PONTIANAK POST - Depresi pada anak dapat muncul pada berbagai usia, namun tanda-tandanya bisa berbeda tergantung pada usia anak.
Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 10 Pontianak, Endah Fitriani, M.Psi, menjelaskan bahwa ada perbedaan antara tanda-tanda depresi pada anak usia dini dan remaja.
Pada anak usia dini, depresi seringkali ditandai dengan perilaku yang lebih rewel, mudah menangis, dan kehilangan semangat.
“Kondisi ini akan muncul bersama dengan tanda lain, seperti kehilangan minat pada kegiatan yang biasa dilakukan, tidak mau sekolah, menjadi lebih murung, mengalami gangguan makan, hingga penurunan kemampuan fokus atau konsentrasi,” jelasnya.
Sementara itu, pada anak remaja, depresi dapat ditandai dengan emosi yang mudah meledak, sensitivitas yang berlebihan, dan gangguan tidur.
“Biasanya depresi juga dapat menyebabkan anak remaja menghindari teman, kerabat, hingga keluarga,” katanya.
Ia menilai penting bagi orang tua untuk memperhatikan kesehatan mental anak atau remaja, agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang sehat secara emosional dan psikologis.
Untuk membantu anak mengatasi depresi, Endah menyarankan orang tua untuk memberikan perhatian penuh kepada anak, seperti mengajak mereka berlibur atau melakukan aktivitas menyenangkan bersama.
“Jika masalah pada anak terbukti berkelanjutan setelah berkomunikasi yang baik, orang tua mereservasikan bantuan kepada ahli profesional seperti ke psikolog maupun dokter psikiater,” pungkasnya. (sti)
Editor : Miftahul Khair