Aksi Bagi Paket Bahan Pokok di Taman Alun Kapuas:Bahan Pokok dan Bersih untuk Warga Terdampak Kabut

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:17 WIB
Warga yang menerima bantuan berupa paket bahan pokok. (ISTIMEWA)
Warga yang menerima bantuan berupa paket bahan pokok. (ISTIMEWA)

Di tengah kabut asap yang menyelimuti Pontianak, Dewi Sartika dan para pengemudi ojek online menerima bantuan sembako serta air bersih. Kepedulian Insan Maritim Peduli menjadi penguat bagi warga yang tetap bekerja di tengah udara yang tak bersahabat.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Kabut asap masih menggantung di langit Pontianak ketika Dewi Sartika tiba di Taman Alun Kapuas, Selasa (8/9). Sejak pagi, pengemudi ojek online itu sudah berkumpul bersama rekan-rekannya.

Hari itu bukan sekadar rutinitas menunggu order penumpang. Dewi datang untuk menerima bantuan yang dibagikan Insan Maritim Peduli kepada warga dan para pengemudi ojek online.

Baca Juga: Kasus ISPA di Sambas Tembus 14.795, Naik 50 Persen dalam Sepekan akibat Kabut Asap

Di tengah udara yang kurang bersahabat akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bantuan tersebut terasa berarti bagi Dewi. Ia membawa pulang paket sembako yang dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dengan adanya bantuan ini kami merasa sebagai ojol terbantulah, apalagi di musim kabut asap,” kata Dewi usai menerima bantuan.

Sedikitnya 1.000 paket sembako dan 10 ribu liter air bersih dibagikan dalam kegiatan tersebut. Paket sembako yang diterima Dewi berisi air mineral, mi instan, dan minyak goreng.

Bagi pekerja seperti Dewi yang sehari-hari menghabiskan banyak waktu di jalan, kabut asap membuat aktivitas menjadi lebih berat. Karena itu, perhatian yang datang di tengah situasi tersebut menjadi bentuk kepedulian yang ia syukuri.

Baca Juga: Hujan Turun di Sambas, tetapi Kabut Asap Karhutla Masih Menyelimuti Sejumlah Wilayah

“Kami sangat berterima kasih sekali, sudah peduli sama kami, ojol,” ujarnya.

Sandora, pengemudi ojek online lainnya, merasakan hal serupa. Menurut dia, bantuan tersebut akan sangat membantu para pengemudi yang tetap harus bekerja di luar rumah meski kondisi udara belum sepenuhnya membaik.

“Semoga bencana ini cepat berlalu. Dan semoga pemerintah mendapatkan solusinya untuk kami sebagai ojol,” harapnya.

Baca Juga: Malaysia soal Kabut Asap Kiriman dari Indonesia, Anwar Ibrahim: Bayi dan Anak Paling Terdampak

Bagi mereka, paket sembako mungkin terlihat sederhana. Namun, di tengah situasi sulit, bantuan tersebut menjadi pengingat bahwa masih ada kepedulian yang datang kepada mereka yang tetap bertahan mencari penghasilan di jalan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi aksi sosial Insan Maritim Peduli. Ia menilai bantuan sembako dan air bersih menjadi dukungan penting bagi masyarakat, khususnya pekerja informal yang tetap beraktivitas di tengah kabut asap.

“Terima kasih kepada Insan Maritim Peduli yang telah ikut membantu masyarakat Kota Pontianak. Bantuan seperti ini sangat bermanfaat, apalagi bagi warga yang bekerja di lapangan seperti pengemudi ojek online,” kata Edi.

Menurut Edi, Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya menangani dampak kabut asap, mulai dari aspek kesehatan hingga distribusi air bersih. Imbauan kepada masyarakat juga terus dilakukan.

Baca Juga: Polres Landak Salurkan 1.400 Liter Air Bersih untuk 40 KK di Tengah Kemarau

Namun, pemerintah tidak dapat bergerak sendirian. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat diperlukan agar bantuan dan penanganan dampak kabut asap dapat menjangkau lebih banyak warga.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kepedulian dari berbagai pihak akan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Edi juga mengingatkan warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah untuk menjaga kondisi tubuh. Penggunaan masker, memperbanyak minum air putih, serta segera memeriksakan diri ketika mengalami keluhan pernapasan menjadi langkah yang perlu dilakukan.

“Kalau ada keluhan sesak atau gangguan pernapasan, segera datang ke fasilitas kesehatan,” pesannya.

Puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kota Pontianak, kata Edi, tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bagi Dewi dan para pengemudi ojek online lainnya, bantuan yang diterima hari itu bukan hanya soal sembako dan air bersih. Di tengah kabut asap yang membatasi ruang gerak, perhatian tersebut memberi sedikit ruang untuk bernapas sekaligus menumbuhkan harapan agar keadaan segera kembali normal.

“Mudah-mudahan bantuan ini memberi manfaat dan menjadi bagian dari semangat kita untuk saling membantu. Kita berharap kabut asap segera berkurang dan kondisi Kota Pontianak semakin membaik,” pungkas Edi.(*)

 

Editor : Hanif
kabut asap Pontianak Insan Maritim Peduli Ojol Pontianak karhutla kalbar Bantuan Sembako