Propam Polda Kalbar Edukasi Pelajar Bijak Bermedia Sosial, Dorong Pelajar Belajar Integritas Lewat Jejak Digital Sehari-hari

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 11:52 WIB
Kaur Litpers Subbid Paminal Bidpropam Polda Kalbar, AKP Jatmiko memberikan edukasi kepada pelajar SMKN 1 Pontianak, Kamis (30/7). (ISTIMEWA)
Kaur Litpers Subbid Paminal Bidpropam Polda Kalbar, AKP Jatmiko memberikan edukasi kepada pelajar SMKN 1 Pontianak, Kamis (30/7). (ISTIMEWA)

Di ruang kelas, pelajar belajar bahwa integritas tidak hanya diuji saat ujian, tetapi juga ketika menekan tombol unggah. Polda Kalbar mengajak generasi muda membangun budaya digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

DI TENGAH derasnya arus informasi digital, ruang kelas tak lagi sekadar menjadi tempat belajar matematika atau bahasa. Di SMKN 1 Pontianak, Kamis (30/7), puluhan pelajar diajak memahami bahwa setiap unggahan, komentar, hingga pesan yang mereka bagikan di media sosial merupakan bagian dari jejak digital yang akan melekat dalam perjalanan hidup mereka.

Suasana kelas berubah menjadi ruang diskusi ketika Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Kalimantan Barat menggelar program Propam Menyapa Generasi Muda: Membangun Integritas, Bijak Bermedia Sosial, dan Peduli Keterbukaan Informasi. Sebanyak 44 siswa kelas X dan XI bersama guru pendamping mengikuti kegiatan yang menghubungkan nilai kejujuran dengan tantangan kehidupan digital masa kini.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Intensifkan Edukasi Konservasi, Nelayan Diimbau Lindungi Penyu Sisik dan Satwa Laut Dilindungi

Bagi para pelajar, materi yang disampaikan bukan sekadar nasihat. Mereka diajak memahami bagaimana integritas dibangun sejak usia sekolah, termasuk melalui kebiasaan sederhana seperti tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Kaur Litpers Subbid Paminal Bidpropam Polda Kalbar, AKP Jatmiko menjelaskan, integritas merupakan fondasi penting bagi setiap warga negara, termasuk generasi muda yang kelak menjadi pemimpin di berbagai bidang.

Selain memperkenalkan tugas dan fungsi Bidpropam sebagai pengawas internal Polri, ia juga menjelaskan mekanisme penyampaian pengaduan apabila masyarakat menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum anggota kepolisian. Menurutnya, setiap laporan harus disampaikan melalui saluran resmi dengan didukung fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pemahaman mengenai keterbukaan informasi publik dan etika bermedia sosial kemudian diperdalam oleh Ipda Syamsul Munir. Di hadapan para siswa, ia mengajak mereka menerapkan prinsip "Saring Sebelum Sharing", sebuah pesan sederhana yang dinilai semakin relevan di tengah maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi.

Baca Juga: Polres Landak Edukasi Pelajar SMAN 1 Ngabang untuk Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

Para pelajar juga diajak mengenali berbagai risiko di ruang digital, mulai dari cyberbullying, ujaran kebencian, penipuan daring, hingga penyalahgunaan data pribadi. Kesadaran tersebut dinilai penting agar media sosial tidak menjadi ruang yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menegaskan bahwa edukasi kepada generasi muda merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang sadar hukum dan bertanggung jawab di ruang digital.

"Pelajar memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Kalbar berharap sekolah tidak hanya melahirkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang mampu menjaga integritas di dunia nyata maupun dunia digital. Sebab, di era ketika satu unggahan dapat menyebar dalam hitungan detik, karakter menjadi benteng pertama yang melindungi masa depan.

Sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, Polda Kalbar juga mengingatkan bahwa layanan Call Center 110 dapat dimanfaatkan untuk memperoleh bantuan kepolisian secara cepat, mudah, dan responsif. (*)

Editor : Hanif
media sosial polda kalbar digital edukasi pelajar Tangkal Hoaks