Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Panduan MPASI untuk Bayi: Kapan dan Bagaimana Memulainya?

Miftahul Khair • Kamis, 3 Oktober 2024 | 15:34 WIB
Ilustrasi MPASI pada bayi.
Ilustrasi MPASI pada bayi.

PONTIANAK - MPASI atau yang dikenal dengan complementary food, merupakan makanan pendamping yang diberikan kepada bayi.

Bunda perlu memperhatikan makanan apa saja yang baik untuk diolah sebagai MPASI pada bayi enam bulan pertama.

Memberikan ASI ketika anak memasuki usia enam bulan pertama, tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Nutrisi yang baik dibutuhkan, untuk memenuhi tumbuh kembang yang optimal.

Hal ini umumnya diberikan kepada bayi yang berusia enam bulan, meskipun demikian perlu bunda ketahui.

Setiap bayi harus dipastikan memiliki kesiapan untuk menerima MPASI, seperti kesiapan motorik dan psikologis dari bayi.

Menurut dr Manik Trisna Arysanti, M.Biomed, Sp.A dari kanal Youtube Puri Bunda TV, contoh bayi yang sudah memiliki kesiapan untuk MPASI ditbundai dengan lehernya sudah tegak dan stabil ketika didudukkan.

Refleks menjulurkan lidah, refleks melepas, dan refleks muntah akan mulai berkurang.

Secara psikologis bayi akan menunjukkan ketertarikan terhadap makanan, misalnya dia akan mencoba meraih makanan yang ada di hadapannya atau menunjukkan minat ketika melihat orang sekitar yang sedang makan.

Waktu yang Tepat untuk MPASI pada Bayi

Pemberian MPASI sebenarnya sudah bisa dilakukan setelah bayi berusia empat bulan, karena biasanya sistem pencernaan sudah mulai matang.

Enzim-enzim pencernaan sudah bekerja dengan baik, sehingga bayi siap menerima makanan halus dan sedikit padat.

Tetapi masih perlu diperhatikan kembali, apakah si kecil sudah memiliki kesiapan untuk menerima MPASI.

Jika sudah siap untuk menerima MPASI, bunda harus tetap melanjutkan memberi ASI secara eksklusif hingga usia enam bulan.

Karena bayi tetap memerlukan komponen penting, yang terkandung didalam ASI untuk masa pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh. MPASI pada usia empat bulan ini, biasanya dilakukan karena nutrisi bayi tidak mencukupi.

Tidak mencukupi disini dalam artian, bayi yang full ASI pada usia empat bulan tidak memenuhi syarat berat badan pada usia. Maka dari itu, diperlukan tambahan MPASI sebagai pendamping, agar bayi mencapai target berat badan.

Namun, lebih baik jika dikonsultasikan kembali ke dokter spesialis anak., Untuk mengetahui kesiapan anak bunda, melakukan MPASI pada usia berapa. Lalu, apa saja kebutuhan yang diperlukan untuk pertumbuhan sang bayi.

MPASI Apa yang Dibutuhkan Bayi?

MPASI yang diberikan harus ADEKUAT, artinya harus bisa memenuhi zat gizi makro dan zat gizi mikro. Zat gizi makro terdiri dari vitamin dan mineral karbohidrat, yang merupakan sumber energi.

Biasanya zat gizi makro terkandung dalam makanan pokok seperti beras jagung, kentang, umbi-umbian. Untuk MPASI pertama sumber karbohidrat, direkomendasikan mengutamakan protein hewani dan protein nabati.

Protein hewani contohnya seperti daging ayam, sapi, telur, ikan, dan hati. Sedangkan protein nabati contohnya seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Untuk entitas pertama, direkomendasikan sumber protein hewani lebih utama dibanding protein nabati.

Hal ini dikarenakan protein hewani mengandung asam amino lengkap, yang dibutuhkan oleh bayi selama pertumbuhan sel pada tubuh bayi. Submikro utamanya zat besi yang terkandung dalam protein hewani, memiliki jumlah yang jauh lebih besar dan mudah diserap tubuh.

