Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

5 Prinsip REACH untuk Meningkatkan Komunikasi dengan Pasangan

Miftahul Khair • Sabtu, 1 Maret 2025 | 15:57 WIB

 

Ilustrasi pasangan romantis.
Ilustrasi pasangan romantis.

PONTIANAK POST - Komunikasi yang tidak efektif dengan pasangan bisa menjadi bom waktu yang mengancam hubungan. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengasah keterampilan komunikasi yang baik agar hubungan tetap harmonis, penuh pengertian, dan bertahan lama.

“Kita yang harus membangun komunikasi itu secara efektif supaya satu persepsi dengan pasangan,” kata Mada Kartikasari, M.Psi, Psikolog.

Salah satu metode yang dapat diterapkan dalam menjalin komunikasi efektif adalah metode “REACH”, yang merupakan akronim dari Respect, Empathy, Audible, Clarity, dan Humble.

  1. Respect (Menghargai)

Saling menghargai menjadi kunci utama dalam komunikasi. Daripada membanding-bandingkan atau mengkritik pasangan, lebih baik memberikan respek dan apresiasi. Sikap ini akan menciptakan hubungan yang lebih harmonis dan saling mendukung.

  1. Empathy (Empati)

Empati berarti memahami perasaan pasangan dan melihat situasi dari sudut pandang mereka. Cara sederhana untuk menunjukkan empati adalah dengan mengakui dan memvalidasi perasaan pasangan. Misalnya, dengan mengucapkan, “Aku mengerti perasaan kamu, kamu merasa lelah ya dengan situasi ini.”

“Kalau kata anak sekarang, validasi perasaan,” ujar Mada.

  1. Audible (Dapat Didengar dan Dimengerti)

Agar komunikasi berjalan efektif, pesan yang disampaikan harus dapat didengar dan dimengerti dengan baik. Caranya dapat dilakukan dengan duduk dekat saat berbicara, menggunakan bahasa yang baik, serta memperhatikan bahasa tubuh.

Bagi pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh (LDR), komunikasi bisa dilakukan melalui berbagai platform digital yang memungkinkan komunikasi yang jelas dan interaktif.

  1. Clarity (Kejelasan Pesan)

Mada menilai banyak perempuan cenderung menggunakan kode-kode dalam komunikasi, sementara laki-laki sulit memahami pesan tersirat tersebut. Akibatnya, sering terjadi kesalahpahaman.

Oleh karena itu, penting untuk menyampaikan pesan dengan jelas, misalnya menggunakan "I statement", seperti "Aku merasa". Hal ini akan membantu pasangan menciptakan persepsi yang sama.

  1. Humble (Rendah Hati)

Komunikasi yang tidak efektif sering kali muncul karena seseorang merasa selalu benar dan tidak ingin dikritik. Sebaliknya, rendah hati dalam komunikasi berarti bersedia mengakui kesalahan dan meminta maaf jika diperlukan.

“Maka kita juga harus melapangkan dada ya merendahkan hati kita untuk bisa menerima apabila kritikan itu memang untuk membangun dan memperbaiki perilaku kita menjadi lebih baik,” ujarnya. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#Metode #efektif #hubungan #komunikasi #REACH #pasangan