Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Terlalu Banyak Perhatian dari Pasangan bisa Jadi Tanda Love Bombing

Siti • Minggu, 15 Januari 2023 | 14:40 WIB
Photo
Photo

Menjalin hubungan dengan seseorang yang dicintai merupakan hal yang indah. Apalagi ketika pasangan memberikan begitu banyak bentuk perhatian, kasih sayang dan hadiah. Namun, jika hal yang dilakukan tersebut terasa berlebihan, sudah semestinya waspada. Jangan-jangan pasangan sedang melakukan love bombing.


Love Bombing merupakan perilaku seseorang yang menunjukkan perhatian secara berlebihan ke pasangan atau bentuk manipulasi emosional guna mendapatkan kontrol atas diri seseorang. Strategi ini dilakukan untuk memanipulasi perasaan seseorang agar dapat dikontrol dalam hubungan tersebut.


“Love bombing adalah upaya untuk mempengaruhi seseorang dengan menunjukkan perhatian dan kasih sayang secara berlebihan hingga membuat orang tersebut terbuai atau terlena dengan tujuan tertentu, yang dapat dilakukan dengan berbagai cara,” ucap Dwi Surya Purwanti, M.Psi., Psikolog.


Menurut psikolog di klinik mandiri di Kota Pontianak ini, ada banyak alasan yang melatarbelakangi seseorang melakukan hal love bombing kepada orang lain. Seperti salah satunya keinginan secara sadar untuk memanipulasi orang lain karena tujuan tertentu. Di samping itu, pola keterikatan yang tidak disadari atau belum terselesaikan yang terbentuk pada hubungan di masa lalu juga bisa menjadi pemicu orang melakukan love bombing.


Orang yang melakukan love bombing juga cenderung ingin mengontrol orang lain. Dalam hal ini biasa ada pada orang dengan gangguan kepribadian narsistik. Begitu juga individu dengan masalah keterikatan. “Di mana mungkin melakukan love bombing untuk dalam tanda kutip mengamankan hubungan karena takut ditinggalkan oleh pasangannya,” ujarnya.                                                                                  


Bagaimana tanda-tanda love bombing? Menurutnya, ciri orang yang melakukan love bombing terlihat dari banyaknya hal yang ia berikan kepada pasangannya. “Misalnya pasangan suka memberi hadiah,” tuturnya.


Tak hanya memberi hadiah, pelaku juga kerap memberikan pujian kepada pasangan atau objek yang ia sasar. Pujian tersebut termasuk gombalan-gombalan yang ditunjukkannya lewat perkataan untuk menyenangkan pasangan.


“Mereka juga membombardir dengan chat dan telepon yang sangat intens,” ujarnya.


Atas pemberian dan perhatian yang begitu besar tersebut, lanjutnya, orang yang melakukan love bombing juga menginginkan perhatian penuh dari pasangannya itu. Keinginan akan perhatian itu, bahkan cenderung terlihat posesif.


“Mereka mencoba meyakinkan, bahwa anda adalah belahan jiwanya dan masih banyak lagi,” tuturnya.


Love bombing sebenarnya membuat si korban merasa tidak nyaman hingga merasa terintimidasi. Korban juga akan merasa tertekan dan bisa-bisa menjadi sangat tergantung sama pasangan tersebut.


“Juga membuatnya sulit mengambil keputusan, mudah merasa kesepian, dan tidak berdaya,” ucapnya.


Sementara bagi pelaku, jika hal tersebut terus dilakukan efek buruknya ia akan semakin sulit mengendalikan diri, serta semakin tidak rasional. Kondisinya akan membuat pelaku merasa memiliki tingkat kepercayaan diri yang semakin tinggi namun cenderung mengarah kepada gangguan kepribadian.


Apabila orang yang mendekati dengan cara seperti love bombing, ada baiknya untuk menghindarinya. Jika sudah terikat dalam sebuah hubungan, dan telah menyadari hubungan tidak sehat tersebut, ada baiknya untuk mempertimbangkan melepas hubungan tersebut.


“Kalau menyadari bahwa telah terjebak dalam hubungan love bombing dengan segala jenis perilaku manipulatif, maka yang perlu dilakukan adalah melepaskan diri dari situasi dan hubungan itu,” ucapnya.


Jika hal tersebut terjadi pada awal hubungan, dan khawatir bila perilaku tersebut semakin lama dapat menghancurkan hubungan, ada baiknya untuk dapat mengutarakan apa yang dirasakan kepada pasangan. Menjadi hal yang sulit untuk dapat mengubah pelaku love bombing dan hal itu juga bukan merupakan tanggung jawab diri sendiri.


“Jika ingin membantunya, mungkin dapat menyarankan dia menemui profesional seperti psikiater karena ini menyangkut kesehatan mental,” pungkasnya.  **

Editor : Siti Sulbiyah
#Love Bombing