Di era digital seperti sekarang, media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Berikut beberapa cara yang dapat dibiasakan dalam bermedia sosial untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan mental menurut Meghan Livingstone.
1. Tetapkan batasan waktu penggunaan
Banyak orang merasa kesulitan untuk menghentikan penggunaan media sosial setelah membuka aplikasi. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur dan meningkatkan perasaan cemas. Disarankan agar tetapkan waktu yang spesifik untuk menggunakan media sosial dan menghindari penggunaannya di luar waktu yang telah ditentukan. Gunakan fitur pengingat waktu pada ponsel atau aplikasi pihak ketiga yang dapat membantu memantau waktu yang dihabiskan di media sosial.
2 Selektif dalam mengikuti akun
Pilih akun yang membawa dampak positif bagi kesehatan mental. Sebaiknya hanya mengikuti akun-akun yang memberikan inspirasi, pengetahuan, atau hiburan yang sehat, serta menghindari akun yang memicu perasaan negatif seperti kecemburuan atau rasa tidak puas terhadap diri sendiri.
3. Praktikkan mindful scrolling
Kebanyakan orang akan menggulirkan layar media sosial tanpa tujuan yang jelas, hanya karena kebiasaan atau untuk mengisi waktu kosong. Hal ini bisa memicu perasaan tidak puas dan stres. Disarankan untuk "mindful scrolling" atau menggulir dengan kesadaran. Artinya, setiap kali membuka media sosial, lakukan dengan tujuan tertentu, misalnya untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat atau sekadar mencari hiburan yang menyenangkan.
4. Terapkan digital detox secara berkala
Digital detox adalah praktik memutuskan diri dari penggunaan perangkat elektronik dalam waktu tertentu untuk memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat. Cobalah untuk mengambil jarak dari dunia maya selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari dalam seminggu. Tentukan satu hari dalam seminggu atau beberapa jam setiap hari untuk sepenuhnya offline dari media sosial. Gunakan waktu tersebut untuk beraktivitas fisik, berkumpul dengan orang terdekat, atau menikmati kegiatan yang menyenangkan.
5. Jaga keseimbangan antara dunia maya dan dunia nyata
Cobalah untuk lebih banyak berinteraksi dengan orang-orang di sekitar secara langsung, baik itu keluarga, teman, atau rekan kerja. Tentukan waktu khusus untuk berinteraksi dengan orang-orang di dunia nyata tanpa gangguan dari media sosial, misalnya dengan makan malam bersama atau mengajak teman untuk jalan-jalan.
6. Berhenti membandingkan diri
Media sosial sering kali menyajikan gambaran kehidupan orang lain yang tampak lebih sempurna, yang bisa memicu perasaan tidak puas terhadap diri sendiri. Selalu berusaha bersyukur dan tidak membandingkan hidup kita dengan orang lain. Setiap orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing, dan apa yang kita lihat di media sosial belum tentu mencerminkan kenyataan secara utuh.
7. Jaga privasi dan keamanan
Berhati-hatilah dalam membagikan informasi pribadi di media sosial. Menghindari oversharing dapat membantu merasa lebih aman dan nyaman dalam dunia maya. Periksa dan atur pengaturan privasi akun media sosial. Pastikan hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat konten yang dibagikan. (*/uni)
Editor : A'an