Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Saat Pernikahan Terasa Hambar, Kunci Harmonis Ada di Komunikasi dan Motivasi

Miftahul Khair • Sabtu, 8 Maret 2025 | 15:24 WIB

 

Ilustrasi pasangan sedang mengobrol mendalam.
Ilustrasi pasangan sedang mengobrol mendalam.

Tak hanya kehidupan, cinta layaknya roda yang berputar. Ia bisa hadir dengan penuh gairah, namun di waktu lain terasa hambar. Tetapi bukan berarti memudar atau harus digantikan, melainkan karena perasaan ini memang memiliki dinamika terutama dalam perjalanan pernikahan yang panjang.

Oleh : Siti Sulbiyah

Psikolog Klinis, Lya Fahmi, menilai bahwa pernikahan adalah sebuah konsep yang mencerminkan pendapat jujur seseorang tentang hubungan yang dijalaninya. Menurutnya, kepuasan dalam pernikahan merupakan hasil dari kualitas hubungan itu sendiri.

“Salah satu ukuran bahwa pernikahan berjalan sesuai harapan adalah kepuasan kita terhadap hubungan yang kita jalani,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lya menjelaskan bahwa seseorang dapat dikatakan puas dalam pernikahan apabila tidak merasakan penyesalan, tetap merasa senang, serta memiliki perasaan cinta yang terus tumbuh. Sebaliknya, jika seseorang sering mengeluhkan banyak hal dalam pernikahan merasa ada yang kurang, atau merasa kondisi yang dihadapi tidak sesuai ekspektasi maka kemungkinan ada ketidakpuasan dalam hubungan tersebut.

“Kalau ada banyak komplain, merasa kurang ini dan itu, serta sering berpikir seharusnya tidak begini atau begitu, maka itu tanda ketidakpuasan dalam pernikahan,” jelasnya.

Perasaan hambar dalam pernikahan, menurut Lya, bukanlah pertanda cinta telah berakhir. Ia menegaskan bahwa kehidupan rumah tangga memang penuh tantangan, dan perasaan hambar itu sendiri merupakan bagian dari dinamika hubungan yang wajar terjadi.

“Perasaan hambar di dalam pernikahan itu pasti ada. Namun, hal ini tidak selalu berarti berhenti mencintai. Sayangnya, banyak pasangan muda yang salah memaknai ini karena mereka cenderung membandingkan perasaan setelah menikah dengan masa pacaran,” tambahnya.

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan ketidakpuasan dalam pernikahan adalah ketika seseorang merasa kebutuhannya tidak terpenuhi atau merasa kurang dipahami oleh pasangannya. Dalam situasi seperti ini, langkah yang dapat diambil adalah memahami motivasi intrinsik dalam diri sendiri serta meningkatkan kapasitas komunikasi dengan pasangan.

Motivasi intrinsik adalah dorongan dari dalam diri yang membuat seseorang merasa puas dan bahagia dalam hubungan, tanpa bergantung pada faktor eksternal seperti pengakuan atau hadiah. Dengan memahami apa yang benar-benar membuatnya merasa dihargai dan dicintai, seseorang dapat lebih mudah menyesuaikan harapan dan membangun hubungan yang lebih sehat.

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk bertanya kepada diri sendiri tentang motivasinya. “Tanyakan kepada diri sendiri kenapa pernikahan ini perlu dipertahankan,” katanya.

Dengan memahami motivasi intrinsik untuk memperjuangkan pernikahan, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan bermakna.

Selain memahami motivasi, ia menilai komunikasi yang efektif juga memegang peranan penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Komunikasi dalam pernikahan bukan hanya sekadar berbicara atau menyampaikan sesuatu, tetapi juga mencakup cara menyampaikannya dan bagaimana pesan tersebut diterima oleh pasangan. 

“Komunikasi juga berkaitan dengan bagaimana seseorang mengekspresikan afeksi, mengklarifikasi permasalahan, serta bernegosiasi,” katanya. 

Ketika ada ketidakpuasan dalam pernikahan, meningkatkan keterampilan komunikasi menjadi hal yang sangat penting. Dengan komunikasi yang baik, pasangan dapat lebih memahami satu sama lain, menemukan solusi yang tepat, dan menjaga kedekatan emosional.

Ia mengingatkan bahwa pernikahan yang terasa hambar adalah hal yang lazim terjadi. “Pernikahan yang terasa hambar adalah hal yang lazim, ia menjadi sinyal bahwa kita perlu meningkatkan kemampuan dan mengenal diri lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap pasangan memiliki pilihan dalam menghadapi tantangan pernikahan. Menjalani komunikasi yang baik dan berusaha saling memahami adalah kunci untuk mencapai penyesuaian yang sehat di pernikahan. **

Editor : Miftahul Khair
#keharmonisan #hambar #pernikahan #komunikasi