Kopi Liberika Sendoyan Tembus 100 Hektare, Dedi A. Khansa Raih Penghargaan

Siti Sulbiyah • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:31 WIB
Dedi A. Khansa saat menerima penghargaan atas dedikasinya sebagai inisiator Gerakan Tanam Kopi Liberika Sendoyan serta upayanya mendorong produk turunan lada di Kabupaten Sambas. (ISTIMEWA)
Dedi A. Khansa saat menerima penghargaan atas dedikasinya sebagai inisiator Gerakan Tanam Kopi Liberika Sendoyan serta upayanya mendorong produk turunan lada di Kabupaten Sambas. (ISTIMEWA)

Dedi A. Khansa menjadi salah satu penerima penghargaan dari Gubernur Kalimantan Barat pada momentum HUT ke-81 RI. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasinya sebagai inisiator Gerakan Tanam Kopi Liberika Sendoyan serta upayanya mendorong hilirisasi produk turunan komoditas lada di Kabupaten Sambas.

SITI SULBIYAH, Pontianak

SENYUM sumringah tampak di wajah Dedi saat menerima penghargaan di Gedung Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, Senin (17/8). Penghargaan itu menjadi apresiasi atas gerakan penanaman kopi liberika yang kini telah mencapai lebih dari 100 hektare dan melibatkan petani, kelompok tani (poktan), hingga gabungan kelompok tani (gapoktan) di Desa Sendoyan.

"Sangat bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan dari Gubernur Kalbar. Ini menjadi motivasi dan semangat bagi kami di Desa Sendoyan," ujarnya.

Baca Juga: HUT ke-81 RI, Kapolda Alberd Teddy Teguhkan Komitmen Jaga Kalbar Tetap Aman

Menurut Dedi, sejak 1970-an Sendoyan dikenal sebagai salah satu sentra kopi. Namun, seiring waktu, luas perkebunan kopi di daerah tersebut terus menyusut hingga hanya tersisa beberapa hektare.

"Kondisi ini menjadi perhatian untuk dikembalikan kejayaannya karena kesuburan lahan cocok, luas, dan permintaan kopi liberika serta harganya cukup tinggi," katanya.

Melihat potensi tersebut, Dedi bersama petani membentuk Kelompok Pertanian (poktan) Batu Layar Sejahtera sebagai kelompok percontohan. Dari kelompok tersebut kemudian dikembangkan Gerakan Tanam Kopi Liberika Sendoyan yang mendapat sambutan dari petani dan gapoktan di wilayah tersebut.

Poktan dan program gerakan tanam Liberika Sendoyan disambut baik petani di daerah itu dengan diluncurkannya program gerakan tanam tersebut pada 2023. Pada tahap awal, petani menanam dengan bibit lokal. Namun, di akhir 2024 atas dukungan dari Disbunnak Kalbar dan BPTP Pontianak mendapat bantuan bibit kopi liberika unggul atau bersertifikat dari Kementan RI.

Baca Juga: ‎Petani Kalbar Didorong Tingkatkan Produksi, Tani Merdeka Sebut Kepastian Harga Gabah Jadi Modal Penting

Gerakan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sambas, Pemerintah Desa Sendoyan, penyuluh, PLN UID Kalbar, hingga Bank Indonesia Kalbar.

Tak berhenti pada peningkatan produksi, Dedi bersama kelompok tani juga berupaya membangun pasar kopi liberika. Salah satunya melalui kerja sama dengan pelaku usaha kopi di Kota Pontianak, 101 Coffee House. Kerja sama tersebut memberikan kepastian pasar dan harga bagi petani. Dengan begitu, petani memiliki daya tawar yang lebih baik sekaligus mendapatkan alternatif sumber pendapatan dari komoditas kopi.

Selain kopi liberika, Dedi juga menjadi inisiator pengembangan produk turunan lada. Komoditas tersebut kini diolah menjadi lada bubuk dalam kemasan dengan merek Lada Batu Layar.

Baca Juga: Festival Kopi Liberika Sendoyan Kenalkan Kopi Lokal Kebanggaan Sambas

Pengembangan produk tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lada sekaligus mendorong kemandirian daerah dalam menyediakan produk olahan dari hasil pertanian lokal.

"Atas inisiasi ini, produk lada bubuk alhamdulillah sudah menjadi bukan hanya produk unggulan desa, namun sudah menjadi produk unggulan Kabupaten Sambas melalui SK Bupati," imbuhnya

Dengan berbagai dukungan dan kolaborasi pihak terkait, kini usaha tersebut bertransformasi menjadi Sentra IKM Lada Sambas di Desa Sendoyan. Sentra tersebut kini tercantum dalam amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara. Hadirnya bangunan dengan total pagu hampir mencapai Rp6 miliar tersebut sebagai upaya hilirisasi produk komoditas lada untuk skala ekspor.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Rino Anteno Tenggo, mengucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan Gubernur Kalbar dalam bidang peternakan dan perkebunan.

Ia menambahkan bahwa penghargaan yang ada bukan hanya sekadar seremonial, namun ke depan berdampak nyata dan berkelanjutan. Tidak kalah penting, menurutnya dilakukan pembinaan untuk sinergi membangun Kalbar.

"Pesan Gubernur Kalbar, tidak berhenti di sini dan akan kita bina. Harapan kita untuk bersama-sama membangun Provinsi Kalbar," harapnya.(*)

Editor : Hanif
Dedi A. Khansa penghargaan Gubernur Kalbar kopi liberika Sendoyan Hilirisasi lada Lada Sambas