Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Saat Suami Mencintai Wanita Lain

Syahriani Siregar • Senin, 27 Juni 2022 | 11:32 WIB
Photo
Photo
Kehidupan rumah tangga tidak selamanya berjalan mulus dan penuh keromantisan. Tak sedikit pasangan suami dan istri dihadapkan ujian dengan kehadiran orang ketiga. Misalnya, tetiba suami mengaku mencintai wanita lain.

Oleh: Siti Sulbiyah

Masih ingat serial Layangan Putus? Serial yang dibintangi Reza Rahadian bersama Putri Marino dan Anya Geraldine itu mengisahkan permasalahan orang ketiga dalam hubungan rumah tangga.

Layangan Putus mengisahkan kehidupan rumah tangga Aris (Reza Rahadian) dan Kinan (Putri Marino) yang semula berjalan harmonis. Namun, Kinan mulai merasa curiga terhadap perilaku Aris yang kerap terlambat pulang kerja dan jarang memberi kabar kepadanya.

Kecurigaan Kinan semakin bertambah bahwa ada wanita lain yang menjalin hubungan spesial dengan Aris saat menemukan anting dari kantong jas milik suaminya itu. Tak hanya anting, KInan juga mencium aroma parfum asing di baju Aris.

Benar saja, setelah rentetan kecurigaan dan serangkaian upaya penyelidikan, Aris ketahuan menjalin hubungan dengan wanita lain. Dia adalah Lidya (Anya Geraldine), psikolog anak yang menangani Raya, putri Aris dan Kinan.

Serial ini diangkat dari kisah viral yang bermula dari tulisan curhat di sosial media. Tulisan tersebut oleh penulisannya ke dalam novel berjudul Layangan Putus. Novel itu ditulis seseorang dengan nama pena Mommy ASF.

Ada sejumlah alasan laki-laki atau suami mencintai wanita yang bukan pasangan sahnya. Ada yang sekedar suka, ada pula yang sampai melakukan perselingkuhan. Dwi Surya Purwanti, M.Psi., Psikolog menilai para pria atau suami berpaling kepada wanita lain bukan tanpa sebab. Menurutnya, ada beberapa hal yang membuat para suami pada akhirnya berpaling.

“Tidak melulu soal wajah dan bentuk tubuh proporsional yang menjadi pemicunya, karena pria secara umum tidak memandang fisik saat ia mencintai, namun lebih kepada rasa nyaman,” ujar Psikolog yang praktek di Klinik Anggrek ini.

 

Photo
Photo
Dwi Surya Purwanti, M.Psi., Psikolog

Rasa nyamanlah yang bisa menjadi alasan seorang laki-laki mencintai wanita. Itulah sebabnya, kata Dwi, kenapa saat ini banyak bermunculan di sosial media komentar-komentar dari para netizen tentang para perempuan ‘pelakor’ yang rata-rata wajah dan bentukannya dianggap down grade dari istri sahnya.

Selain rasa nyaman, yang menjadi penyebab suami berpaling dan memilih mencintai wanita lain adalah karena merasa kehilangan harga diri, terbebani dengan rutinitas yang membosankan, hingga merasa hampa. Alasan lainnya adalah suami merasa kecewa karena merasa tidak dibutuhkan, tumpukan masalah yang tidak kunjung terselesaikan akibat pola komunikasi yang buruk dengan pasangan, butuh petualangan, hingga kurang terpuaskan secara seksual.

Lantas apa saja tanda-tanda suami sedang mencintai wanita lain? Dwi mengatakan beberapa tanda tersebut adalah sikap dingin yang diperlihatkan atau malah sebaliknya memberikan perhatian ekstra. Selain itu, rutinitas yang biasa dijalankan bersama menjadi tidak intens lagi atau frekuensinya berkurang.

“Sering terlalu sibuk tak menentu di luar rumah dengan alasan banyak pekerjaan kantor yang harus diselesaikan, pulang malam, hingga sering beralasan perjalanan dinas,” katanya.

Dari segi penampilan, suami menjadi jauh berbeda dari biasanya. Suami juga akan lebih tertutup dalam hal privasi, misalnya dengan menerima telpon diam-diam, dan mengatur kode privasi pada ponselnya.

