Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kenali Tanda Bayi Cukup atau Kurang ASI Sejak Dini: Apa yang Harus Diperhatikan?

Miftahul Khair • Kamis, 3 Oktober 2024 | 15:22 WIB
Ilustrasi ibu dan bayi.
Ilustrasi ibu dan bayi.

PONTIANAK - ASI atau Air Susu Ibu merupakan asupan penting bagi seorang bayi, sebagai orang tua harus dapat mengidentifikasi apakah bayi anda mendapatkan cukup ASI. Kenali tanda-tanda pada bayi anda, melalui beberapa hal.

Penambahan berat badan pada bayi itu sangat penting, berat badan bayi yang sehat harus berlipat ganda pada usia 6 bulan dan tiga kali lipat pada usia 1 tahun. Menurut dr Ameetha Drupadi, CIMI dari kanal Youtube Alodokter.

Tanda Bayi Cukup ASI

Biasanya bayi yang baru lahir harus memiliki 6-8 popok basah setiap hari, karena bayi yang cukup ASI pasti akan sering buang air kecil. Sehingga popok akan sering basah, tetapi frekuensi buang air kecil yang normal bisa bervariasi.

Urin yang dihasilkan oleh bayi akan berwarna bening atau kuning muda, kemudian untuk tinja akan berwarna kuning cerah. Hal ini menunjukkan bahwa, kandungan nutrisi yang masuk ke dalam bayi ini cukup.

Bayi baru lahir biasanya akan buang air besar, beberapa kali dalam sehari. Konsistensinya lunak dan berwarna kuning keemasan, seiring bertambahnya usia frekuensi BAB bisa berkurang.

Bayi juga akan merasa puas, lebih tenang dan aktif setelah menyusu. Biasanya bayi terkadang juga bisa langsung tidur, menunjukkan bahwa mereka cukup untuk asupan makanan. Bayi cukup ASI biasanya aktif dan responsif terhadap rangsangan.

Tanda Bayi Tidak Cukup ASI

Bayi yang tidak cukup ASI biasanya memiliki berat badan yang stagnan, popok basah akan lebih sedikit dan urin yang menguning. Biasanya ini merupakan tanda umum yang terjadi pada bayi, ketika kekurangan ASI.

Bayi akan sering merasa rewel dan sulit untuk ditenangkan, karena bayi merasa lapar dengan kurangnya asupan ASI. Bayi akan tampak lesu, tidak terlalu aktif seperti bayi lainnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Bisa saja bayi yang kekurangan ASI dikarenakan, nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu tidak sesuai kebutuhan bayi. Seperti diet seimbang dan teknik relaksasi sangat dianjurkan. Bisa juga karena bayi kesulitan menghisap.

Bayi sering tertidur saat menyusui sebelum kenyang, sehingga hal ini bisa menjadi pertanda bahwa bayi kesulitan menghisap. Bayi yang baru lahir biasanya perlu disusui setiap 2-3 jam sekali atau lebih sering jika dibutuhkan.

Pastikan posisi menyusui harus pada posisi yang benar, hal ini sangat penting agar bayi mendapatkan ASI dengan efektif. Konsultasikan juga kepada dokter, untuk segala kebutuhan bayi anda agar dapat menerima saran yang dibutuhkan.

Tips untuk Meningkatkan Produksi ASI

Ketika anda semakin sering menyusui bayi, semakin banyak ASI yang akan diproduksi. Kesehatan ibu perlu diperhatikan, seperti pola makan ini akan secara langsung memengaruhi kualitas ASI.

Menjaga nutrisi yang baik juga penting untuk keberhasilan menyusui, bisa menggunakan bantuan suplemen tertentu dapat meningkatkan produksi ASI. Tetapi juga harus didiskusikan dengan profesional seperti dokter demi keamanan.

Anda juga bisa mencoba mengosongkan payudara setiap kali menyusui, jika tidak pun usahakan untuk terus pompa ASI. Hal ini dilakukan agar anda mendapatkan produksi ASI yang lebih banyak.

Perhatikan juga posisi dan peletakan, mengenai kepala hingga badan bayi harus diposisikan dengan benar. Sehingga bayi bisa menyusu dengan efektif dan aliran ASI akan lancar, jangan lupa juga bahwa ibu harus memiliki istirahat yang cukup. (yol/mgg)

Editor : Miftahul Khair
#kebutuhan ASI bayi #Bayi Cukup ASI