“Kalau saat berhubungan, semakin becek semakin bagus,” kata dokter di rumah sakit Kharitas Bhakti ini.
Ada langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk menjaga otot vagina tetap kencang yakni olahraga, orgasme, dan mengonsumsi makanan bernutrisi. Ali juga menyarankan kepada pasangan untuk tidak malu saling mengungkapkan keinginan masing-masing, terutama yang berkaitan dengan kualitas bercinta.
“Tujuannya agar sama-sama mendapatkan kepuasan. Tidak ada salahnya mengikuti seminar edukasi keluarga untuk menambah wawasan. Kalau orang tidak punya pengetahuan, itu efeknya beda sekali dengan yang punya pengetahuan,” jelasnya.
Menurut Ali, masing-masing harus merasakan kepuasan dalam berhubungan. Pada wanita, diperlukan rangsangan yang maksimal agar bisa merasakan orgasme. Orgasme tidak dipengaruhi besar kecilnya Mr P, melainkan dipengaruhi pada tingkat kekerasan Mr P dan durasi bercinta atau lamanya bertahan.
“Menurut penelitian, kalau dia berhubungan itu minimal 25 kali gesekan, si perempuan sudah bisa orgasme. Harus terangsang dengan baik. Kira-kira normalnya dua sampai tiga menit,” timpalnya.
Jika ada yang bertahan sampai satu jam bahkan lebih, kata Ali, itu mesti dipertanyakan. Bisa karena kebohongan, dipengaruhi obat kuat atau suplemen, bisa juga karena ada masalah di sistem sarafnya. “Ada gangguan disarafnya. Itu bisa lama kan karena tidak keluar-keluar. Kalau normal itu tidak ada batasan, yang penting istrinya merasakan orgasme. Kalau tahan lama itu minimum cowok diatas 7 menit sudah puas. Sudah capek,” katanya.
Wanita bisa saja melakukan orgasme palsu. Bagi yang mengerti, orgasme palsu bisa ketahuan karena tidak adanya gigitan otot-otot vagina dan lubrikasi yang kurang. Pada wanita yang sudah mengalami orgasme, bisa naik kembali jika dirangsang dengan baik dalam waktu yang singkat.
“Orgasme perempuan bisa berkali-kali. Bisa langsung orgasme lagi. Kalau laki-laki butuh waktu sekitar lima menit,” ungkapnya. (mrd) Editor : Salman Busrah