Di tengah gempuran motor modern, KHAMBEC tetap eksis selama 31 tahun sebagai rumah bagi pecinta Honda C50, C70, dan C90 di Pontianak. Komunitas ini membuktikan motor klasik bukan sekadar kendaraan, tetapi perekat persaudaraan dan ruang merawat nostalgia lintas generasi.
HARYADI, Pontianak
DI saat sepeda motor modern terus membanjiri jalanan, komunitas pecinta motor bebek klasik di Pontianak justru membuktikan bahwa nilai persaudaraan dan nostalgia mampu bertahan melampaui zaman. Selama 31 tahun, Khatulistiwa Motor Bebek Club (KHAMBEC) tetap eksis menjadi wadah para pencinta Honda C50, C70, dan C90 untuk menjaga warisan otomotif sekaligus mempererat silaturahmi.
Didirikan pada 1995, KHAMBEC kini memiliki 35 anggota aktif serta lebih dari 20 simpatisan yang berasal dari beragam profesi. Bagi mereka, motor lawas bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang menyatukan orang-orang dengan kecintaan yang sama.
Baca Juga: Astra Motor Kalbar Ajak Masyarakat Hidup Sehat Lewat Terbirit Birit Fun Run 5K
Ketua KHAMBEC, Budi Satriadi, mengatakan komunitasnya secara rutin menggelar touring sedikitnya dua kali setiap tahun. Seluruh agenda perjalanan ditentukan melalui musyawarah bersama maupun inisiatif para anggota.
Menurutnya, keselamatan menjadi prinsip utama setiap perjalanan yang dilakukan komunitas.
"Prinsip utama kami saat mengaspal adalah safety bike and human. Keselamatan kendaraan dan pengendara adalah hal mutlak. Jika ada anggota yang mendadak sakit di perjalanan, pertolongan pertama langsung diberikan sebelum dievakuasi ke tempat yang lebih kondusif," ujar Budi.
Ia menjelaskan, KHAMBEC membuka pintu bagi siapa saja tanpa memandang usia, selama memiliki minat terhadap motor Honda seri C.
Baca Juga: Astra Motor Kalbar Bagikan Tips Touring Aman bagi Pelajar
Menariknya, meski belum memiliki anggota yang masuk kategori lanjut usia, sebagian besar anggota kini telah berada pada usia pra-lansia. Namun justru kelompok usia tersebut menjadi peserta paling aktif dalam berbagai kegiatan touring.
"Kalau kategori lansia memang belum ada, tapi yang masuk usia pra-lansia sudah ada beberapa. Anggota yang mendekati usia lansia ini justru yang paling sering ikut touring karena memiliki waktu lebih luang. Anggap saja kami ini komunitas yang menolak tua," katanya sambil tertawa.
Bagi para anggota, komunitas bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk bertukar pengetahuan mengenai restorasi, modifikasi, hingga berburu suku cadang motor klasik.
Baca Juga: Vespa Klasik Kini Bisa Jadi Motor Listrik Tanpa Ubah Tampilan Asli
Salah seorang anggota, Ino, mengaku telah menyukai Honda C70 jauh sebelum bergabung dengan KHAMBEC pada 2022. Setelah menjadi bagian dari komunitas, pengetahuannya mengenai motor klasik semakin berkembang.
Menurutnya, ketersediaan suku cadang Honda C70 di Pontianak masih tergolong baik sehingga proses restorasi maupun modifikasi relatif mudah dilakukan.
"Mendapatkan spare part Honda C70 di Pontianak sebenarnya lebih mudah dibandingkan daerah lain. Jadi modifikasi rangka maupun aksesori tidak begitu sulit, tinggal disesuaikan dengan keinginan pemilik," jelasnya.
Ia mengatakan berbagai perubahan pada rangka hingga aksesori dapat dilakukan sesuai selera tanpa menghilangkan karakter motor tersebut.
Baca Juga: Honda Catat Rekor Dunia, Produksi Sepeda Motor Tembus 500 Juta Unit
Tingginya minat terhadap motor klasik juga berdampak pada nilai jualnya. Di Pontianak, satu unit Honda C70, baik yang dipertahankan dalam kondisi orisinal maupun yang telah dimodifikasi dengan baik, kini dipasarkan pada kisaran Rp10 juta hingga Rp12 juta.
