Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Indonesia City Expo 2026 di Medan: Bawa Keladi Air dan Cita Rasa Kopi Menjemput Pasar Lebih Luas

Mirza Ahmad Muin • Jumat, 3 Juli 2026 | 05:17 WIB
Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengunjungi stan Kota Pontianak pada Indonesia City Expo 2026 di Medan. (ISTIMEWA)
Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengunjungi stan Kota Pontianak pada Indonesia City Expo 2026 di Medan. (ISTIMEWA)

Di tengah riuh Indonesia City Expo 2026 di Medan, Pontianak membawa lebih dari sekadar produk UMKM. Ada mimpi para perajin, aroma kopi khas kota, dan harapan lahirnya pasar baru yang berkelanjutan.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

DI ANTARA deretan stan yang memamerkan keunggulan daerah dari seluruh Indonesia dalam Indonesia City Expo (ICE) 2026 di Kota Medan, ada cerita tentang harapan yang dibawa Kota Pontianak. Bukan sekadar menata produk di etalase pameran, tetapi memperkenalkan identitas kota melalui karya tangan para pelaku usaha dan perajin lokal.

Sebuah pameran memang hanya berlangsung dalam hitungan hari. Namun bagi pelaku ekonomi kreatif, manfaat yang lahir dari pertemuan singkat itu bisa bertahan jauh lebih lama. Setiap pengunjung yang mampir, setiap percakapan yang terjalin, hingga setiap transaksi yang terjadi berpotensi membuka jalan baru bagi perkembangan usaha mereka.

Baca Juga: Sulikah Apresiasi UMKM Center Dekranasda Pontianak, Sebut Fasilitas Tertata Rapi dan Representatif

Indonesia City Expo yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menjadi panggung bagi Kota Pontianak untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulannya kepada masyarakat luas, pelaku usaha, investor, hingga pemerintah daerah lain.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melihat keikutsertaan dalam ICE bukan sekadar menghadirkan stan pameran, melainkan kesempatan strategis memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan wajah Pontianak kepada khalayak yang lebih luas.

“Kita ingin potensi Kota Pontianak semakin dikenal luas. Ketika investasi bertambah, UMKM berkembang, dan kerja sama antar daerah semakin kuat, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui tumbuhnya perekonomian dan meningkatnya kesejahteraan,” ujarnya saat mengunjungi stan Pemerintah Kota Pontianak, Selasa (1/7/2026).

Di balik produk-produk yang dipajang, tersimpan cerita panjang tentang kreativitas masyarakat Pontianak. Mulai dari kerajinan khas, produk ekonomi kreatif, hingga ragam kuliner daerah yang menjadi identitas kota di garis khatulistiwa.

Baca Juga: Ratusan Ribu UMKM Kalbar Belum Lindungi Merek, Kemenkum Perkuat Edukasi Lewat Pendamping Usaha

Bagi Pemerintah Kota Pontianak, semakin banyak orang mengenal potensi daerah berarti semakin besar peluang terbukanya investasi, kerja sama antardaerah, dan pasar baru bagi para pelaku usaha lokal.

Namun ICE tidak hanya menjadi etalase promosi. Forum tersebut juga menjadi ruang belajar bagi pemerintah kota dari berbagai penjuru Indonesia. Beragam inovasi pelayanan publik, transformasi digital, pengelolaan lingkungan, hingga strategi pembangunan ekonomi dipertemukan dalam satu arena.

Pengalaman itu menjadi bekal penting bagi Pontianak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebab keberhasilan sebuah daerah bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan layanan yang cepat, mudah, dan bermanfaat bagi warga.

Baca Juga: Terminal Kijing Buka Ekspor Perdana, UMKM Kalbar Masih Menunggu Akses Nyata

Menurut Edi, ukuran keberhasilan keikutsertaan dalam pameran bukanlah kemegahan stan yang ditampilkan. Yang jauh lebih penting adalah dampak yang dapat dirasakan masyarakat setelah kegiatan berakhir.

“Ketika produk lokal semakin diminati, investasi mulai berdatangan, dan inovasi pelayanan terus berkembang, di situlah sebuah pameran menjadi awal lahirnya peluang baru bagi Kota Pontianak dan warganya,” tuturnya.

Di salah satu sudut stan Pontianak, perhatian pengunjung tertuju pada kerajinan berbahan akar keladi air yang menjadi salah satu produk unggulan daerah. Para perajin tidak hanya memamerkan hasil karya, tetapi juga menunjukkan secara langsung proses pembuatannya.

Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengatakan pihaknya sengaja menghadirkan perajin agar pengunjung dapat melihat secara dekat nilai seni dan keterampilan yang terkandung dalam setiap produk.

Baca Juga: Malam Budaya “Suluh Bangsa” Kenang Pemikiran Buya Syafii Maarif, Pameran Diikuti 18 Perupa di Bantul

“Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana pembuatan produk dari keladi air di stan Kota Pontianak sembari menikmati kopi khas Pontianak dan makanan ringan ketika berkunjung,” ujarnya.

Aroma kopi yang menguar dari stan menjadi pengundang alami bagi para pengunjung. Mereka datang bukan hanya untuk melihat produk, tetapi juga merasakan pengalaman yang membawa suasana Pontianak ke tengah Kota Medan.

Optimisme pun tumbuh dari tingginya antusiasme pengunjung. Dekranasda berharap seluruh produk yang dibawa dapat terjual sekaligus membuka peluang pesanan berulang dari berbagai daerah.

Bagi para perajin, pameran ini bukan semata tentang penjualan hari ini. Mereka sedang menanam benih hubungan dengan calon pelanggan masa depan. Dan dari sebuah stan sederhana di Indonesia City Expo 2026, harapan itu perlahan menemukan jalannya menuju pasar yang lebih luas.(*)

Editor : Hanif
#keladi air #pameran #UMKM #Indonesia City Expo #medan