MTQ ke-34 Kalbar: Peringkat Turun, LPTQ Pontianak Didesak Berbenah

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:28 WIB
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan saat hadir di penutupan MTQ ke-34 Kalbar di Kayong Utara. (ISTIMEWA)
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan saat hadir di penutupan MTQ ke-34 Kalbar di Kayong Utara. (ISTIMEWA)

Kafilah Pontianak turun ke peringkat III MTQ Kalbar 2026. Di balik hasil itu, muncul pekerjaan rumah LPTQ memperkuat pembinaan sebelum Pontianak menjadi tuan rumah dan membidik kembali gelar juara umum.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

PANGGUNG Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara telah berakhir, tetapi pekerjaan rumah bagi Kota Pontianak justru baru dimulai. Kafilah Pontianak harus puas di posisi ketiga, turun satu tingkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Hasil tersebut menempatkan Kabupaten Kubu Raya sebagai juara umum, disusul Kabupaten Mempawah di peringkat kedua. Pontianak melengkapi capaian dengan menjadi juara kedua pawai taaruf mobil hias dan meraih harapan tiga kategori stand pameran.

Baca Juga: Kubu Raya Juara Umum MTQ Kalbar dengan Anggaran Terbatas, Bupati Siapkan Umrah bagi Peraih Emas

Penurunan peringkat itu kini menjadi alarm bagi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Pontianak. Apalagi, tahun depan Pontianak dipercaya menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi. Targetnya bukan sekadar tampil sebagai penyelenggara, tetapi mengembalikan ambisi lama untuk merebut gelar juara umum.

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menilai hasil di Kayong Utara harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Menurutnya, target juara umum tidak cukup hanya dibicarakan menjelang perlombaan, tetapi harus dibangun melalui pembinaan jauh sebelum peserta naik ke panggung kompetisi.

“Tim LPTQ Kota Pontianak sudah seharusnya melakukan evaluasi terhadap hasil dari MTQ Tingkat Provinsi Kalbar di Kayong Utara. Target kafilah Kota Pontianak di MTQ bisa meraih juara umum. Namun hasil ini justru turun peringkat,” ungkap Satarudin, Senin (10/8).

Jika pada MTQ tahun sebelumnya Pontianak masih berada di posisi kedua, tahun ini posisinya melorot menjadi ketiga. Bagi Satarudin, selisih satu peringkat tersebut semestinya tidak dipandang sekadar sebagai hasil akhir, melainkan petunjuk untuk mencari bagian pembinaan yang belum maksimal.

Baca Juga: LPTQ Minta LO Proaktif Bangun Komunikasi agar Kendala Kafilah Cepat Terselesaikan di MTQ XXXIV Kalbar

Ia meminta evaluasi dilakukan secara rinci, mulai dari kualitas sumber daya manusia, pola latihan, kesiapan mental peserta, hingga dukungan anggaran. Setiap persoalan, menurut dia, harus ditemukan akar masalahnya agar pembinaan tidak berjalan dengan pola yang sama dari tahun ke tahun.

“Jika persoalannya anggaran, ini bisa didiskusikan ketika pengajuan program. Jika persoalannya ada di SDM sudah semestinya dilakukan peningkatan,” katanya.

Menurut dia, sistem seleksi di Kota Pontianak sebenarnya telah berjalan berjenjang. Peserta terlebih dahulu mengikuti seleksi dari tingkat kecamatan, kemudian berlanjut ke tingkat kota. Para peraih posisi terbaik selanjutnya menjadi bagian dari kafilah Pontianak untuk bertanding di tingkat provinsi.

Baca Juga: Kafilah Pontianak Juara III MTQ ke-34 Kalbar

“Peluang-peluang yang saat ini hanya meraih juara dua di setiap kategori dapat ditingkatkan latihannya. Begitu juga dengan peraih juara tiga, bila selisih poin tak begitu jauh dengan peraih juara satu dan dua, pembinaannya dapat digenjot,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan memilih melihat capaian peringkat ketiga dari sisi perjuangan para kafilah. Ia menyampaikan apresiasi kepada peserta, pelatih, official, pendamping, LPTQ, perangkat daerah, orang tua, dan masyarakat yang memberikan dukungan selama pelaksanaan MTQ.

“Juara III ini harus kita syukuri. Para peserta sudah berusaha dan memberikan kemampuan terbaik. Yang terpenting, semangat mencintai dan membumikan Al-Qur’an harus terus kita jaga,” kata Bahasan usai penutupan MTQ, Sabtu (8/8/2026) malam.

Namun, apresiasi itu tidak berarti hasil tersebut berhenti sebagai catatan prestasi. Bahasan memastikan capaian di Kayong Utara akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan berbagai cabang, mulai dari tilawah, tahfiz, qiraat, kaligrafi hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an.

“Kita akan evaluasi bersama. Apa yang sudah baik kita pertahankan, yang masih perlu diperkuat akan kita benahi. Pembinaan harus terus berjalan, tidak hanya menjelang lomba,” jelasnya.

Bagi Pontianak, momentum evaluasi semakin penting karena kota ini akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun depan. Status tuan rumah membuat tuntutan terhadap kafilah menjadi berlapis: sukses menggelar acara sekaligus mampu menunjukkan prestasi di hadapan daerah-daerah peserta.

Bahasan pun mengajak seluruh kafilah tidak larut dalam hasil tahun ini. Menurutnya, peringkat ketiga harus menjadi bahan bakar untuk berlatih lebih keras, terlebih ketika Pontianak mendapat kesempatan tampil di rumah sendiri pada pelaksanaan berikutnya.

“Terima kasih kepada seluruh kafilah Kota Pontianak. Tetap semangat, terus berlatih, dan jadikan hasil ini sebagai motivasi. Insya Allah tahun depan, saat Pontianak menjadi tuan rumah, kita bisa tampil lebih baik lagi,” pungkasnya. (*)

Editor : Hanif
MTQ ke-34 Kalbar Kafilah Pontianak pontianak LPTQ