Rezeki di Tengah Kemarau, Hidupkan UMKM Warga: Pasir Timbul Sungai Kapuas Jadi Wisata Dadakan

Agung Rajali Saputra • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:37 WIB
Hamparan pasir terlihat di tengah Sungai Kapuas, Kabupaten Sanggau, saat debit air menyusut akibat kemarau, Rabu (2/9). Fenomena tersebut menjadi wisata dadakan sekaligus membawa rezeki tambahan bagi pelaku UMKM, termasuk Sodri. (AGUNG RAJALI SAPUTRA/PONTIANAK POST)
Hamparan pasir terlihat di tengah Sungai Kapuas, Kabupaten Sanggau, saat debit air menyusut akibat kemarau, Rabu (2/9). Fenomena tersebut menjadi wisata dadakan sekaligus membawa rezeki tambahan bagi pelaku UMKM, termasuk Sodri. (AGUNG RAJALI SAPUTRA/PONTIANAK POST)

Kemarau memunculkan pasir timbul di Sungai Kapuas, menjadi wisata dadakan dan sumber penghasilan tambahan bagi pelaku UMKM di Sanggau.

AGUNG RAJALI PUTRA, Sanggau

MENYUSUTNYA debit Sungai Kapuas memunculkan hamparan pasir di sejumlah titik di Kabupaten Sanggau. Di tengah ancaman kemarau, pasir timbul itu berubah menjadi wisata dadakan sekaligus membawa rezeki tambahan bagi pelaku usaha kecil.

Warga berdatangan untuk melihat hamparan pasir yang biasanya terendam ketika debit sungai normal. Sebagian pengunjung bersantai dan mengabadikan momen di lokasi tersebut.

Baca Juga: Kemenkum Kalbar Ikuti Supervisi Anggaran Kekayaan Intelektual 2027 di Bali Demi Penguatan UMKM

Ramainya pengunjung dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjual makanan dan minuman. Salah seorang pedagang, Sodri, mengaku penjualannya meningkat sejak pasir timbul muncul.

“Alhamdulillah, sejak pasir timbul ini muncul, masyarakat cukup ramai datang untuk melihat dan menikmati suasana. Bagi kami pedagang, tentu ini menjadi rezeki tambahan karena dagangan lebih banyak yang membeli,” ujarnya.

Menurut Sodri, wisata dadakan tersebut membuka peluang bagi warga untuk memperoleh penghasilan tambahan. Namun, manfaat ekonomi itu tidak menutupi kekhawatiran terhadap dampak kemarau yang berkepanjangan.

“Mudah-mudahan kemarau segera berakhir dan hujan kembali turun. Air sungai yang surut memang membawa sisi positif bagi kami yang berjualan, tetapi masyarakat juga membutuhkan hujan dan air yang cukup,” katanya.

Baca Juga: 119 Hotspot Terdeteksi di Sungai Raya Kubu Raya, Tiga Lokasi Karhutla Dipadamkan

Kemunculan pasir timbul menjadi penanda menyusutnya debit Sungai Kapuas akibat minimnya curah hujan. Jika berlangsung lama, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada sungai.

Cuaca panas dan kering juga meningkatkan kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diimbau menghemat air serta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Bagi warga Sanggau, pasir timbul menghadirkan ruang rekreasi dan peluang ekonomi di tengah kemarau. Namun, di balik keramaian itu, tersimpan harapan agar hujan segera turun dan debit Sungai Kapuas kembali normal. (**)

Editor : Hanif
umkm sanggau Pasir Timbul Sungai Kapuas sanggau Kemarau sungai kapuas