Seni mural tidak hanya menjadi hiburan visual dan memperindah lingkungan, tetapi juga alat edukasi yang efektif bagi masyarakat, terutama anak-anak. Mural dapat menjadi sarana nilai-nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti aksi mural yang dilakukan oleh anak-anak, warga, dan relawan Tembokpedia Pontianak ini.
Oleh : Siti Sulbiyah
Puluhan anak tampak antusias memainkan kuas di atas tembok yang telah memiliki sketsa gambar tertentu. Warna-warni cat kian mempercantik tembok di Gang Belibis, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, dalam aksi mural yang digelar oleh Tembokpedia Pontianak, Minggu (23/2).
Tembok milik warga di kawasan tersebut kini terlihat meriah dengan gambar-gambar kreatif yang diwarnai oleh anak-anak setempat. Tidak hanya menyajikan keindahan visual, mural ini juga menyampaikan pesan edukatif yang relevan dengan kehidupan anak-anak dan isu sosial di lingkungan mereka.
Salah satu mural menggambarkan seorang anak yang terbang menggunakan pensil, menyiratkan pesan agar anak-anak berani bermimpi dan meraih cita-citanya. Ada pula gambar seorang anak bermain gitar, yang menginspirasi anak-anak untuk mengasah bakat agar dapat menghasilkan karya-karya hebat.
Pemandangan tersebut terlihat dalam aksi yang dilakukan melalui gerakan Tembokpedia Pontianak, Minggu (23/2). Tembokpedia adalah kegiatan mural atau melukis pesan kebaikan melalui tembok-tembok di gang atau kompleks yang ada di lingkungan masyarakat. Tuajunnya, untuk menanamkan nilai dan pesan baik kepada anak anak yang relevan dengan isu di sekitar lingkungan mereka.
“Ini adalah kegiatan yang keenam kalinya kami gelar,” ungkap relawan Tembokpedia Pontianak, Uray Agustian.
Tembokpedia merupakan program mural edukatif yang lahir dari gerakan Indonesia Mengajar. Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, terutama anak-anak, melalui media seni mural yang mengandung pesan-pesan motivasi dan kebaikan.
“Kegiatan ini sekaligus kita ingin memantik masyarakat dalam peningkatan pendidikan,” tuturnya.
Menurut Uray, kegiatan ini berawal dari keprihatinan terhadap anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan bermain secara aktif dan interaktif. Selain itu, berbagai tantangan dalam dunia pendidikan, seperti pergaulan bebas dan perundungan, juga menjadi perhatian utama.
“Tembokpedia menyampaikan edukasi lewat pesan baik yang diimplementasikan dalam gambar di tembok,” ujarnya.
Gerakan yang dimulai sejak tahun 2021, kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Oleh karena itu, pemilihan lokasi mural dilakukan di gang atau kompleks yang memiliki banyak anak-anak dan tingkat partisipasi warga yang tinggi.
“Makanya kami pilih gang yang masyarakatnya antusias dan ramai anak-anaknya, sehingga apa yang kita kerjakan tersampaikan dengan baik,” ucapnya.
Dengan mural yang berwarna-warni dan sarat makna, diharapkan anak-anak dapat menyerap pesan-pesan positif serta lebih termotivasi untuk mengejar impian mereka. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan nilai-nilai positif sejak usia dini.**
Editor : A'an