Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tiga Fase Pernikahan: Dari Bulan Madu hingga Penyesuaian, Bagaimana Menjaga Harmoni di Tiap Tahap?

Miftahul Khair • Sabtu, 8 Maret 2025 | 15:26 WIB
Ilustrasi pernikahan. (FREEPIK)
Ilustrasi pernikahan. (FREEPIK)

PONTIANAK POST - Pernikahan adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika. Menurut Psikolog Klinis, Lya Fahmi, secara umum pernikahan melewati tiga fase utama yang menentukan bagaimana pasangan menjalani hubungan mereka.

Fase pertama dalam pernikahan sering disebut sebagai fase romantic love atau fase bulan madu (honeymoon). Pada tahap ini, pasangan merasakan perasaan cinta dan kasih sayang yang begitu dominan.

Namun, fase ini tidak berlangsung selamanya. Seiring berjalannya waktu, pasangan mulai melihat realitas pernikahan yang sebenarnya, yang membawa mereka ke fase berikutnya.

Fase kedua disebut disillusionment dan distraction. Setelah masa bulan madu berakhir, pasangan memasuki fase disillusionment (kekecewaan) dan distraction (gangguan).

Pada tahap ini, harapan dan ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap pernikahan sering kali berbenturan dengan kenyataan yang ada. Banyak pasangan merasa kecewa karena pernikahan tidak selalu berjalan sesuai dengan yang mereka bayangkan.

“Ada kekecewaan-kekecewaan yang muncul di dalam pernikahan itu sendiri,” ujarnya.

Selain itu, dalam fase ini, pasangan mulai sibuk dengan berbagai aktivitas lain, seperti pekerjaan, tanggung jawab sosial, atau bahkan mengurus anak.

Kesibukan ini bisa mengurangi kualitas waktu bersama pasangan, yang pada akhirnya berdampak pada hubungan pernikahan.

“Karena kita sibuk dan ada banyak hal yang harus dilakukan, menyeimbangkan semuanya bisa menjadi tantangan,” tambahnya.

Ketiga, fase penyesuaian: dissolution, adjustment with resignation, atau adjustment with contentment.

Fase ketiga adalah tahap di mana pasangan harus memilih bagaimana mereka akan menghadapi tantangan dalam pernikahan. Fase ini terbagi menjadi tiga kemungkinan sikap.

Sikap pertama, dissolution (perceraian), di mana pasangan yang merasa tidak bisa lagi mengatasi kekecewaan mereka memilih untuk mengakhiri pernikahan.

Sikap kedua, adjustment with resignation (bertahan tanpa kebahagiaan), di mana pasangan tetap bersama dalam pernikahan, tetapi secara emosional menarik diri dan hanya menjalani hubungan secara formal.

Sikap ketiga, adjustment with contentment (penyesuaian dengan kebahagiaan). Pasangan berusaha bersama untuk memahami satu sama lain, menyelesaikan permasalahan, dan membangun kembali hubungan dengan lebih baik. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#Fase #pernikahan #bulan madu #penyesuaian #harmoni