PONTIANAK - Riskiyana Adi Putra, M.Psi., Psikolog mengatakan, berdasarkan literatur yang dilakukan Blow dan Hartnett menyebut bahwa pasangan yang terlibat perselingkuhan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti involved partner, spouse, marriage, dan context.
“Faktor involved partner adalah faktor yang disebabkan oleh individu yang terlibat dalam perselingkuhan seperti ketertarikan fisik terhadap orang lain,” ungkapnya.
Adapun faktor spouse adalah faktor yang disebabkan oleh pasangan dari individu yang terlibat perselingkuhan seperti KDRT, tidak ada kasih sayang, dan tidak dihargai. Faktor marriage adalah faktor yang berkaitan dengan hubungan antara kedua pasangan seperti kepuasan pernikahan, komunikasi yang negatif antar keduanya.
“Faktor context adalah faktor yang berasal dari luar hubungan pernikahan seperti lingkungan yang menganggap selingkuh adalah hal biasa,” tuturnya.
Berdasarkan review literatur yang dilakukan oleh Blow dan Hartnett, selingkuh dikategorikan menjadi tiga tipe, yaitu selingkuh seksual, selingkuh emosional, dan kombinasi dari keduanya.
“Ketiga tipe selingkuh tersebut jelas memberikan dampak yang buruk pada korbannya,” ucapnya.
Individu yang menjadi korban perselingkuhan secara alami akan merasakan emosi negatif seperti merasa sedih, dikhianati, terluka, putus asa, marah, dan benci. Selain itu juga timbul perasaan terhina, dan kehilangan muka akibat diselingkuhi.(sti)
Editor : Miftahul Khair