Wali Kota Pontianak melantik pengurus BKMT dari tiga kecamatan sekaligus mendorong organisasi perempuan ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kehidupan keagamaan yang harmonis.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
Lantunan shalawat dan semangat kebersamaan menyelimuti Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak pada Jumat (25/9). Di tengah momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ratusan pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dari berbagai wilayah berkumpul dalam balutan busana serba senada.
Hari itu bukan sekadar perayaan hari besar Islam, tetapi juga menjadi babak baru bagi penguatan peran perempuan penggerak dakwah di bumi Khatulistiwa.
Baca Juga: BKMT Sintang Dinilai Berperan Strategis Perkuat Akhlak dan Kebersamaan Masyarakat
Sebanyak tiga pimpinan cabang baru, Kecamatan Pontianak Barat, Timur, dan Utara, resmi dilantik secara bersamaan. Di balik khidmatnya prosesi pelantikan, tersimpan harapan besar dari pemerintah kota agar organisasi perempuan ini mampu melangkah lebih jauh dari sekadar rutinitas pengajian mingguan.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang hadir dalam kesempatan tersebut, memandang BKMT memiliki akar yang kuat hingga ke tingkat akar rumput. Jaringan yang luas ini dinilai sebagai potensi strategis untuk menjadi jembatan antara masyarakat dan program-program pembangunan moral pemerintah.
"BKMT ini memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat. Dengan kepengurusan sampai tingkat kecamatan, BKMT bisa menjadi motivator bagi majelis-majelis taklim yang ada," ujar Edi.
Lebih lanjut, Edi menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan. Ia berharap program kerja majelis taklim dapat diselaraskan dengan agenda besar kota, sehingga mampu merefleksikan identitas Kota Pontianak sebagai kawasan yang religius, humanis, dan harmonis.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PD BKMT Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengajak para pengurus baru untuk menjadikan momen pelantikan ini sebagai titik tolak pengabdian. Mengusung tema keteladanan akhlak Rasulullah SAW, ia merumuskan tiga pilar utama bagi pergerakan organisasi ke depan: amanah, solid, dan berkemajuan.
"Rajutlah tali ukhuwah Islamiyah yang kuat dan jaga kekompakan. Dengan kesolidan, dakwah dan syiar Islam akan jauh lebih mudah kita bumikan di Kota Pontianak," tegas Yanieta di hadapan para pengurus yang baru dilantik.
Ia juga mendorong agar majelis taklim tidak tinggal diam di tengah arus zaman yang kian dinamis. BKMT dituntut untuk adaptif, melahirkan program-program pemberdayaan perempuan, memperkuat ketahanan keluarga, serta memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.
Melalui sinergi erat antara pemerintah dan simpul-simpul dakwah seperti BKMT, denyut kehidupan keagamaan di Kota Pontianak diharapkan tidak hanya tumbuh secara spiritual, tetapi juga menghadirkan kemaslahatan sosial yang nyata bagi sesama. (*)
Editor : Hanif