Bulan ini juga bisa menjadi kesempatan baik untuk membentuk sikap sabar dan pengendalian diri pada anak.
Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 10 Pontianak, Endah Fitriani, M.Psi mengatakan, orang tua bisa menjelaskan kepada anak tentang pentingnya kesabaran dalam Islam dan bagaimana bulan Ramadan adalah waktu yang baik untuk memperkuat sifat ini.
Kesabaran yang diajarkan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, akan tetapi anak juga bisa berlatih sabar dalam banyak hal.
“Misalnya sabar bermain dengan temannya jika ada barang mainan baru tidak perlu untuk diperebutkan, berlatih sabar dalam hal mencari mainan yang mungkin lupa menyimpannya sehingga tidak marah-marah atau menangis, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Menanamkan kesabaran pada anak merupakan aspek penting dalam perkembangan karakter mereka.
Kesabaran adalah keterampilan yang dapat membantu anak mengatasi tantangan, menangani frustasi, dan mengembangkan kemampuan untuk menunggu dengan sabar.
Untuk itulah, keterampilan ini perlu dilatih sejak kecil saat masih anak-anak.
“Hal ini dikarenakan dengan kesabaran mental dan pikiran anak menjadi tenang yang mungkin awalnya anak dengan tipe emosional tinggi dapat perlahan reda dan dapat mengendalikan emosionalnya,” katanya.
Untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri, orang tua bisa melakukan berbagai hal berikut.
Upayakan Anak tetap Tenang
Ramadan mengajarkan umat Islam untuk menahan diri dari makan dan minum selama berpuasa.
Manfaatkan momen ini untuk mengajarkan konsep menahan diri kepada anak-anak.
Namun bila anak-anak belum mampu menahan emosinya, orang tua tidak perlu marah atau kecewa.
“Jika anak mengalami permasalahan dengan emosinya, biarkan anak untuk tenang terlebih dahulu setelah itu baru bunda untuk mengajak berbicara secara baik-baik,” tutur Endah.
Selain itu, berikan anak waktu untuk tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa, misalnya bermain.
Akan tetapi intensitas bermain bisa sedikit dikurangi sehingga tidak membuat anak merasa cepat lelah.
Berikan Pujian
Anak perlu diberikan pujian dan dorongan ketika mereka menunjukkan sikap sabar, baik dalam menyelesaikan tugas atau menghadapi situasi sulit.
Ini akan memotivasi mereka untuk terus mengembangkan sikap positif ini.
“Memberikan pujian kepada anak atas keberhasilannya, walaupun mungkin puasa tidak sampai maghrib, jika anak baru mulai belajar puasa,” katanya.
Hadirkan Aktivitas Menyenangkan
Ramadan adalah waktu yang baik untuk memperkuat ikatan keluarga.
Melibatkan anak-anak dalam aktivitas berpuasa dapat menciptakan ikatan yang kuat antara anggota keluarga.
Orang tua bisa mengajak anak pilih permainan atau kegiatan yang melibatkan kesabaran, namun tetap senang dan edukatif.
“Bisa bercerita atau mengaji Bersama sambil menunggu buka puasa jika dirasa anak mulai bosan,” imbuhnya.
Selain bermain, mengajak anak bersama untuk memilih pilihan menu berbuka dan sahur yang mereka senangi.
Namun tentunya dengan tetap melihat nutrisi yang baik untuk anak terutama untuk membantu mereka menjalani puasa. (sti)
Editor : Syahriani Siregar