Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Sosok Misno; Si Peracik Suburnya Rumput Hijau Lapangan PSP, Setiap Pagi Mesti Mencabut Rumput Liar yang Tumbuh di Lapangan

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 14 Juli 2026 | 11:02 WIB
Misno dan rekan tengah melakukan perawatan rumput lapangan PSP. (MIRZA AHMAD MUIN/PONTIANAKPOST)
Misno dan rekan tengah melakukan perawatan rumput lapangan PSP. (MIRZA AHMAD MUIN/PONTIANAKPOST)

Kondisi rumput di Lapangan Keboen Sajoek (PSP) milik Pemerintah Kota Pontianak saat laga final pelaksanaan Piala Soeratin U15 begitu baik. Di balik cerita terjaganya rumput lapangan PSP, terdapat pemeliharaan rumput berkala yang dilakukan oleh Misno. Bagaimana cara Misno dan tim merawat rumput lapangan PSP itu?

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak 

Jalannya pertandingan sepak bola pada laga final Piala Soeratin U15 antara Gabsis Sambas melawan Kubu Raya United begitu baik. Alur bola berjalan mulus di lapangan PSP yang kondisi rumputnya kini begitu rata. Kerjasama dari lini ke lini sesuai penerapan taktik dan strategi masing-masing pelatih beradu di lapangan.

Teriakan kedua suporter pendukung menggema di bangku stadion. Dari bangku paling atas lapangan PSP, mata Misno memperhatikan pertandingan itu dengan nikmat. Diketahui, Misno adalah salah satu petugas perawat Lapangan PSP.

Baca Juga: Perbaikan Lapangan PSP Pontianak, Bahas Tarif Usai Rapat APBD 2025

Baiknya kondisi lapangan PSP saat ini, bukan tanpa perjuangan. Pemeliharaan rumput serta pemantauan kata dia dilakukan setiap hari. Lulusan sarjana olahraga itu, ketika melakukan pemeliharaan rumput, paling pertama dicek adalah rumput liar.

Menurutnya, rumput liar menjadi momok menakutkan baginya. Seperti di lapangan PSP ini, rumput liar bisa tumbuh di mana saja. Maka dari itu, ketika pengecekan pemeliharaan lapangan, pemantauan rumput liar ini dilakukan paling pertama.

Setiap hari disetiap sudut lapangan PSP rumput liar ditemukan Misno tumbuh. Kadang di sisi tepi lapangan, kadang ada juga tumbuh di bagian tengah. Agar tidak semakin menjalar tumbuh, dia pun mencabut rumput-rumput itu. Sebab jika dibiarkan, rumput liar akan menutupi rumput yang telah di pelihara di lapangan ini.

“Dalam sekali pengecekan saya bisa mengumpulkan satu ember rumput liar,” ungkapnya kepada Pontianak Post.

Baca Juga: Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Euforia Sepak Bola Dihadirkan dari Mabes hingga Polsek

Selain bahaya rumput liar tumbuh di lapangan, keadaan rumput lapangan juga mesti dijaga. Penyiraman rumput lapangan harus dilakukan rutin. Setiap pagi dan sore hari. Kemudian pemupukan rumput dilakukan berkala. Ketika pupuk ditabur juga harus merata. Tujuannya, agar rumput tetap terpelihara dan hijau.

Seperti kondisi rumput PSP saat ini, dipandangnya sudah baik. Namun diakuinya terdapat beberapa bagian yang masih kurang subur. Kemudian rumput tumbuh agak hitam. Itu akibat air yang digunakan berkarat. Namun itu tidak mengapa. Sebab ketika ditabur pupuk, maka rumput akan kembali hijau dan subur.

Pasca pemupukan, lapangan tidak boleh digunakan. Minimal tiga hari. Setelah tiga hari, lapangan baru bisa digunakan kembali. Baginya, melihat rumput lapangan sepak bola tumbuh dengan subur, menjadi kepuasan tersendiri oleh Misno.

Terlebih ketika menyaksikan laga final, atau pertandingan resmi. Permainan sepak bola yang dimainkan oleh kedua tim dapat berjalan dengan bagus. Salah satu pendukungnya adalah kondisi lapangan dan rumput yang baik. Tidak lagi ada becek.(*)

Editor : Hanif
lapangan PSP perawatan rumput pontianak sepak bola