Melihat Harga Pangan di Pasar Tradisional: Kenaikan Harga Sayur Lokal Bikin Warga Kurangi Belanja

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 10:57 WIB
Harga sayuran lokal di pasar tradisional Pontianak mulai naik. (DOK. PONTIANAK POST)
Harga sayuran lokal di pasar tradisional Pontianak mulai naik. (DOK. PONTIANAK POST)

Harga sayuran di Pasar Flamboyan Pontianak naik. Bayam, kangkung, sawi hingga timun ikut terdongkrak. Warga mulai menghemat belanja karena harga pangan segar semakin mahal.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Belanja sayuran di Pasar Flamboyan Pontianak kini terasa berbeda. Warga harus merogoh kocek lebih dalam untuk membawa pulang bahan masakan yang sebelumnya relatif mudah dijangkau.

Bayam menjadi salah satu komoditas yang kenaikannya mulai dirasakan pembeli. Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak per Senin (21/9), harga bayam mencapai Rp28 ribu per kilogram, naik dari Rp23 ribu.

Baca Juga: Kemarau Berdampak pada Harga Sayuran di Pontianak, Sawi dan Kangkung Tembus Rp50 Ribu

Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah sayuran lainnya. Kangkung kini Rp20 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp17 ribu, sedangkan sawi hijau naik menjadi Rp30 ribu dari Rp25 ribu.

Timun mengalami kenaikan lebih tinggi, dari Rp18 ribu menjadi Rp26 ribu per kilogram. Harga cabai bahkan mencapai Rp130 ribu per kilogram, naik dari Rp90 ribu. Sementara daging ayam meningkat dari Rp27 ribu menjadi Rp29 ribu per kilogram.

Bagi warga, kenaikan tersebut bukan sekadar angka dalam daftar harga. Dampaknya langsung terasa ketika berbelanja dengan uang yang sama, tetapi jumlah barang yang didapat semakin sedikit.

Lilis, warga Pontianak, mengaku terkejut saat membeli bayam. Ia menyebut bayam yang diperolehnya hanya beberapa batang, tetapi harus membayar sekitar Rp15 ribu.

Baca Juga: 2 Pola Tanam Sederhana untuk Pemula, Kebun Rumah Bisa Penuh Sayur dan Bunga

“Saya cukup terkejut. Bayam yang dibeli hanya beberapa batang, tetapi harganya sampai Rp15 ribu,” keluh Lilis.

Kondisi serupa membuat warga mulai mengatur ulang belanja harian. Mira, warga lainnya, memilih mengurangi stok sayuran untuk sementara karena harga yang dinilai cukup mahal.

“Saat ini untuk stok sayuran dihemat dulu. Sebab harganya lumayan mahal,” ujarnya.

Kangkung, misalnya, kini menyentuh Rp20 ribu per kilogram. Bagi konsumen, kenaikan harga dalam waktu berdekatan membuat pengeluaran dapur harus disusun lebih cermat.

Jika kondisi tersebut berlangsung lama, masyarakat khawatir sayuran yang selama ini menjadi bagian dari menu sehari-hari justru semakin sulit dijangkau. Warga berharap harga pangan segar kembali stabil agar kenaikan tidak terus menekan belanja rumah tangga. (*)

Editor : Rafael B. Junior
harga pangan pasar flamboyan cabai harga sayuran pontianak