Penyelamatan wisatawan ketika terjadi kecelakaan di air harus dimiliki oleh tenaga pendamping dan pegiat wisata. Pada hari terakhir pelatihan peningkatan keselamatan wisata yang digelar Disporapar Kalbar kemarin, juga dilakukan praktek bagaimana tahapan penyelamatan korban kecelakaan di Sungai Kapuas
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
AIR Sungai Kapuas tampak surut pada Kamis pagi kemarin. Namun tidak menyurutkan ke 30 peserta pelatihan peningkatan keselamatan wisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kalbar untuk melakukan praktek penanganan kecelakaan wisatawan di air.
Lokasi Sungai Kapuas diambil sebagai tempat praktek tersebut. Hari itu, para peserta didampingi oleh tim ahli dari Basarnas, PMI dan Disporapar. Mereka langsung melakukan uji praktek penanganan korban kecelakaan di Sungai Kapuas.
Dari 30 peserta itu, dibagi dua. Kemudian kedua kelompok ini masing-masing bertugas sebagai tim penyelamat korban. Kemudian sisanya berperan sebagai korban kecelakaan di air. Pantauan Pontianak Post saat praktik penyelamatan dilakukan, tampak peserta sudah sigap.
Penggunaan alat-alat keselamatan di air digunakan. Tidak lupa, alat-alat untuk penyelamatan korban di air lengkap, dibawa ke dalam perahu speed. Ketika simulasi penolongan korban kecelakaan air dilakukan, beberapa korban telah berada di Sungai Kapuas. Tangan dari salah satu korban menunjukkan sinyal untuk meminta bantuan kepada tim penyelamat.
Dari kejauhan, speed berkecepatan tinggi langsung datang menyelamatkan korban kecelakaan. Setelah speed mendekat, tim penyelamat langsung memberi pertolongan cepat. Dimulai dari melemparkan pelampung tali. Setelah korban memegang pelampung, barulah aksi penyelamatan dilakukan dengan cara menaikkan korban ke atas speed.
Setelah korban dalam posisi aman di dalam speed, barulah speed menuju ke tepian Sungai Kapuas, untuk memberikan pertolongan lanjutan. Dimulai dari pengecekan kesadaran korban, jalan napas, pernapasan dan sirkulasi. Ketika korban mengalami kesulitan nafas, tim langsung melakukan resusitasi jantung paru.
Tak lupa, tim juga menjaga suhu tubuh korban agar tetap hangat dengan selimut. Setelah itu, tim penyelamat langsung membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat dengan menggunakan mobil ambulan.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disporapar Kalbar Rita Hastarita menjelaskan salah satu prioritas di dalam pengelolaan pariwisata adalah keselamatan wisatawan.
“Hari ini kita melakukan pelatihan pertama penyampaian materi secara teori pada pelaku usaha, kelompok sadar wisata serta komunitas wisata, dimana kami melibatkan Basarnas, BMKG dan PMI. Di dalam materi yang kami sampaikan pertama terkait keselamatan wisatawan sebagai prioritas kami ada tiga yakni ketersediaan sarana keselamatan misalnya alat pelindung diri (apd) helm apar dan P3K lalu SDM yang kompeten,” katanya.
Baca Juga: APBD Kalbar 2027 Diproyeksikan Rp5,80 Triliun, Fokus ke SDM dan Ekonomi
“Melalui pelatihan ini kita menciptakan SDM yang kompeten dimana kita berharap dengan pelatihan ini pelaku usaha bisa menyediakan keselamatan wisatawan dimana pemandunya sudah dilatih.”
Khususnya pada sesi ini untuk wisata tirta di air karena wisata ini termasuk dalam resiko tinggi. Di simulasi ini peserta secara serius melaksanakan simulasi dan hasil evaluasi di lapangan mereka bisa melakukan penanganan terhadap pertolongan pertama pada kecelakaan baik itu tanpa peralatan maupun dengan peralatan.
Setelah ini pihaknya akan melakukan pelatihan untuk teman-teman pegiat wisata maupun kelompok sadar wisata dengan mengkhususkan kepada pengelolaan destinasi wisata baik keselamatan maupun tata kelola yang baik untuk pengelolaan pariwisata.
“Bagi kami kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan wisatawan. Sebab cukup banyak wisatawan yang datang di wisata air. Ke depan dalam penyelamatan kecelakaan di air kami semakin sigap,” kata salah satu peserta, Jabir.(*)
Editor : Hanif