Menurut Ino, harga tersebut sebanding dengan nilai sejarah, nostalgia, serta karakter berkendara yang dimiliki motor legendaris tersebut.
Motor Warisan yang Menjadi Teman Hidup
Bagi Rainal Bonanza atau akrab disapa Een, Honda C70 bukan sekadar koleksi, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang penuh kenangan.
Pria yang akan memasuki usia 51 tahun itu mulai mengenal dunia motor klasik setelah lulus SMA pada 1994. Saat itu ia menerima warisan sebuah Honda C70 tipe sport milik orang tuanya.
Motor tersebut sempat lama terbengkalai dalam kondisi berkarat sebelum akhirnya diperbaiki di bengkel. Dari proses restorasi itulah Een mulai menyadari nilai historis yang dimiliki motor tersebut.
"Dahulu pada masa jayanya, siapa saja yang memiliki Honda 70 bisa digolongkan memiliki status sosial terpandang di masyarakat," kenangnya.
Kecintaannya terhadap motor klasik semakin tumbuh setelah bertemu sahabatnya, Iwan, yang memiliki hobi serupa. Dari obrolan tentang motor, hubungan dengan teman-teman lama kembali terjalin hingga akhirnya ia bergabung dengan KHAMBEC.
Bagi Een, Honda C70 merupakan motor pertama yang memiliki nilai emosional sangat tinggi.
"Motor ini seperti istri kedua," ujarnya sambil tersenyum.
Ia mengaku telah melalui berbagai pengalaman bersama motor kesayangannya, mulai dari mogok di tengah perjalanan hingga mengalami kecelakaan akibat ditabrak kendaraan dari belakang.
Perjalanannya sebagai pecinta motor klasik juga sempat terhenti pada 2010 ketika motornya tidak digunakan selama tiga tahun. Namun dorongan dari sahabatnya membuat semangatnya kembali tumbuh hingga aktif mengikuti berbagai kegiatan touring bersama KHAMBEC.
Bagi Een, touring menjadi cara paling efektif menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas pekerjaan sekaligus menikmati kebersamaan dengan sesama anggota komunitas.
Pengalamannya menjelajah menggunakan Honda C70 pun tidak sedikit. Di luar Kalimantan, ia pernah melakukan perjalanan hingga Pulau Madura. Sementara di Pulau Kalimantan, ia telah menempuh perjalanan darat sampai Samarinda, Kalimantan Timur.
Di Kalimantan Barat sendiri, hampir seluruh kabupaten telah ia datangi menggunakan motor klasiknya.
Meski demikian, perjalanan jauh tidak selalu berjalan mulus. Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi saat ia mengalami kecelakaan karena kelelahan dan mengantuk ketika berkendara pada malam hari di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Ia terjatuh di lokasi yang berada tepat di tepi jurang. Beruntung, insiden tersebut tidak merenggut nyawanya.
Dari seluruh rute yang pernah dilalui, jalur Pantai Utara (Pantura) Kalimantan Barat tetap menjadi destinasi favoritnya.
"Jalur favorit saya ke arah Pantura. Selain pemandangan alamnya indah, di sepanjang jalur itu banyak teman dan keluarga. Jadi selain berwisata, touring juga menjadi sarana menjaga silaturahmi," ungkapnya.
Menyadari usia yang tidak lagi muda, Een mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan jauh.
Menurutnya, beristirahat penuh sehari sebelum keberangkatan menjadi kunci agar tubuh tetap bugar dan konsentrasi tetap terjaga selama berkendara.
"Istirahat total sehari sebelum keberangkatan menjadi kebiasaan saya. Hal ini sangat membantu memastikan kondisi tubuh tetap prima dan fokus selama menempuh perjalanan," tuturnya.
Bagi anggota KHAMBEC, suara mesin Honda C70 yang sederhana bukan hanya membangkitkan nostalgia. Lebih dari itu, motor klasik telah menjadi perekat persahabatan lintas generasi yang terus bertahan di tengah perubahan zaman. (**)
Editor : Hanif