Ketua Lembaga Pendidikan Yayasan Mujahidin Mulyadi bersama para guru dan ratusan pelajar melaksanakan salat istisqa bersama di halaman sekolah Mujahidin, Rabu (2/9). Dilaksanakannya salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon turunnya hujan kepada Allah SWT
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
HALAMAN Sekolah Mujahidin pada pagi kemarin dipenuhi oleh para pelajar dan guru yang melaksanakan salat istisqa. Hari itu, bersama Ketua Lembaga Pendidikan Yayasan Mujahidin, Mulyadi mereka memanjatkan doa meminta agar langit Kota Pontianak dapat diturunkan hujan.
Akibat kemarau yang melanda efek dari el nino, sebagian daerah Kalbar yang berada di daerah gambut terbakar. Dampak dari kebakaran hutan dan lahan ini menyebabkan kabut asap. Alhasil banyak kegiatan yang tergantung. Salah satunya proses belajar mengajar dialihkan melalui daring. Termasuk para pelajar Mujahidin.
Baca Juga: 350 Umat Muslim Singkawang Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Turun di Tengah Kabut Asap Karhutla
Ketua Lembaga Pendidikan Yayasan Mujahidin Mulyadi mengatakan secara keseluruhan salat istisqa dilaksanakan dengan khidmat dan diikuti oleh para pelajar serta unsur pendidik di lingkungan Lembaga Pendidikan Mujahidin Pontianak. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak generasi muda meningkatkan keimanan, memperbanyak doa, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah kondisi yang membutuhkan turunnya hujan.
Dalam pelaksanaan salat istisqa, para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Setelah salat, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama agar Allah menurunkan hujan yang membawa keberkahan, manfaat, dan kebaikan bagi masyarakat.
Lebih dalam kata dia pelaksanaan salat istisqa bukan hanya sebagai ikhtiar untuk memohon hujan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan spiritual bagi para pelajar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepada para pelajar bahwa dalam menghadapi berbagai keadaan, kita senantiasa berikhtiar dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang bermanfaat dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Baca Juga: Kubu Raya Siapkan BTT Rp2 Miliar untuk Karhutla dan Kekeringan, Hujan Diprediksi Masih Lama
Kegiatan salat istisqa bersama ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan karakter dan pendidikan keagamaan bagi para pelajar di lingkungan Mujahidin Pontianak. Para siswa diharapkan dapat mengambil hikmah bahwa hujan merupakan salah satu bentuk rahmat Allah SWT yang patut disyukuri dan dijaga dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan dilaksanakannya salat istisqa tersebut, keluarga besar Lembaga Pendidikan Mujahidin berharap hujan segera turun dan memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, serta seluruh makhluk hidup. Sehingga kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan kembali secara tatap muka.
“Untuk saat ini memang anak-anak belajar daring. Tetapi kami pantau setiap dua hari sekali. Jika keadaan udara kembali membaik, maka proses belajar mengajar juga akan kembali normal,” tutupnya.(*)
Editor : Hanif