Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Segudang Manfaat Mendongeng untuk Buah Hati

A'an • Rabu, 20 November 2024 | 10:51 WIB
Ilustrasi ibu mendongen.
Ilustrasi ibu mendongen.

Mendongeng merupakan salah satu aktivitas yang telah dikenal sejak lama sebagai cara mendidik dan menghibur anak-anak. Meski tradisi ini mulai tergeser oleh perkembangan teknologi, manfaat mendongeng bagi perkembangan anak tetap sulit untuk tergantikan.

 

Oleh : Siti Sulbiyah 


Orin Surahma begitu senang mendongeng untuk anaknya. Penyampaian melalui cerita yang disampaikan dengan gaya ceria dan interaktif ini menurutnya berhasil menarik perhatian anak-anak. Cara ini dianggap lebih efektif karena yang biasanya kurang merespons ketika hanya dinasihati langsung. 

"Kalau dinasehati kadang mereka enggan mendengarkan, tetapi dengan cerita, anak-anak bisa tertawa dan senang, serta tetap mendapatkan pesan moral di setiap cerita," ungkap Orin.

Ingin memperdalam dunia dongeng, Orin pun bergabung dengan Kampung Dongeng pada 2019. Ia mengenal komunitas tersebut setelah melihat pendiri komunitas tersebut tampil di sebuah acara, yang saat itu Orin hadiri bersama anaknya. Kesan mendalam dari penampilan itu membuatnya tertarik, dan ketika Kampung Dongeng membuka kesempatan untuk relawan, Orin mendaftar. 

“Jadi awalnya belajar mendongeng itu karena anak,” tuturnya. 

Berbekal kecintaannya pada dunia anak dan pengalamannya mendengarkan dongeng dari orang tuanya serta menyaksikan dongeng di televisi semasa kecil, Orin merasa bahagia bisa membuat anak-anak tertawa dan belajar nilai-nilai positif melalui cerita. 

Mendongeng bukan sekadar aktivitas menghibur, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Pelopor Kampung Dongeng Kalimantan Barat, Ega Tyas, menegaskan pentingnya dongeng dalam menunjang perkembangan anak. Menurutnya, kegiatan mendongeng memiliki berbagai manfaat, mulai dari melatih kreativitas dan imajinasi hingga meningkatkan keterampilan berbahasa serta kecerdasan anak.

“Mendongeng bisa menjadi saluran untuk menanamkan kebaikan, melatih konsentrasi, dan merangsang minat baca,” ujar Ega Tyas.

Salah satu manfaat utama mendongeng adalah mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Mendongeng memberikan kesempatan untuk quality time, di mana orang tua dapat berinteraksi dengan anak secara langsung.

“Melalui mendongeng, hubungan antara orang tua dan anak menjadi lebih harmonis. Aktivitas ini melibatkan sentuhan fisik seperti memeluk, suara yang lucu untuk membuat anak tertawa, dan suasana nyaman yang membahagiakan,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan perbedaan mendasar antara mendongeng secara langsung dan membacakan buku cerita. Mendongeng lebih mengutamakan improvisasi, di mana pencerita menghafal alur cerita tanpa memerlukan buku, sedangkan membacakan buku terfokus pada teks dan gambar yang ada di dalamnya.

“Dalam mendongeng, kita bisa menggunakan alat peraga atau properti, termasuk buku, untuk membantu penyampaian cerita. Sementara membacakan buku cenderung hanya berpusat pada isi buku tersebut,” tambahnya.

Sebelum mendongeng, lanjut Ega, penting bagi pendongeng untuk memahami usia anak yang menjadi pendengar serta pesan apa yang ingin disampaikan. Penyampaian cerita sebaiknya dilakukan secara perlahan, kreatif, dan interaktif, tanpa memberikan kesimpulan di akhir cerita. Sebaliknya, anak-anak didorong untuk menyimpulkan cerita melalui pertanyaan pemantik.

“Mendongeng juga harus disampaikan dengan ekspresif dan disesuaikan dengan konsentrasi anak. Untuk anak usia PAUD, rentang konsentrasi mereka biasanya hanya 1–3 menit. Sementara untuk anak SD, durasi mendongeng dapat mencapai 10–15 menit,” jelasnya.

Ega juga menyoroti waktu terbaik untuk mendongeng. Di sekolah, pagi hari dianggap waktu yang ideal bagi guru untuk menyampaikan cerita. Sementara di rumah, orang tua bisa memanfaatkan waktu luang pada malam hari.

Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa dampak besar terhadap minat mendengarkan dongeng, terutama di kalangan anak-anak. Di tengah maraknya game dan video streaming, dongeng sebagai tradisi lisan mulai kehilangan daya tariknya. 

Namun, teknologi juga bisa menjadi alat untuk melestarikan dongeng di era modern. Sebagai orang tua dan pendidik, penting untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan aplikasi digital yang menyediakan kumpulan cerita dan dongeng. 

“Kementerian Pendidikan, misalnya, telah meluncurkan aplikasi berbasis web yang berisi cerita dan dongeng karya orang tua, guru, dan lain-lain,” tuturnya.

Selain itu, platform seperti YouTube dan Instagram kini dipenuhi dengan video dongeng yang menarik. Akun-akun pendongeng profesional menggunakan media ini untuk menjangkau anak-anak di berbagai tempat, menghadirkan dongeng dengan cara yang lebih interaktif dan visual.**

Editor : A'an
#dongeng #Orin Surahma