Wagub Krisantus Soroti Internet di Temajuk: PLB Sudah Dibuka, Tapi Sinyal di Hape Kosong

Fahrozi PP • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:32 WIB
Ratusan warga menghadiri pembukaan kembali PLB Temajuk–Teluk Melano di Kabupaten Sambas, Jumat (21/8).  (FAHROZI/PONTIANAK POST)
Ratusan warga menghadiri pembukaan kembali PLB Temajuk–Teluk Melano di Kabupaten Sambas, Jumat (21/8). (FAHROZI/PONTIANAK POST)

Persoalan minimnya sinyal seluler di Temajuk perlu segera dicarikan solusi. Terlebih, Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk–Teluk Melano telah resmi dibuka kembali.

FAHROZI, Sambas

Pemandangan tak biasa terjadi saat Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan tiba di Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Di kawasan perbatasan yang kembali menjadi pintu perlintasan Indonesia–Malaysia itu, telepon genggamnya justru tak mendapat sinyal seluler.

Masyarakat dan pendatang di Temajuk masih mengandalkan voucher WiFi untuk mendapatkan akses internet dan berkomunikasi. Kondisi ini menjadi sorotan Krisantus saat menghadiri soft launching reaktivasi Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk–Teluk Melano, Jumat (21/8).

Baca Juga: Jelang Soft Launching, Kapolres Sambas Tinjau Kesiapan PLB Temajuk di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Ia meminta persoalan jaringan telekomunikasi segera dicarikan solusi, terlebih setelah jalur Temajuk–Teluk Melano kembali dibuka. “Tadi saat tiba (di Temajuk), pegang handphone, tak ada sinyalnya. Jadi sinyal (agar bisa berkomunikasi) beli kertas (voucher WiFi),” kata Krisantus.

Ia berharap masyarakat dan wisatawan dapat menggunakan jaringan seluler tanpa bergantung pada voucher WiFi. “Saya ingin tak pakai kertas. Jadi kepada BNPP untuk bisa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan kementerian terkait. Saya juga mantan Anggota DPR RI, jadi hal itu bisa dibicarakan dengan kementerian terkait,” ujarnya.

Menurut Krisantus, jaringan komunikasi perlu menjadi perhatian karena Temajuk kini memiliki posisi strategis sebagai kawasan perbatasan.

Temajuk Bertransformasi Jadi Wilayah Terdepan

Krisantus mengaku baru pertama kali mengunjungi Temajuk. Ia menilai kawasan tersebut memiliki keindahan alam dan potensi pariwisata yang besar. “Rupanya Temajuk sebuah tempat yang memiliki alam yang indah, luar biasa. Apalagi jika dikembangkan menjadi lebih baik ke depan terutama dalam hal pariwisata,” katanya.

Baca Juga: PLB Temajuk Sambas Siap Diresmikan BNPP 21 Agustus, Ini Harapannya

Ia menyebut reaktivasi PLB Temajuk–Teluk Melano sebagai momentum penting bagi masyarakat Sambas dan hubungan Indonesia–Malaysia. Menurutnya, Temajuk yang selama ini dikenal sebagai wilayah paling ujung kini harus dipandang sebagai wilayah terdepan Indonesia karena berbatasan langsung dengan Malaysia.

Krisantus juga menekankan pentingnya kerja sama Indonesia dan Malaysia dalam mengembangkan kawasan perbatasan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara. “Orang Indonesia bisa jualan ke Malaysia, orang Malaysia juga bisa datang ke Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Tiga Ancaman di Perbatasan Aruk Jadi Sorotan Kapolres Sambas, Narkotika hingga PMI Ilegal

Targetkan Jadi PLBN

Sekretaris BNPP RI Komjen Pol Makhruzi Rahman mengatakan, salah satu tugas BNPP adalah menjaga kedaulatan wilayah perbatasan serta menyelesaikan segmen perbatasan Indonesia yang belum tuntas. Saat ini, Indonesia memiliki 15 pos lintas batas negara. Sementara Temajuk–Teluk Melano masih berstatus PLB.

Makhruzi berharap status tersebut dapat ditingkatkan menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) pada 2027. Saat ini, Inpres terkait pengembangan tersebut masih berproses di Sekretariat Negara.

“Mudah-mudahan di 2027, yang saat ini Inpresnya sedang berproses di Setneg, bisa berkembang menjadi PLBN. Mari bersama-sama berdoa, nanti di 2027 PLB Temajuk bisa menjadi Pos Lintas Batas Negara,” katanya. Selain Temajuk, pembangunan pos perbatasan juga direncanakan di Kabupaten Sintang. Jika kesepakatan Indonesia dan Malaysia tercapai, pos tersebut akan dibuka di Sungai Kelik.

Bupati Sambas H Satono mengatakan, pembukaan kembali jalur Temajuk–Teluk Melano tidak boleh hanya meningkatkan mobilitas masyarakat. Akses tersebut harus memberikan dampak langsung terhadap perdagangan, usaha, dan perputaran ekonomi masyarakat di kedua sisi perbatasan.

“Kawasan perbatasan merupakan beranda terdepan negara. Karena itu, pembangunan dan pembukaan akses perbatasan harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut,” katanya.

Satono menilai masyarakat Temajuk dan Teluk Melano memiliki modal sosial yang kuat. Kedekatan geografis, budaya, agama, hingga hubungan kekeluargaan menjadi modal untuk memperkuat kerja sama ekonomi. “Temajuk dan Teluk Melano layaknya dua saudara yang dipisahkan oleh patok batas. Sosial kulturnya hampir sama. Kedekatan ini harus menjadi kekuatan untuk membangun sinergi dan kolaborasi, termasuk dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya. (**)

Editor : Rafael B. Junior
PLB Temajuk Sinyal Temajuk Krisantus Kurniawan PLBN Temajuk TELUK MELANO