Festival Tundang Pelajar di Pontianak didorong menjadi agenda tahunan dan masuk rangkaian Hari Jadi Kota Pontianak untuk memperkuat pelestarian budaya lokal di kalangan generasi muda.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
Di Tengah derasnya arus budaya populer, warisan tradisi lokal menghadapi tantangan untuk tetap dikenal generasi muda. Di Kota Pontianak, Festival Tundang, Pantun dan Gendang tingkat pelajar menjadi salah satu ruang untuk menjaga agar budaya tersebut tidak sekadar menjadi cerita masa lalu.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mendorong Festival Tundang Pelajar (FTP) menjadi agenda tahunan. Ia bahkan mengusulkan festival tersebut dimasukkan dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pontianak.
Baca Juga: Gema Budaya Smansa, IKA Smansa Pontianak Gelar Beragam Kegiatan HUT ke-73
“Tundang adalah budaya leluhur yang wajib terus kita lestarikan,” ujar Bahasan saat membuka FTP 2026 di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Selasa (15/9/2026).
Menurut Bahasan, pelibatan pelajar menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan Tundang. Generasi muda tidak cukup hanya mengenal budaya dari buku atau cerita, tetapi perlu diberi ruang untuk tampil, berkreasi dan merasakan langsung nilai budaya daerah.
Ia mengingatkan, perkembangan budaya luar tidak seharusnya membuat generasi muda meninggalkan identitas lokal.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan budaya ini. Jangan sampai generasi muda hanya mengagumi budaya luar, sementara budaya sendiri dilupakan,” katanya.
Bagi Bahasan, keberadaan festival bukan sekadar menghadirkan pertunjukan. Kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membangun ekosistem pembinaan Tundang di sekolah dan madrasah.
Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara Kementerian Agama, madrasah, sekolah, pemerintah daerah dan pelaku budaya. Dengan kolaborasi tersebut, peserta diharapkan semakin banyak dan festival dapat berkembang lebih meriah.
Bahasan menilai pelestarian budaya juga berkaitan dengan pembangunan manusia dan kebahagiaan masyarakat. Kebudayaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat identitas, kebersamaan serta kebanggaan warga terhadap kotanya.
Ia berharap FTP tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Festival yang digelar tahun ini diharapkan menjadi awal pembinaan berkelanjutan sehingga Tundang tetap hidup di tengah generasi muda Pontianak.
“Mudah-mudahan Festival Tundang tingkat pelajar ini terus menuai sukses dan membangkitkan semangat anak muda untuk menjaga budaya kita,” pungkasnya. (*)
Editor : Rafael B. Junior