Kabut Asap Tak Padamkan Pesona Wisata Kalbar: Wisatawan Asal Singapura Tuntaskan Tur Lima Hari

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:26 WIB
Wisatawan asal Singapura berfoto bersama saat mengunjungi Kopi Asiang, Pontianak, dalam rangkaian tur wisata lima hari di Kalimantan Barat. (ISTIMEWA)
Wisatawan asal Singapura berfoto bersama saat mengunjungi Kopi Asiang, Pontianak, dalam rangkaian tur wisata lima hari di Kalimantan Barat. (ISTIMEWA)

Kendati kabut asap menyelimuti Kalimantan Barat, 27 wisatawan lansia asal Singapura sukses tuntas menjelajahi pesona budaya serta kuliner Pontianak dan Singkawang berkat pengelolaan tur yang cermat dan aman.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

KABUT asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat tidak serta-merta menghentikan langkah wisatawan untuk menikmati pesona daerah ini. Di tengah tantangan kualitas udara, 27 wisatawan senior asal Singapura justru berhasil menuntaskan perjalanan selama lima hari, menjelajahi destinasi budaya, dan kuliner di Kota Pontianak, dan Singkawang.

Perjalanan pada 3–7 Oktober 2026 itu menjadi gambaran bahwa Kalbar tetap memiliki daya tarik bagi wisatawan, termasuk dari luar negeri. Dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan, memantau kualitas udara, dan menyesuaikan kegiatan luar ruang apabila diperlukan, rombongan tersebut dapat menyelesaikan perjalanan dengan lancar tanpa insiden medis.

Baca Juga: Wisatawan Meningkat, Okupansi Hotel Bintang Kalbar Tembus 57,23 Persen pada Juli 2026

Menariknya, peserta tertua dalam rombongan itu berusia 98 tahun. Mereka berasal dari Silver Horizon Travel Cooperative, koperasi perjalanan pertama di Singapura yang secara khusus melayani wisatawan senior.

Kunjungan ini bukan berarti kondisi kabut asap dapat diabaikan. Sebaliknya, perjalanan tersebut memperlihatkan pentingnya kesiapan penyelenggara dalam mengelola kegiatan wisata dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan keselamatan peserta.

Managing Director ISE Travel Singapore, Jimmy Ooi mengatakan, keselamatan selalu menjadi prioritas utama, terutama ketika perjalanan melibatkan wisatawan lanjut usia. “Keselamatan selalu menjadi perhatian utama kami bagi para pelanggan, terutama wisatawan senior,” ujar Jimmy Ooi.

Ia menjelaskan, para peserta sangat ingin mengunjungi Kota Pontianak, dan Singkawang. Karena itu, pihaknya berkoordinasi erat dengan Julia Goh untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan.

Baca Juga: Water Front Kuala Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Bahari Singkawang

Penanganan operasional dan logistik selama berada di Kalbar

dipercayakan kepada PT Berjaya Tour & Travel yang dipimpin Julia Goh selaku direktur. Selama perjalanan, kedua tim memantau indeks kualitas udara secara berkala, dan menyesuaikan jadwal kegiatan luar ruang apabila diperlukan. Langkah tersebut dilakukan agar peserta tetap dapat menikmati perjalanan dengan mempertimbangkan kondisi udara yang sedang menurun.

Pontianak dan Singkawang menjadi bagian dari perjalanan rombongan tersebut. Di Pontianak, wisatawan mengunjungi landmark garis khatulistiwa, sementara Singkawang menawarkan pengalaman menikmati kekayaan budaya daerah.

Kunjungan itu memperlihatkan bahwa daya tarik Kalbar tidak hanya bertumpu pada satu destinasi. Kekayaan budaya, kuliner, dan karakter setiap daerah menjadi bagian dari potensi wisata yang dapat terus diperkenalkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Di tengah kondisi lingkungan yang menantang, pengelolaan perjalanan menjadi faktor penting. Penyelenggara perlu memastikan informasi mengenai kualitas udara tersedia, memperhatikan kondisi peserta, serta menyesuaikan agenda dengan situasi di lapangan.

Dukungan pemerintah daerah turut menjadi bagian dari upaya tersebut. Jajaran pejabat pariwisata Kalbar sebelumnya telah menggelar pertemuan untuk meninjau pelaksanaan tur wisatawan internasional itu di tengah penurunan kualitas udara.

Pertemuan dihadiri Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Bader Sasmara, dan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Sarana, dan Prasarana, Disporapar Kalbar, Mery Corunia Lamintang. Keduanya bertemu dengan Jimmy Ooi, dan Julia Goh untuk membahas pelaksanaan perjalanan. Anggota komite sekaligus ketua rombongan Silver Horizon Travel Cooperative, . John Tan turut hadir, dan memberikan masukan terkait kegiatan wisata tersebut.

Bader dan Mery mengapresiasi keterbukaan informasi serta koordinasi cepat yang dilakukan selama tur berlangsung. Kolaborasi antara pemerintah, dan pelaku pariwisata lokal dinilai penting untuk memastikan seluruh pihak memperoleh informasi terbaru sehingga keselamatan wisatawan tetap menjadi perhatian.

Disporapar Kalbar juga menyampaikan apresiasi kepada agen perjalanan yang telah membawa wisatawan Singapura berkunjung ke Kalbar meskipun kondisi udara kurang bersahabat. Pemerintah daerah berharap agen perjalanan terus mempromosikan berbagai destinasi wisata di Kalbar agar semakin dikenal. Masyarakat juga diharapkan ikut membangun citra positif daerah, dan menjaga lingkungan agar potensi wisata dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Kunjungan wisatawan mancanegara memiliki arti penting bagi perekonomian daerah. Aktivitas pariwisata diharapkan menghasilkan efek berganda (multiplier effect), mulai dari perputaran ekonomi lokal hingga terbukanya peluang bagi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan wisata.

Karena itu, menjaga kepercayaan wisatawan menjadi salah satu pekerjaan penting bagi pemerintah, dan pelaku industri pariwisata. Promosi destinasi perlu berjalan beriringan dengan penyampaian informasi kondisi lingkungan secara terbuka, kesiapan layanan, dan perhatian terhadap keselamatan pengunjung.

Perjalanan 27 wisatawan senior Singapura tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana koordinasi antara penyelenggara perjalanan, agen lokal, dan pemerintah daerah berperan dalam mendukung kelancaran kegiatan wisata di tengah tantangan kabut asap.

Setelah lima hari menjelajahi Kalbar, seluruh rombongan kembali ke Singapura dengan selamat, dan sesuai jadwal menggunakan penerbangan langsung dengan maskapai Scoot. Kunjungan ini memperlihatkan bahwa Kalbar memiliki kekayaan destinasi yang tetap menarik untuk diperkenalkan kepada dunia. Namun, perjalanan wisata di tengah penurunan kualitas udara tetap harus mempertimbangkan kondisi aktual, dan kesehatan wisatawan.(*)

Editor : Hanif
Wisata Singkawang kabut asap Kalbar wisatawan Singapura pariwisata pontianak wisata kalbar