Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tanda Komunikasi Tidak Efektif yang Bisa Merusak Hubungan, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Miftahul Khair • Sabtu, 1 Maret 2025 | 15:54 WIB

 

Masalah komunikasi dalam hubungan.
Masalah komunikasi dalam hubungan.

Komunikasi yang tidak efektif dengan pasangan dapat menimbulkan berbagai masalah dalam hubungan. Namun, komunikasi semacam ini kerap kali tidak disadari oleh banyak pasangan. Apa saja tanda-tandanya?

Oleh : Siti Sulbiyah

Komunikasi adalah kunci utama dalam menjaga keharmonisan hubungan. Namun, tidak jarang pasangan mengalami komunikasi yang tidak efektif sehingga dapat memicu kesalahpahaman dan konflik berkepanjangan.

Mada Kartikasari, M.Psi, Psikolog mengulas hal ini dalam webinar yang digelar oleh Komunitas STEAMLab Indonesia, pekan lalu. Menurutnya, banyak pasangan tanpa sadar melakukan pola komunikasi yang tidak efektif sehingga dapat menjadi bibit konflik dalam hubungan.

Menurutnya, banyak pasangan lebih fokus untuk merespons daripada benar-benar mendengarkan. Akibatnya, pesan yang ingin disampaikan sering kali tidak terserap dengan baik. Ini adalah salah satu tanda komunikasi yang tidak efektif, atau disebut dengan rehearsing.

“Rehearsing itu tidak memperhatikan perkataan orang,” katanya. 

Terkadang, seseorang hanya menanggapi secara otomatis tanpa benar-benar memperhatikan isi pembicaraan. Misalnya, seorang suami yang asyik bermain gim di gawai dan hanya memberikan respons seadanya ketika istrinya ingin berbicara. Sikap ini dapat membuat pasangan merasa diabaikan.

Komunikasi tidak efektif juga ditandai dengan kebiasaan membandingkan pasangan dengan orang lain. Dampaknya hal ini akan memicu ketidakpuasan dalam hubungan. Misalnya, seorang istri yang terbiasa menerima perhatian penuh dari ayahnya mungkin merasa kecewa jika suaminya tidak menunjukkan hal yang sama. 

Dalam hal ini, si istri terus-terus membandingkan sikap orang tuanya dengan apa yang dilakukan pasangannya itu. Hal ini dapat menimbulkan konflik jika terus menerus diungkapkan.

Judging atau menghakimi juga termasuk sikap yang merupakan tanda dari komunikasi tidak efektif. Memberikan penilaian negatif terhadap pasangan tanpa memahami situasi sebenarnya dapat memperburuk komunikasi dan menciptakan konflik.

Tak hanya menghakimi, terlalu sering memberi nasihat (advising) juga tidak baik dalam hubungan. Memberikan nasihat memang baik, tetapi jika dilakukan terus-menerus tanpa diminta, pasangan bisa merasa dihakimi atau tidak dipercaya. 

“Menasehati boleh saja asalkan memang ada sebuah kesalahan yang perlu kita nasihati,” katanya. 

Tanda selanjutnya adalah merasa selalu benar (being right). Ketidakinginan untuk menerima kritik atau masukan dari pasangan dapat menghambat komunikasi dan menyebabkan hubungan menjadi stagnan.

“Nggak mau menerima kritikan, tidak mau menerima masukan. Ini membuat sulit menyatukan persepsi. Belum satu persepsi komunikasinya jadi nggak efektif,” tegasnya. 

Tanda selanjutnya adalah selalu bertindak sparing atau selalu tidak setuju dengan apapun pendapat pasangan. Ketika seseorang terlalu cepat menolak pendapat pasangan tanpa mempertimbangkan maknanya, komunikasi menjadi tidak efektif dan cenderung berujung pada pertengkaran.

Tanda terakhir adalah derailing, atau keluar dari pokok pembahasan. Ini berarti pembahasan suatu masalah tidak mampu diselesaikan karena pada akhirnya merembet pada persoalan lain yang berada jauh di luar pokok pembahasan utama. Mengalihkan pembicaraan saat membahas suatu masalah penting dapat menyebabkan penyelesaian konflik tertunda atau bahkan tidak tercapai.

“Jadi misalkan lagi membahas tentang masa depan, tapi yang dibahas nanti yang lain-lain, akhirnya pembahasan utamanya hilang, tidak selesai pembahasannya,” katanya.

Komunikasi yang tidak efektif semacam ini dapat menimbulkan berbagai masalah dalam hubungan. Sayangnya, kerap kali hal ini dilakukan tanpa sengaja dan tidak disadari sepenuhnya. Padahal hal ini dapat meningkatkan konflik, menurunkan kedekatan emosional, ketidakpuasan dalam hubungan, bahkan meningkatnya risiko perpisahan. **

Editor : Miftahul Khair
#tidak efektif #Cara Mengatasi #komunikasi #merusak hubungan #ciri ciri