Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kurangi Kecemasan dengan Pola Makan Sehat, Ini Tipsnya

A'an • Jumat, 21 Februari 2025 | 14:33 WIB
ilustrasi salad.
ilustrasi salad.

Kurangi Kecemasan dengan Makanan Sehat


Kecemasan adalah salah satu gangguan mental yang paling umum terjadi di dunia, dan banyak faktor yang dapat memengaruhinya, termasuk pola makan dan asupan gizi. Penelitian menunjukkan bahwa makanan dan nutrisi yang tepat dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental 

 

Oleh : Siti Sulbiyah


Pola makan yang sehat tidak hanya berpengaruh pada kondisi fisik, tetapi juga berperan dalam kesehatan mental dan manajemen stres. Hal ini diungkapkan oleh ahli gizi, Fitri Hudayani, SST, S.Gz, MKM, dalam webinar bertajuk “Peran Probiotik dalam Mengurangi Kecemasan” yang diselenggarakan oleh OTC Digest pada 15 Februari 2025.

Dalam paparannya, Fitri Hudayani menyoroti bagaimana faktor makanan dapat memengaruhi kesuksesan dalam manajemen stres. “Banyak bentuk kecemasan dan juga kadang-kadang berhubungan dengan hal-hal yang dilakukan sehari-hari. Ternyata hal tersebut banyak juga hubungannya dengan apa yang kita konsumsi,” ungkapnya.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental terutama pasca pandemi, diskusi mengenai faktor-faktor yang memengaruhi hal ini menjadi semakin hangat. Namun, salah satu aspek yang kerap luput dari perhatian adalah pola makan, yang dapat berperan sebagai faktor pencetus maupun faktor pendukung dalam menjaga keseimbangan mental.

Ia menilai makanan bukanlah penyebab langsung stres atau solusi instan untuk mengatasi stres. Namun, pola makan yang seimbang dapat membantu tubuh dalam menghadapi tekanan.

Ia menambahkan bahwa pola makan adalah tentang bagaimana seseorang mengatur jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsinya. Ketidakseimbangan pola makan dapat memicu berbagai masalah kesehatan, tetapi sebaliknya, pola makan yang baik dapat menjadi bagian dari strategi menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Fitri menegaskan bahwa pola makan yang seimbang tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik tetapi juga suasana hati, energi, dan ketahanan seseorang dalam menghadapi stres.

“Saat mengalami stres, kebutuhan energi tubuh meningkat. Tetapi seringkali yang ditangkap adalah kalau stres berarti makan harus banyak, sehingga tanpa disadari berat badan naik,” katanya.

Konsumsi makanan tertentu dapat berpengaruh pada tingkat kecemasan seseorang. Fitri mengatakan makanan tinggi gula, misalnya, dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang berdampak pada kelelahan dan kecemasan. Tubuh memiliki mekanisme hormonal untuk menstabilkan gula darah, namun jika asupan gula berlebihan, proses ini dapat menyebabkan kelelahan dan gangguan fungsi saraf.

Makanan proinflamasi yang memiliki kadar tinggi gula dan lemak juga dapat memengaruhi produksi serotonin dan dopamin, dua neurotransmitter yang berperan dalam suasana hati dan kecemasan. 

Selain itu, makanan tinggi gula dan tinggi lemak juga berdampak pada mikrobiota usus yang pada akhirnya bisa memengaruhi rasa cemas. Mikroba usus yang sehat mendukung komunikasi antara usus dan otak, atau yang dikenal sebagai gut-brain axis. Ketika mikrobiota terganggu oleh konsumsi tinggi gula dan tinggi lemak, produksi neurotransmitter seperti serotonin yang berperan dalam kebahagiaan juga dapat terganggu.

“Kalau usus kita sehat, komunikasi dengan otak atau gut-brain axis akan berjalan lancar, sehingga tidak ada gangguan yang memicu kecemasan,” jelas Fitri.

Beberapa strain probiotik diketahui dapat memproduksi serotonin, yang membantu menjaga suasana hati tetap stabil.

Probiotik juga berperan dalam mengurangi gejala peradangan dengan memodulasi respons kekebalan tubuh dan menekan produksi hormon kortisol, yang sering meningkat pada orang dengan kecemasan. Selain itu, neurotransmitter dalam tubuh berfungsi memperlambat sinyal di sistem saraf pusat, yang dapat membantu mengurangi stres dan kelelahan serta meningkatkan relaksasi dan ketenangan.

“Dengan kita membatasi konsumsi gula itu, bisa membantu untuk menurunkan hormon-hormon yang memang bekerja untuk meningkatkan rasa cemas di dalam tubuh,” tuturnya. **

Editor : A'an
#kecemasan #makanan sehat