Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ketahui Pentingnya Cek Kesehatan Sebelum Menikah

Miftahul Khair • Kamis, 22 Agustus 2024 | 14:26 WIB
Ilustrasi premarital checkup. (FREEPIK)
Ilustrasi premarital checkup. (FREEPIK)

Pernikahan adalah momen penting dalam kehidupan. Namun, sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, ada satu langkah yang seringkali terlewatkan namun sangat penting, yakni premarital check-up atau pemeriksaan kesehatan pra-nikah. 

Oleh : Siti Sulbiyah

PREMARITAL check-up adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh pasangan sebelum menikah. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa kedua individu dalam kondisi kesehatan yang baik dan untuk mengidentifikasi potensi masalah kesehatan yang mungkin mempengaruhi kualitas hidup mereka setelah menikah.

Branch Manager Prodia Pontianak, Bakuh Darminto menilai antusiasme pasangan yang ingin menikah cukup baik dalam melakukan pengecekan premarital, khususnya yang memeriksakan diri layanan kesehatan Prodia Pontianak.

“Untuk kesehatan pranikah saya pikir (pasangan) sudah mulai sadar,” ungkapnya saat diwawancara dalam kegiatan Wedding Exhibition Aston Pontianak, pekan lalu.

Beberapa pemeriksaan premarital mulai dari hematologi hingga pemeriksaan untuk penyakit-penyakit keturunan.

Salah satu penyakit keturunan yang diturunkan adalah thalassemia, yakni penyakit genetik di mana sel darah merah mudah rusak sehingga penderitanya memerlukan transfusi darah seumur hidup. 

Dirinya mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah agar tidak terjadi masalah kesehatan di kemudian hari.

“Saat ini para muda-mudi yang sudah mulai terbuka dengan kesehatan, mereka mulai melakukan medical check up, bahkan kalaupun tidak sempat pada saat mau menikah, sebelum kehamilan mereka mulai (pemeriksaan),” tuturnya.

Sementara itu dr. Ria Mayasari menilai premarital check up sangat penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan baik laki-laki maupun perempuan yang akan menikah.

Pemeriksaan kesehatan pra-nikah memungkinkan deteksi dini terhadap masalah kesehatan yang mungkin tidak menunjukkan gejala awal. Penyakit kronis, gangguan genetik, atau infeksi menular seksual (IMS) adalah beberapa contoh kondisi yang dapat terdeteksi melalui check-up. 

“Untuk mengetahui apakah memiliki riwayat penyakit turunan, atau mengetahui apakah ada gangguan fase kesuburannya, bagaimana nutrisinya, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Dengan mengetahui kondisi ini lebih awal, pasangan dapat merencanakan tindakan yang tepat untuk penanganan atau pengobatan. Ini juga akan meminimalisir risiko bila memang ada kondisi yang kurang baik bagi kedua pasangan.

“Ini juga sebagai pencegahan, kalau misalnya ada temuan, misalnya ada riwayat penyakit turunan segera bisa diketahui,” tuturnya.

Salah satu tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya risiko penyakit genetik yang mungkin diturunkan kepada anak-anak di masa depan.

Ria mengatakan ada beberapa penyakit yang berpotensi diturunkan seperti thalassemia, diabetes melitus, kelainan jantung, dan hipertensi. 

Ia mengatakan, bila si calon ibu memiliki kadar gula tinggi dan tidak terkontrol, maka dapat berisiko cacat pada janin. Selain itu, hal ini juga bisa mengalami komplikasi kehamilan.

“Pada ibu atau pasangan yang kencing manis, terutama ibu, dapat meningkatkan risiko janina besar, kesulitan untuk melahirkan, preeklamsia atau gangguan pada kehamilan, dan gangguan lainnya,” paparnya.

Selain itu, penyakit yang dapat diderita oleh anak adalah akibat golongan darah orangtuanya yang berbeda rhesus.

Kondisi rhesus ibu hamil ternyata bisa memengaruhi kondisi kehamilan dan bahkan keselamatan janin. Apalagi jika si ibu dan ayah memiliki jenis rhesus yang berbeda. Hal ini perlu diwaspadai untuk mencegah hal-hal yang dapat membahayakan janin.

“Hal ini bisa menyebabkan si anak anemia, menyebabkan keguguran, atau kecacatan pada si bayi,” jelasnya. 

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah disarankan dilakukan 3-6 bulan sebelum menikah. Waktu tersebut dianggap tepat karena apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya masalah kesehatan, maka dapat dilakukan penanganan dan pengobatan terlebih dahulu.

Namun, kata dia, tidak ada salahnya bila pemeriksaan dilakukan mendekati hari pernikahan karena hasil pemeriksaan juga keluar dengan cepat. “Tidak ada telat untuk hal ini,” tuturnya.

Persiapan kesehatan sebelum menikah melibatkan perubahan gaya hidup yang mendukung kesejahteraan jangka panjang.

Bagi yang akan menikah dirinya menyarankan untuk menjaga pola makan yang sehat, meninggalkan kebiasaan merokok dan alkohol, mengelola stres, berolahraga secara teratur, dan memastikan istirahat yang cukup

“Olahraga yang disarankan 150 menit per minggu,” imbuhnya.(*)

 

Editor : Miftahul Khair
#premarital check up #pernikahan #tes kesehatan