Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kiat Merencanakan Keuangan di Awal Tahun

A'an • Selasa, 7 Januari 2025 | 12:07 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Seiring pergantian tahun, banyak orang mulai menyusun resolusi baru untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan, termasuk perencanaan keuangan. Merencanakan keuangan sejak awal tahun menjadi langkah yang sangat penting dalam mencapai stabilitas finansial dan mewujudkan tujuan keuangan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Oleh : Siti Sulbiyah

Mengatur keuangan adalah kunci untuk mencapai kestabilan finansial. Dengan merencanakan keuangan yang matang, diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan keuangan yang mungkin muncul dan mencapai tujuan keuangan.

Menurut Diah Arminingsih, S.E.I., M.E, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, merencanakan keuangan sejak awal tahun dapat membantu seseorang untuk lebih siap menghadapi berbagai tantangan dan risiko yang mungkin muncul di masa depan. Ketika keuangan sudah direncanakan dengan baik, maka akan lebih mudah mengatasi kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi.

“Dengan merencanakan keuangan akan memudahkan kita dalam mewujudkan impian-impian, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” katanya.

Sebaliknya, tanpa perencanaan yang matang, seseorang akan kesulitan dalam menghadapi kebutuhan mendesak dan bahkan dapat terjebak dalam masalah keuangan yang lebih besar. Hal ini dapat menghambat pencapaian tujuan keuangan jangka panjang. 

Terkait dengan hal tersebut, Diah mengemukakan ada tiga alasan penting mengapa perencanaan keuangan sangat diperlukan. Ketiga alasan tersebut yakni, hidup harus direncanakan agar happy ending, setiap individu mempunyai impian dan cita-cita masing-masing, serta terhindar dari jeratan utang atau pinjaman online.

Diah mengungkapkan, salah satu langkah penting dalam merencanakan keuangan adalah membuat neraca keuangan yang memadai. Di awal tahun, setiap individu sebaiknya melakukan inventarisasi harta dan serta mengetahui posisi keuangan pada akhir tahun sebelumnya. Proses ini akan memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi keuangan yang dimiliki saat ini.

Harta yang perlu diinventarisir terdiri dari harta tetap dan harta lancar. Harta tetap mencakup rumah, kendaraan, perabotan, tanah atau kebun, dan investasi jangka panjang lainnya. Sementara itu, harta lancar meliputi uang yang ada di bank, tabungan dana darurat, serta barang-barang yang dapat diuangkan dengan cepat, seperti elektronik dan perhiasan.

Selain itu, kewajiban finansial juga harus diperhitungkan dalam neraca keuangan. “Selain itu yang perlu diinventarisir juga adalah kewajiban lancar, seperti utang pajak, utang zakat, dan lain sebagainya, serta kewajiban jangka panjang,” ujarnya.

Langkah pertama dalam merencanakan keuangan adalah menetapkan tujuan yang ingin dicapai dalam satu tahun ke depan. Tentukan tujuan keuangan dalam tiga kategori, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang yang ingin dicapai dalam setahun ke depan.

Selanjutnya, tentukan skala prioritas pemenuhan kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. “Tentukan secara jelas apa kebutuhannya, jangka waktu pemenuhannya, dan strategi realisasinya,” tuturnya. 

Selain itu, pentig pula untuk mengalokasi untuk dana darurat dan investasi. Dana darurat adalah dana yang disiapkan untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti kecelakaan, penyakit, atau kehilangan pekerjaan. 

“Sediakan dana lima persen untuk dana darurat,” tuturnya.

Sedangkan untuk investasi, alokasikan dana sekitar 10 persen sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.Investasi adalah cara yang efektif untuk mengembangkan kekayaan dalam jangka panjang.

Bila memiliki utang, baik itu utang konsumtif maupun utang produktif, pastikan untuk membuat rencana untuk melunasinya.

Seluruh komponen-komponen tersebut dapat disusun anggarannya dengan detail, termasuk pendapatan, pengeluaran rutin dan rencana pengeluaran khusus. Penting, untuk membuat pos-pos pengeluaran rutin dan pengeluaran khusus. Hal ini dilakukan untuk membantu merealisasikan rencana keuangan dan menempatkannya sesuai dengan pos-pos keuangan yang sudah dirancang

“Pantau rencana keuangan secara berkala dan sesuaikan jika ada perubahan kondisi atau tujuan,” katanya.

Untuk memudahkan pemantauan dan evaluasi rencana keuangan, penting untuk memiliki catatan keuangan yang rapi dan teratur. Catatan keuangan ini bisa dilakukan secara manual di buku nota, atau memanfaatkan aplikasi keuangan yang banyak tersedia saat ini. **

Editor : A'an
#keuangan