Social media manager hadir sebagai profesional yang bertanggung jawab untuk merencanakan, mengelola, dan mengoptimalkan strategi media sosial suatu organisasi atau brand. Perannya begitu krusial dalam membentuk citra yang baik.
Oleh: Siti Sulbiyah
PELUANG kerja sebagai social media manager semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penggunaan media sosial dan digital marketing.
Peran ini tidak hanya terbatas pada perusahaan besar, tetapi juga sangat dibutuhkan oleh berbagai jenis organisasi, mulai dari startup kecil hingga lembaga non-profit.
Social media manager diperlukan di berbagai sektor, termasuk perusahaan teknologi, E-commerce, pendidikan, lembaga non-profit, dan lain sebagainya.
Banyak posisi social media manager dapat dilakukan dari jarak jauh, memberikan fleksibilitas dalam hal tempat kerja. Ini membuka peluang bagi mereka yang ingin bekerja dari rumah atau dalam lingkungan kerja yang lebih fleksibel.
Seperti yang dilakukan oleh Neila Magfira, Social Media Manager di startup digital Untukmu.AI. Ia bisa bekerja secara remote di mana pun.
“Tugas utama Social Media Manager adalah mengelola sosial media, atau orang yang mengelola sosial media,” ungkap Neila.
Menurut Neila, profesi ini melekat dengan peran sebagai kreator konten dan copywriter. Kreator konten sendiri adalah orang yang bertugas membuat konten dalam beragam bentuk di berbagai platform.
Adapun copywriter adalah orang yang bekerja sebagai penulis teks iklan atau materi publisitas.
Alumni Teknik Informatika sebuah universitas di Malang ini pernah mencicipi berbagai posisi yang erat kaitannya dengan upaya branding sebuah merek tertentu.
Mulai dari kreator konten, copywriter, hingga project manager di Kota Pontianak. Kini ia dipercaya sebagai Social Media manager di sebuah perusahaan startup bernama Untukmu.AI. Pekerjaan itu telah ia tekuni pertengahan 2022.
Ia menjelaskan social media manager mengembangkan strategi media sosial yang sesuai dengan tujuan bisnis. Ini meliputi menentukan target audiens, memilih platform yang tepat, dan merancang rencana konten.
Salah satu kemampuan yang harus dikuasai adalah copywriting. “Copywriting adalah kemampuan yang kita harus terbiasa, karena tren penulisan konten seiring tahun itu akan berubah,” tuturnya.
Karena tren penulisan konten yang terus perubahan, maka sebagai orang yang bergelut di digital marketing seperti manajer media sosial seperti dirinya adalah penting untuk menjadi penulis yang dinamis.
Selain penulisan yang dinamis, menurutnya penting mengetahui isu yang sedang ramai atau menjadi tren masyarakat pada saat itu.
Menjaga agar tetap up-to-date dengan tren terbaru di media sosial adalah langkah penting dalam dunia digital marketing.
“Tidak hanya sekedar mengetahui tren atau apa yang lagi viral, tapi juga punya kemampuan untuk menempatkan yang viral tersebut dengan konten yang menjadi tujuan kita tersebut. Sebab nggak semua yang viral bisa dipakai,” paparnya.
Pekerjaan sebagai social media manager idealnya bekerja sama dengan peran atau tegas lain di dunia digital marketing.
Namun, katanya, peran ini kadang kala memegang tugas ganda, sehingga kemampuan sebagai kreator konten dan copywriting juga harus dimiliki.
Dirinya pun mengingatkan untuk siapa saja yang ingin menggeluti profesi ini, untuk tidak beranggapan bahwa profesi ini bisa diraih dengan cara yang instan.
Profesi ini memerlukan dedikasi, kerja keras, dan ketahanan mental yang kuat. Jangan pernah beranggapan bahwa pencapaian akan datang dengan mudah atau cepat.
“Jangan mudah menyerah di tengah-tengah apalagi memang di awal pasti merasa susah banget,” ujarnya.
Kuasai Teknik Copywriting
Kemampuan copywriting menjadi sangat penting bagi social media manager. Copywriting adalah seni dan teknik menulis teks yang dirancang untuk mempromosikan atau menjual produk, jasa, atau ide.
Neila Magfira, Social Media Manager mengatakan ada sejumlah teknik-teknik copywriting yang efektif dapat membuat pesan lebih menarik, persuasif, dan berdampak. Beberapa teknik tersebut seperti AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action), Before After Bridge, Cerita (Storytelling), dan lain sebagainya.
Namun, kata dia, hal utama yang harus diketahui oleh copywriter adalah memahami tujuan dari konten yang akan dibuat tersebut. “Kita nggak bakal bisa mulai dari kemana-mana kecuali kalau kita nggak tahu kita mau kemana Jadi kita harus tahu nih tujuan kita,” ucapnya.
Setelah mengetahui tujuan, seorang copywriter dapat menemukan inspirasi dengan mencari referensi. Ini langkah penting untuk menghasilkan ide yang efektif dan relevan dengan tujuan dari konten tersebut.
“Misalnya kita ingin membuat konten promosi produk, maka carilah konten-konten sejenis,” imbuhnya.
Berbagai referensi tersebut menurutnya dapat memunculkan banyak ide-ide baru. Namun, tidak semua ide akan berlanjut ke penulisan, sebab akan ada seleksi untuk menentukan mana ide yang tepat dengan kebutuhan.
Proses mengolah ide menjadi sebuah tulisan ini memang tidak mudah, sebab akan ada revisi-revisi hingga tulisan dianggap
“Setelah proses drafting, tentunya akan ada yang direvisi lagi. Bisa jadi akan ada proses editing lagi hingga kita merasa menjadi final draft,” ucapnya.
Manfaatkan Alat seperti Chat GPT
Baca Juga: Hati-Hati, Anak Bisa Meniru Perilaku Negatif Orang Tua
Tugas seorang social media manager seringkali melibatkan berbagai aktivitas yang memerlukan riset, kreativitas, dan manajemen. Alat seperti mesin pencari dan teknologi kecerdasan buatan seperti Chat GPT dapat sangat membantu dalam menjalankan peran ini dengan lebih efisien.
Neila Magfira, Social Media Manager mengatakan penggunaan alat (tool) mesin pencari yang akan memudahkan dalam pencarian kata kunci.
Mesin pencari membantu dalam menemukan kata kunci yang populer yang dapat digunakan perencanaan konten.
Selain mesin pencari, ia juga menyarankan untuk menggunakan kecerdasan buatan, seperti Chat GPT yang dapat membantu memberikan saran untuk tema kampanye dan strategi konten.
Selain itu, tambahnya juga dapat menghasilkan ide-ide konten yang segar dan inovatif, serta mengerucutkan ide-ide yang sudah ada.
“Apalagi versi gratisnya bisa membantu generate ide-ide kita” tuturnya.(*)
Editor : Miftahul Khair