Di tengah kabut asap yang menyelimuti Pontianak, Tim Sosial Xing Fu tetap bergerak menyalurkan bantuan biaya pengobatan kepada tiga warga. Dengan mengenakan masker, mereka mendatangi pasien untuk meringankan beban keluarga dan memberi semangat.
MARSITA RIANDINI, Pontianak
KABUT asap yang menyelimuti Kota Pontianak tak menghentikan langkah Tim Sosial komunitas Xing Fu untuk mendatangi warga yang membutuhkan. Dengan masker menutup wajah, mereka tetap bergerak dari satu rumah ke rumah lainnya, Minggu (13/9) pagi.
Hari itu, tiga warga yang tengah menghadapi penyakit berat menjadi penerima bantuan biaya pengobatan. Bantuan diserahkan langsung kepada pasien dan keluarga sebagai bentuk dukungan di tengah perjuangan menjalani pengobatan.
Aksi sosial tersebut dipimpin Ketua Xing Fu, Yap Cie Hun, bersama sejumlah pengurus. Kondisi udara yang memburuk tidak membuat kegiatan rutin mereka terhenti.
Penerima pertama adalah Septiana, 36 tahun, warga Jalan Parit Pangeran Gang Pati III Nomor 17 I, Siantan. Ibu rumah tangga tersebut tengah menghadapi penyakit yang disebut dalam informasi pengajuan bantuan sebagai lipoma atau kanker darah.
Tim Xing Fu mendatangi kediaman Septiana berdasarkan informasi dan rekomendasi Liana serta Rachmat. Bantuan diberikan untuk membantu kebutuhan pengobatan yang tengah dijalani.
Dari rumah Septiana, tim kemudian menuju RSUD dr. Soedarso. Di rumah sakit tersebut, mereka menemui Tania, 20 tahun, seorang mahasiswi yang harus menjalani cuci darah secara rutin akibat gagal ginjal stadium akhir.
Baca Juga: Solidaritas dari Xing Fu untuk Sesama Hangat: Komunitas Mengetuk Pintu Para Lansia
Bantuan untuk Tania diserahkan langsung di ruang perawatan. Informasi mengenai kondisinya sebelumnya disampaikan Vannesa Zhu.
Perjalanan sosial hari itu berlanjut ke kediaman Vika, balita berusia enam tahun di Jalan Karya Sosial, Kompleks Katnis Royal Blok A Nomor 28. Vika diketahui tengah menjalani perjuangan akibat penyakit jantung bocor.
Informasi mengenai kondisi Vika diteruskan oleh Chin Siu Sien kepada tim sosial Xing Fu.
Bagi Yap Cie Hun, bantuan yang diberikan bukan semata-mata soal nominal. Kehadiran dan perhatian kepada warga yang sedang sakit dinilai menjadi bagian penting dari aksi kemanusiaan tersebut.
“Kami bersyukur kegiatan rutin ini bisa terus berjalan meski kondisi kabut asap. Semoga bantuan kecil ini bisa meringankan beban keluarga dan memberi semangat untuk sembuh,” ujar Yap.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur serta pihak-pihak yang membantu memberikan informasi mengenai warga yang membutuhkan bantuan.
“Kami tidak melihat besar kecilnya bantuan. Yang penting ada kehadiran dan dukungan untuk saudara-saudara kita yang sedang sakit,” katanya.
Tim Sosial Xing Fu merupakan bagian kemanusiaan dari komunitas Xing Fu Pontianak. Kegiatan mereka mencakup bantuan biaya pengobatan, penyaluran sembako, hingga respons terhadap kondisi kebencanaan.
Di tengah kualitas udara Pontianak yang memburuk dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas sosial tersebut tetap dijalankan dengan memperhatikan kondisi lapangan. Masker menjadi perlengkapan yang dikenakan tim ketika mendatangi penerima bantuan.
“Kabut asap tidak menghalangi niat baik. Justru di saat seperti ini, kepedulian harus semakin ditingkatkan,” ujar perwakilan tim.
Kegiatan pekan itu melanjutkan aksi sosial Xing Fu sebelumnya. Pada pekan sebelumnya, komunitas tersebut juga menyalurkan bantuan(*)
Editor : Hanif