Aksi Gotong Royong Bersihkan Drainase: Dari Gotong Royong, Pontianak Cegah Genangan Musim Hujan

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:18 WIB
Aksi gotong royong membersihkan drainase mencegah genangan saat musim hujan tiba. (ISTIMEWA)
Aksi gotong royong membersihkan drainase mencegah genangan saat musim hujan tiba. (ISTIMEWA)

Berakhirnya kemarau panjang membuat Pontianak bersiap menghadapi musim hujan. Pemkot mendorong pembersihan drainase dan gotong royong untuk mencegah genangan.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Musim kemarau panjang perlahan berlalu. Namun, bagi Kota Pontianak, berakhirnya panas dan kering bukan berarti persoalan cuaca ikut selesai. Di balik perubahan musim, ancaman lain mulai mengintai, yakni genangan.

Pemerintah Kota Pontianak kini menggeser perhatian dari persoalan kekeringan menuju kesiapan menghadapi meningkatnya curah hujan. Salah satu langkah yang dianggap mendesak adalah memastikan saluran air dan drainase kembali berfungsi optimal.

Baca Juga: Pemkot Pontianak Antisipasi Genangan Usai Kemarau Panjang, Minta Warga Laporkan Saluran Tersumbat

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, persiapan menghadapi hujan perlu dilakukan sebelum intensitas hujan meningkat. Pembersihan saluran, gotong royong hingga pemetaan titik bermasalah mulai didorong di berbagai wilayah.

“Setelah kemarau ini, yang kita khawatirkan berikutnya genangan. Karena itu, saluran-saluran harus mulai kita persiapkan,” ujar Bahasan, Rabu (30/9/2026).

Menurut dia, perangkat daerah terkait telah diminta menggerakkan pembersihan got dan saluran air melalui koordinasi di tingkat kecamatan. Saluran yang tersumbat, menyempit maupun tidak terkoneksi menjadi perhatian karena dapat memperlambat aliran air ketika hujan deras turun.

Persoalan drainase, kata Bahasan, tidak selalu membutuhkan pekerjaan besar. Sejumlah titik bisa lebih cepat ditangani melalui gotong royong masyarakat. Namun, jika kerusakan membutuhkan pekerjaan teknis, laporan dari warga diperlukan agar pemerintah dapat menindaklanjutinya.

Baca Juga: Warga Sungai Pinyuh Gotong Royong Normalisasi Drainase untuk Cegah Genangan Saat Hujan

“Kalau ada selokan atau saluran sekunder yang tidak terkoneksi, tolong diinformasikan. Kalau masih bisa diselesaikan dengan gotong royong, kita kerjakan bersama. Kalau butuh penanganan dinas teknis, laporkan kepada kami,” katanya.

Di sinilah peran warga menjadi penting. RT, RW, kelurahan hingga kecamatan diharapkan tidak sekadar menjadi penerima informasi, tetapi ikut memetakan persoalan drainase di lingkungannya.

Pemerintah, kata Bahasan, tidak mungkin mengetahui seluruh kondisi saluran air tanpa informasi dari masyarakat. Karena itu, laporan mengenai parit tersumbat atau saluran yang tidak berfungsi menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

“Berikan informasi kepada kami. Kalau memang membutuhkan penanganan teknis, insyaallah pemerintah hadir,” ujarnya.

Bahasan juga mengingatkan pembangunan jalan lingkungan agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas permukaan jalan. Penataan drainase harus berjalan beriringan sehingga pembangunan tidak justru memindahkan persoalan air ke lingkungan sekitar.

Di sisi lain, kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah ke parit menjadi bagian dari mitigasi. Saluran yang bersih akan lebih mampu mengalirkan air ketika hujan dengan intensitas tinggi datang.

“Kalau bisa diselesaikan bersama melalui gotong royong, tentu itu lebih cepat. Pemerintah dan masyarakat harus sama-sama bergerak,” katanya.

Menjelang musim hujan, kesiapan Pontianak akhirnya bukan hanya soal seberapa besar pemerintah mampu membangun drainase. Yang tak kalah penting adalah seberapa cepat pemerintah dan warga mengenali masalah, membersihkan saluran, serta bergerak sebelum genangan muncul.(*)

Editor : Hanif
drainase Pontianak pemkot pontianak pontianak genangan musim hujan