Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pentingnya Pemeriksaan Mata Anak Sejak Dini untuk Cegah Gangguan Penglihatan

Siti Sulbiyah Kurniasih • Jumat, 21 Maret 2025 | 14:51 WIB

 

Ilustrasi melakukan pemeriksaan mata sejak dini untuk mencegah gangguan penglihatan di masa depan.
Ilustrasi melakukan pemeriksaan mata sejak dini untuk mencegah gangguan penglihatan di masa depan.

Mata merupakan indra yang mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa mata dalam kondisi sehat. Pemeriksaan mata dapat dilakukan sebagai langkah awal mendeteksi masalah penglihatan sejak dini. 

Oleh : Siti Sulbiyah

PEMERIKSAAN mata anak seringkali terlambat dilakukan oleh banyak orang tua, meskipun hal tersebut sangat penting untuk mendeteksi masalah penglihatan sejak dini. Dr. Kevin, SpM, seorang dokter spesialis mata di KMN EyeCare, menjelaskan bahwa orang tua sebaiknya melakukan pemeriksaan mata pada anak-anak mereka ketika mulai muncul gejala awal.

"Biasanya, pemeriksaan mata anak dilakukan ketika orang tua pertama kali melihat gejala awal seperti anak kesulitan dalam melihat benda jarak dekat maupun jarak jauh," ungkapnya. 

Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan penglihatan, seperti rabun jauh atau rabun dekat, yang jika dibiarkan tanpa penanganan dapat berkembang menjadi masalah serius di kemudian hari.

Selain itu, Kevin juga menekankan pentingnya pemeriksaan mata sejak usia tiga hingga lima tahun, terutama bagi anak-anak yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah kesehatan mata. Oleh karena itu, orang tua yang memiliki riwayat masalah mata sangat dianjurkan untuk membawa anak mereka untuk memeriksakan kesehatan mata secara rutin.

Namun, ada beberapa kondisi lain yang juga harus diperhatikan oleh orang tua. Jika anak memiliki riwayat kelahiran prematur atau masalah dalam tumbuh kembangnya, pemeriksaan mata lebih awal menjadi sangat penting. 

"Riwayat prematur, riwayat tumbuh kembang anak maupun gejala-gejala yang dirasa menjadi kebiasaan yang ganjil untuk anak," ujarnya.

Begitu pula dengan anak yang menunjukkan gejala atau kebiasaan yang tidak biasa, seperti sering mengucek mata, mengedipkan mata secara berlebihan, atau selalu mendekatkan diri saat melihat sesuatu. Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami masalah pada penglihatannya yang memerlukan perhatian medis.

Meski begitu, di Indonesia, pemeriksaan mata anak oleh dokter spesialis mata anak (Pediatric Ophthalmologist) secara rutin masih belum menjadi kebiasaan umum di kalangan masyarakat. Padahal, kesehatan mata anak memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan mereka.

Mata merupakan indra vital yang mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, seperti belajar, bermain, dan berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa mata anak dalam kondisi sehat dan berkembang dengan baik.

Kevin juga mengingatkan orang tua akan dampak buruk dari penggunaan gadget yang semakin meluas di kalangan anak-anak. Di era digital saat ini, banyak anak yang sudah mengenal gadget sejak usia dini, dan penggunaan perangkat tersebut bisa memengaruhi kesehatan mata anak.

"Belum lagi pada saat ini penggunaan gadget pada anak yang cukup intens secara langsung pasti akan memengaruhi kesehatan matanya," ungkapnya.

Penggunaan gadget yang terus-menerus, terutama di usia dini, dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan mata anak. Oleh karena itu, orang tua perlu bijak dalam membatasi durasi penggunaan gadget serta memperkenalkan kebiasaan baik seperti istirahat sejenak saat melihat layar.

Selain itu, Kevin juga menekankan bahwa penting bagi orang tua untuk memastikan anak merasa nyaman dan tidak takut saat menjalani pemeriksaan mata. Mendatangkan anak ke dokter mata bisa menjadi tantangan tersendiri, apalagi jika mereka belum terbiasa dengan pengalaman medis.

Anak-anak yang merasa takut atau cemas bisa jadi tidak kooperatif saat pemeriksaan, yang justru bisa membuat proses pemeriksaan menjadi lebih sulit.

Oleh karena itu, tambahnya, orang tua sebaiknya menciptakan suasana yang nyaman dan ramah agar anak merasa tenang. Memberikan penjelasan tentang pemeriksaan yang akan dilakukan dan mengajak anak bermain atau berbicara dengan cara yang menyenangkan dapat membantu mengurangi rasa takut dan membuat mereka lebih kooperatif.

Pemeriksaan mata secara rutin tidak hanya penting untuk mendeteksi masalah penglihatan, tetapi juga untuk mencegah masalah kesehatan mata yang mungkin muncul di masa depan.**

Editor : Miftahul Khair
#Pemeriksaan Mata #Sejak Dini