Apabila suami menunjukkan tanda-tanda tersebut, kata dia, maka sebagai istri hendaknya mempersiapkan mental dan fisik. Kondisi seperti ini dibutuhkan ketenangan. Komunikasikan dengan baik dan jangan terpancing emosi sedikitpun.

“Tanyakan baik-baik dengan kalimat-kalimat halus dan menjebak. Karena dimana-mana jika merasa terancam siapapun pasti akan mengeluarkan pola pertahanan dirinya, termasuk juga soal yang satu ini, pasti akan selalu ada 1001 bantahan yang muncul, terlebih jika belum memiliki bukti yang konkrit,” jelasnya.

Jika telah didukung oleh bukti yang lengkap dan pengakuan dari suami bahwa ada hubungan yang mengarah pada perselingkuhan, maka setiap keputusan akan dikembalikan lagi kepada individu masing-masing. Namun, apabila perselingkuhan belum terjadi namun suami mengakui bahwa ia menyukai wanita lain, maka sebagai seorang istri harus tetap waspada. Karena, meskipun belum terjadi atau baru sekedar niat, tetap saja akan ada pikiran ke arah perselingkuhan, sehingga harus tetap waspada dan lebih memperhatikan lagi gerak-geriknya tanpa menjadi posesif dan menyebalkan.

“Karena ketika si dia  (suami, red) sudah merasa tidak nyaman dan merasa kalau anda seperti penyihir atau nenek-nenek comel nan cerewet, bersiaplah menghadapi kenyataan suami akan mencari sesuatu yang nyaman di luar sana,” pungkasnya.

Tidak Diumbar

Dwi Surya Purwanti, M.Psi., Psikolog mengatakan saat suami melakukan perbuatan perselingkuhan, maka setiap keputusan akan dikembalikan lagi kepada individu masing-masing. Opsinya, suami mau mengakui dan menuntaskan hubungan gelapnya atau justru mengambil keputusan lain.

“Apakah sang suami mau mengakui dan menuntaskan hubungan gelapnya lalu memperbaikinya. Dan memang butuh proses dan rasa percaya tidak akan mudah kembali seperti sedia kala,” ucapnya.

Jika suami berkomitmen untuk berubah dan memperbaiki, menurutnya, mengapa tidak mencobanya merajut kembali hubungan. Sebab biasanya, para pria atau suami tidak sungguh-sungguh mencintai kekasih gelapnya, hanya sebatas pelarian saja.

Namun, tambahnya, apabila menemui jalan buntu dan tidak ada penyelesaian disertai dengan konflik berkepanjangan, maka saat itulah memerlukan bantuan keluarga atau pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah tersebut. Apalagi jika komitmen mempertahankan hubungan demi buah hati atau keluarga namun hanya sebatas gimmick yang menyebabkan kondisi rumah tangga semakin tidak sehat.

Terlepas dari itu, ketika istri mendapati masalah suami yang selingkuh, sebaiknya tidak mengumbar hal tersebut kepada siapapun. Apalagi ke medsos karena sangat tidak bijaksana jika aib menjadi konsumsi masyarakat luas.

“Setelah itu cobalah untuk berbicara dari hati ke hati perihal kejadian tersebut tentunya dengan hati yang tenang dan emosi yang sudah mereda, tanyakan perihal maksud dan keinginan atau motif hingga suami berselingkuh,” katanya.

Dwi menambahkan langkah yang diambil untuk memperbaiki hubungan pasca permasalahan selingkuh terjadi adalah dengan memperbaiki komunikasi, melakukan evaluasi Bersama pasangan, saling jujur dan pastikan adanya penyesalan dari pasangan yang berselingkuh serta memutuskan hubungan dengan pasangan selingkuh.

“Tidak ada salahnya untuk berkunjung ke profesional seperti psikolog pernikahan untuk melakukan konsultasi ataupun konseling pernikahan,” pungkasnya.** Editor : Syahriani Siregar
#anita lain #orang ketiga #rumah tangga #harmonis #Layangan Putus