Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kreativitas Siswa SMP Pontianak, Busana Unik dari Limbah Plastik

A'an • Minggu, 9 Februari 2025 | 13:58 WIB
Busana dari limbah plastik.
Busana dari limbah plastik.

Kreativitas dalam dunia fashion semakin berkembang dengan dibuatnya busana dari bahan daur ulang. Kreativitas dalam mengolah limbah menjadi busana yang menarik kini dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk pelajar sekolah menengah pertama di Kota Pontianak.

 

Oleh : Siti Sulbiyah

 

Sampah dan limbah tak bisa lepas dari kehidupan manusia. Namun, ide-ide kreatif, bisa diolah menjadi bentuk lain yang menarik. Ada yang memanfaatkan plastik bekas, kain sisa produksi, karung plastik, kardus bekas, hingga limbah kulit jagung untuk menciptakan pakaian unik dan bernilai seni.

Seperti dilakukan sejumlah remaja yang duduk di bangku SMP di Kota Pontianak. Mereka menampilkan busana dari berbagai jenis limbah dalam ajang Festival Seni Olimpiade Olahraga dan Sains (FSO2S) SMP/MTS se-Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (7/2).

Jessica Ferli, siswi kelas VIII SMP Negeri 20 Pontianak menampilkan busana daur ulang berbahan dasar plastik bekas. Ia dan timnya yang terdiri dari sekitar lima belas orang menciptakan gaun bertema Chinese New Year, karena saat ini berdekatan dengan momen Imlek dan Cap Go Meh. 

"Baju ini terbuat dari kantong plastik bekas yang kami bawa dari rumah masing-masing. Dan bajunya ini bertemakan Chinese karena momennya pas (dengan Imlek, rek)," ujar Jessica.

Busana ini berwarna merah menyala amat mencolok dengan sedikit warna putih pada bagian lengan. Plastik berwarna merah mewarnai hampir seluruh bagian dari busana ini. Dikreasikan dengan bunga-bunga kombinasi warna putih dan merah yang ditempel di dada dan bian yang mengembang.

Baca Juga: Kriya Maya Noviza Pengerajin Asal Pontianak Tembus Pasar Dunia 

“Kantong plastik bekas yang mereka bawa dari rumah masing-masing,” tuturnya.

Aira, siswi kelas VIII SMPIT Nurul Wahdah Pontianak, bersama timnya menciptakan busana unik berbahan dasar utama adalah kulit jagung. Mereka mampu membuat busana daur ulang dengan kulit jagung yang kerap kali dianggap sebagai sampah.

“Selain terbuat dari kulit jagung, juga ada bahan kertas hologram, dan plastik styrofoam,” ungkap Aira. 

Nabila, siswi kelas VII SMP Muhammadiyah, juga mengenakan busana daur ulang yang ia buat bersama timnya. Busana ini merupakan perpaduan modern dan tradisional, karena mengandung unsur kain tradisional dengan corak insang.

"Karena ada unsur kain tradisional, yakni corak insang," tutur Nabila.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan busana ini meliputi plastik bekas, koran bekas, kardus bekas, dan kain bekas dari tukang jahit. Koran bekas dimanfaatkan untuk pembuatan sayap dan tongkat, sementara bagian utama busana lebih banyak menggunakan plastik. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar tiga minggu.

Raisa Almira, siswi kelas VII SMP Muhammadiyah Pontianak bersama 12 orang temannya juga memanfaatkan plastik sebagai bahan utama pembuatan busana daur ulang. "Plastik ini dipungut oleh kami,” tuturnya. 

Raisa bersama timnya yang berjumlah sembilan orang ini menuturkan plastik yang digunakan untuk busana ini dikumpulkan dari berbagai tempat, seperti sekitar minimarket, sampah rumah tangga, hingga lingkungan sekolah. 

"Orang tua kami juga membantu mengumpulkan sisa-sisa botol plastik dari kafe dan restoran. Kami menggunakan tutup botol bekas air mineral untuk membuat tas keranjang," ungkapnya.

Selain plastik, busana ini juga memanfaatkan kain tenun, alfaboard bekas yang telah diwarnai, serta karung putih bekas tepung terigu untuk bagian atas pakaian. (sti)

Editor : A'an
#FSO2S #busana limbah