harapan Baru Warga Perbatasan Sambas

Tak jauh dari lokasi Yandi, sang istri melayani pembeli di warung sederhana yang menjual aneka makanan ringan dan minuman. Aktivitas itu hampir dilakukan setiap hari. Rumah mereka hanya menjadi tempat beristirahat, sementara sebagian besar waktu dihabiskan di kawasan wisata.

"Saya biasanya menyewakan ban untuk pengunjung yang berenang di pantai, sedangkan istri jualan makanan dan minuman di kawasan Pantai Murni dan sekitarnya," ujar Yandi saat ditemui di lokasi.

Bagi Yandi, ramai atau sepinya pengunjung bukan sekadar soal suasana pantai. Kondisi itu menentukan besar kecilnya penghasilan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai pendidikan kedua anaknya.

Setiap sore ia datang lebih awal menyiapkan ban-ban sewaan. Sesekali anaknya ikut membantu selepas pulang sekolah. Kebersamaan itu menjadi rutinitas keluarga yang telah berlangsung cukup lama.

Baca Juga: Blank Spot Masih Ganggu Wisatawan di Temajuk, Internet Andalkan WiFi Berbayar

Kerajinan jadi Oleh-Oleh

Selain mengandalkan sektor wisata, Yandi dan istrinya juga memiliki usaha lain. Mereka membuat atap dari anyaman daun nipah atau daun sagu yang diperoleh dari sejumlah lokasi di Kecamatan Paloh. Saat ada pesanan, mereka bekerja bersama di rumah. Namun tak jarang mereka tetap membuat stok agar sewaktu-waktu bisa langsung dijual kepada pembeli.

"Kalau ada pesanan kami buat, tapi kadang juga disiapkan stok supaya kalau ada yang perlu sudah tersedia," katanya.

Harapan baru kini muncul seiring rencana pembukaan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk. Warga meyakini akses resmi lintas negara akan membawa lebih banyak wisatawan, terutama dari Malaysia, sehingga perputaran ekonomi masyarakat ikut meningkat.

Baca Juga: Tiga Air Terjun Dekat PLBN Aruk, Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi

Yandi pernah merasakan perubahan ketika kondisi jalan menuju Temajuk mulai membaik. Jika sebelumnya akses yang rusak membuat wisatawan enggan datang, kini jumlah pengunjung meningkat setelah infrastruktur diperbaiki. Dampaknya langsung terasa bagi pelaku usaha kecil di kawasan wisata.

"Kalau PLB resmi dibuka, kami berharap semakin banyak wisatawan datang ke Temajuk. Tentu kami yang berusaha di sini juga akan merasakan manfaatnya," ujarnya.

Harapan serupa disampaikan seorang warga asal Arung Parak, Kecamatan Tangaran, yang bekerja di sebuah restoran di tepi pantai. Baginya, semakin banyak wisatawan yang datang berarti semakin ramai pula warung makan tempatnya bekerja.

Menurutnya, pembukaan PLB Temajuk bukan hanya mempermudah mobilitas masyarakat perbatasan, tetapi juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi yang selama ini bergantung pada sektor pariwisata.

Baca Juga: Literasi Finansial, Kunci Kemajuan Petani Perbatasan di Temajuk

Pantai Daya Tarik Utama

Kepala Desa Temajuk, Agil, mengatakan pantai masih menjadi daya tarik utama wisata di wilayahnya. Keberadaan sejumlah objek wisata pesisir telah membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat, mulai dari pedagang makanan dan minuman, penyedia jasa sewa perlengkapan wisata, pekerja restoran, hingga pengelola kawasan pantai.

"Kalau objek wisata di Desa Temajuk memang pantai. Pengelolaan kawasan wisata ini membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Banyak warga yang menggantungkan hidupnya dari sektor wisata," katanya.

Bagi warga Temajuk, rencana pembukaan PLB bukan hanya soal hadirnya pintu resmi di kawasan perbatasan. Di baliknya tersimpan harapan akan semakin ramainya pantai, semakin banyak wisatawan yang singgah, dan semakin terbukanya peluang ekonomi bagi masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan laut dan pariwisata. (**)

Editor : Rafael B. Junior
#PLB Temajuk #wisata #hidup #ekonomi warga #pantai