ORIN Surahma, pendongeng di Kampung Dongeng Pontianak, berusaha menghidupkan kembali cara klasik ini untuk menyampaikan pesan moral kepada anak-anak. Melalui cerita yang disampaikan dengan gaya ceria dan interaktif, Orin berhasil menarik perhatian anak-anak, yang biasanya kurang merespons ketika hanya dinasihati langsung.
"Kalau dinasehati kadang mereka enggan mendengarkan, tetapi dengan cerita, anak-anak bisa tertawa dan senang, serta tetap mendapatkan pesan moral di setiap cerita," ungkap Orin.
Orin bergabung dengan Kampung Dongeng pada 2019 setelah melihat pendiri komunitas tersebut tampil di sebuah acara, yang saat itu Orin hadiri bersama anaknya. Kesan mendalam dari penampilan itu membuatnya tertarik, dan ketika Kampung Dongeng membuka kesempatan untuk relawan, Orin mendaftar.
Berbekal kecintaannya pada dunia anak dan pengalamannya mendengarkan dongeng dari orang tuanya serta menyaksikan dongeng di televisi semasa kecil, Orin merasa bahagia bisa membuat anak-anak tertawa dan belajar nilai-nilai positif melalui cerita.
Kini, Orin bisa mendongeng dua hingga tiga kali di berbagai tempat dalam satu pekan. Setiap kali akan tampil, ia selalu memeriksa siapa audiensnya dan apakah ada permintaan tema dari penyelenggara. Persiapan yang ia lakukan termasuk membaca buku, melatih suara, dan menjaga kondisi agar suaranya tetap prima.
"Menjaga suara itu penting. Saya berusaha untuk tidak batuk," ujarnya.
Durasi mendongeng biasanya sekitar 15 menit, tetapi bisa berlangsung hingga 30 menit jika dimulai dengan sesi ice-breaking untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. Selain mendongeng untuk anak-anak, Orin juga pernah tampil di depan audiens dewasa.
"Lebih deg-degan tampil di depan orang dewasa. Kalau anak-anak lebih mudah tertawa," katanya.(sti)
Editor : A'an