Lemak juga diperlukan sebagai sumber energi, sangat penting juga untuk pertumbuhan otak sebagai sumber lemak. Misalnya seperti kuning telur, lemak daging, susu, keju, margarin, krim, mentega, dan lainnya.

Buah dan sayur juga menjadi sumber vitamin dan mineral, sayur berwarna hijau merupakan sumber zat besi. Akan tetapi perlu diingat untuk pada Bunda, bahwa zat besi yang terkandung dalam sayuran hijau ini lebih sulit untuk diserap oleh tubuh.

Porsi sayur dan buah yang direkomendasikan sebagai MPASI pertama, tidak boleh terlalu banyak dan secukupnya saja. Karena sayur dan buah mengandung tinggi serat, sementara usus bayi belum bisa mencerna serat dengan baik.

Baca Juga: Peduli dengan Kebutuhan Darah di PMI, Aston Pontianak bersama Transera Hotel Gelar Donor Darah

Komposisi MPASI yang Benar

Jumlah kalori dari MPASI yang harus terpenuhi pada anak usia enam bulan, sebanyak 200 kcal per hari yang bisa didapatkan dari sumber karbohidrat. Untuk makanan MPASI, juga harus diperhatikan kombinasi yang tepat.

Misalnya 60 gram nasi sebagai sumber protein, kemudian 30 gram hari ayam, 30-45 gram daging ayam, atau sekitar satu potong sedang. Bisa diganti dengan 25-40 gram udang atau sekitar 4-6 udang ukuran sedang.

Sebagai sumber lemak bunda bisa menambahkan minyak kedelai, minyak kanola, minyak jagung, atau minyak sayur untuk memenuhi kadar lemak dalam makanan. Kemudian bisa juga menambahkan sayur guna melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral.

Tekstur MPASI dimulai dari tekstur yang halus, kemudian naik secara bertahan tingkat kekasarannya sesuai dengan usia. Untuk usia enam hingga delapan bulan, tekstur MPASI agak kental, lembut, dan halus.

Hal ini dikenal dengan istilah pure, hingga tekstur yang dilumatkan atau mesh. Finger food atau makanan yang bisa dipegang langsung oleh si kecil, seperti potongan buah atau biskuit bisa diberikan pada usia delapan bulan.

Untuk usia sembilan hingga sebelas bulan, tekstur MPASI sudah mulai kasar seperti bubur yang disaring kasar. Untuk usia diatas dua belas bulan sudah berupa makanan keluarga, sederhananya seperti nasi yang ditambahkan dengan kuah, dan bumbu seperti bawang-bawangan. Guna menambah cita rasa, dengan menggunakan sedikit garam.

Untuk penggunaan garam jumlahnya sangat dibatasi, cukup dengan kurang dari satu gram per hari. Karena pada anak usia dibawah satu tahun, cukup diberikan garam setara dengan seujung sendok teh saja.

Bunda juga bisa menggunakan bubur instan sebagai cita rasa baru, kelebihan dari bubur instan cukup banyak. Seperti sudah terfortifikasi oleh zat besi, zinc, yodium dan statistik lainnya. Sehingga kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi pada anak. 

Tetapi bubur instan hanya boleh dijadikan sebagai selingan, tidak untuk dikonsumsi secara terus menerus. Karena lebih baik mengonsumsi MPASI homemade, dengan kandungan bahan alami, kaya tekstur dan aroma.

MPASI homemade juga baik untuk kesehatan bayi, dan pengenalan bayi terhadap jenis makanan. Nutrisi anak akan tercukupi dan anak akan terbiasa, makan dengan makanan asli dikemudian hari. (yol/mgg)

Editor : Miftahul Khair
#makanan bayi sehat #mpasi bayi #tanda bayi siap MPASI