Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak tetap digelar 23 Oktober 2026 secara sederhana. Pemkot mengajak masyarakat menghias lingkungan, memasang umbul-umbul, serta menghidupkan semangat gotong royong, persaudaraan, empati, dan toleransi.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
TAK selalu pesta besar yang membuat sebuah kota terasa istimewa. Kadang, cukup dari sudut-sudut kampung yang mulai dihiasi, jalan lingkungan yang lebih bersih, dan umbul-umbul yang berkibar untuk menandai sebuah perayaan.
Suasana itulah yang ingin dibangun Pemerintah Kota Pontianak menjelang Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak pada 23 Oktober 2026. Tahun ini, peringatan digelar lebih sederhana dengan mengutamakan kegiatan yang dekat dengan masyarakat.
Baca Juga: Sambut HUT ke-255 Kota Pontianak, Kharitas Bhakti Gelar Sunatan Massal
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan peringatan hari jadi tetap penting meski rangkaian kegiatan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan pemerintah maupun masyarakat.
“Yang penting kita tetap menyelenggarakannya. Kegiatannya sederhana dan sifatnya menunjang peringatan hari jadi,” ujar Edi di Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (8/10/2026).
Beberapa agenda yang sebelumnya direncanakan sempat tertunda akibat kondisi kabut asap. Situasi tersebut membuat pemerintah melakukan penyesuaian terhadap rangkaian kegiatan tahun ini.
Namun, kesederhanaan bukan berarti perayaan kehilangan makna. Justru, pemerintah ingin suasana hari jadi tumbuh dari lingkungan masyarakat.
Baca Juga: Menikmatinya Gurihnya Chai Kue, Jejak Kuliner Tionghoa yang Kini Jadi Ciri Khas Kota Pontianak
Salah satu cara sederhana yang didorong Pemkot Pontianak ialah menghias lingkungan. Umbul-umbul dapat dipasang di kawasan permukiman, tempat usaha, perkantoran, sekolah maupun fasilitas lainnya.
Bagi Edi, atribut tersebut bukan sekadar hiasan. Kehadirannya menjadi penanda bahwa Pontianak tengah memasuki momentum penting dalam perjalanan kotanya.
“Seperti kebiasaan kita, ciri khasnya adalah memperindah lingkungan, menjaga kebersihan dan keindahan, serta memasang umbul-umbul,” katanya.
Dari lingkungan yang dihias, perayaan diharapkan tidak hanya berlangsung di pusat kota atau ruang-ruang pemerintahan. Semangat hari jadi dapat terasa hingga ke permukiman dan tempat warga menjalankan aktivitas sehari-hari.
Edi juga mengajak dunia usaha, perkantoran, lembaga, kementerian hingga sekolah ikut mengambil bagian. Partisipasi itu diharapkan dilakukan dengan tetap mengikuti ketentuan yang disampaikan pemerintah melalui surat edaran.
Lebih dari sekadar menandai bertambahnya usia kota, Edi ingin Hari Jadi ke-255 menjadi ruang untuk kembali menghidupkan nilai kebersamaan.
Gotong royong, persaudaraan, empati dan toleransi disebut sebagai nilai yang perlu terus dirawat di tengah kehidupan masyarakat Pontianak yang beragam.
“Ini juga menjadi simbol bahwa Kota Pontianak sedang berulang tahun. Kita ingin kearifan lokal, gotong royong, persaudaraan, semangat, rasa empati dan toleransi terus kita bangkitkan,” tuturnya.(*)
Editor : Hanif