PONTIANAK POST - Dosen Psikologi IAIN Pontianak, Agus Handini, S.Psi., M.Psi, menekankan pentingnya sikap empati dalam menghadapi pasangan yang mengalami trauma. Saat melihat respons emosional yang tak biasa, hendaknya tidak langsung dibalas dengan kemarahan atau penilaian negatif.
“Jika kita tahu pasangan kita pernah mengalami trauma dan responsnya tidak wajar, maka yang perlu dilakukan adalah memakluminya dan menenangkan, bukan malah melawan dengan emosi,” katanya.
Itulah sebabnya, kemampuan mengendalikan diri menjadi kunci utama dalam menciptakan interaksi yang sehat bersama pasangan yang tengah berjuang menghadapi trauma. “Kendalikan diri sendiri, baru bisa membantu pasangannya,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa mendampingi seseorang yang sedang dalam proses penyembuhan trauma bukanlah perkara mudah, namun bukan berarti tidak mungkin dilakukan.
Ia pun mengingatkan setiap perjalanan penyembuhan membutuhkan waktu, dan kesabaran adalah salah satu kunci utama. Menemani pasangan yang memiliki trauma memang membutuhkan komitmen dan ketenangan. Namun, dengan pemahaman dan pengendalian diri yang baik, proses ini akan lebih mudah dilalui bersama. (sti)
Editor : Miftahul Khair