Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pentingnya USG Rutin Saat Hamil, Ini Manfaatnya bagi Ibu dan Janin

Miftahul Khair • Jumat, 25 April 2025 | 13:59 WIB

 

Ilustrasi hasil pengamatan janin menggunakan USG. Rutin memantau perkembangan janin dapat menurunkan risiko kematian ibu dan bayi.
Ilustrasi hasil pengamatan janin menggunakan USG. Rutin memantau perkembangan janin dapat menurunkan risiko kematian ibu dan bayi.

PONTIANAK POST - Rutin menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) penting untuk untuk memantau perkembangan janin serta mendeteksi potensi kelainan sejak dini.

Namun, masih banyak ibu hamil (bumil) yang melewatkan pemeriksaan ini. Hal tersebut meningkatkan angka kematian ibu dan bayi yang menjadi concern dalam Hari kesehatan Sedunia yang diperingati pada 7 April.

Pemeriksaan ultrasonografi (USG) bukan hanya sekadar prosedur medis, tetapi juga langkah penting untuk memastikan kehamilan yang sehat.

USG sangat membantu dalam menentukan usia kehamilan, memantau perkembangan janin, serta mendeteksi kelainan sejak di dalam kandungan seperti sindrom down, kelainan katup jantung, hidrosefalus, dan bibir sumbing.

"Apabila terdeteksi kelainan pada janin, tenaga medis dapat merencanakan metode persalinan yang sesuai. Serta melakukan perencanaan tindakan maupun terapi bagi janin sejak dini. Sekaligus memberikan edukasi terkait pencegahan komplikasi," ungkap dr Atika Ayuningtyas SpOG MKed Klin.

Disarankan Periksa Ultrasonografi Tiap Bulan

USG dapat dilakukan pada tiap trimester kehamilan. Untuk trimester pertama dan kedua, Atika merekomendasikan agar pemeriksaan USG dilakukan setiap bulan.

Sementara pada trimester ketiga, pemeriksaan USG bisa dilakukan setiap dua minggu.

Terutama usia kehamilan 28 hingga 36 minggu, dan setiap minggu setelah usia 36 minggu untuk mempersiapkan kondisi persalinan ibu.

"Namun, jika terlalu berat, pemerintah menyarankan agar pemeriksaan USG dilakukan minimal sekali pada trimester pertama dan kedua, serta dua kali pada trimester ketiga," lanjut dokter kandungan RSIA Soerya Sepanjang itu.

Pada trimester pertama, USG bertujuan untuk memastikan kehamilan yang sehat, menentukan usia kehamilan, dan perkiraan persalinan. Pada trimester kedua, USG digunakan untuk mendeteksi kelainan janin dan memantau laju pertumbuhannya.

"Trimester ketiga, pemeriksaan lebih mendetail, terutama terkait persalinan, seperti posisi bayi, ukuran bayi, kondisi plasenta, serta jumlah air ketuban," ujar Atika.

USG Aman untuk Ibu dan Bayi

Pemeriksaan USG menggunakan gelombang suara sehingga lebih aman dibandingkan dengan penggunaan sinar-X yang mengandung radiasi. Jadi, tidak ada batasan frekuensi melakukan USG.

"Dari data penelitian saat ini, penggunaan USG pada kehamilan tidak menimbulkan adanya efek samping pada embriogenesis mau pun pada pertumbuhan janin," tegas dokter yang juga praktik pribadi di Gayung Kebonsari Timur, Surabaya, itu.

Kini, pemeriksaan USG semakin berkembang dengan adanya teknologi 3D dan 4D. USG 3D menghasilkan gambar yang lebih jelas dengan visualisasi janin dalam bentuk tiga dimensi.

Sementara USG 4D memungkinkan penggambaran janin secara bergerak, seperti video. Meski demikian, tidak semua kehamilan memerlukan pemeriksaan USG 3D atau 4D.

"USG 2D sudah cukup untuk pemeriksaan dasar. Sedangkan USG 3D dan 4D biasanya digunakan untuk mendeteksi kelainan pada janin atau bagi orang tua yang ingin melihat kondisi janin secara lebih jelas, meskipun jenis kelamin sudah bisa diketahui dengan USG 2D," bebernya.

Ada Kelainan, Cek dengan USG Fetomaternal

Untuk kehamilan dengan risiko tinggi atau jika dokter mencurigai adanya kelainan pada janin, pemeriksaan USG fetomaternal akan dilakukan untuk menganalisis kondisi janin secara lebih mendetail.

Pemeriksaan ini bisa dilakukan menggunakan teknologi USG 2D, 3D, atau 4D, dan biasanya memakan waktu lebih lama karena pemeriksaannya yang lebih menyeluruh.

"Meski, ibu tidak memiliki kehamilan risiko tinggi, boleh kalau mau periksa USG fetomaternal untuk mendapatkan pemeriksaan kondisi janin yang lebih detail sehingga ibu tidak overthinking," sambung Atika.

Tidak ada persiapan khusus sebelum melaksanakan USG. Hanya, pada trimester pertama, ibu disarankan menahan kencing sebelum menjalani USG. Sebab, ukuran janin masih sangat kecil sehingga pemeriksaan USG membutuhkan kondisi kandung kemih yang penuh agar gambarnya lebih jelas.

"Jangan sampai melewatkan USG supaya dapat mengetahui perkembangan janin secara detail dari waktu ke waktu," lanjutnya. (lai/ai)

Editor : Miftahul Khair
#manfaat #janin #ibu #Rutin #kehamilan #USG